Tuesday, September 29, 2009

Star Trek

Film ini udah ada di wish list aku sejak . . mungkin Februari 2009. Aku gak yakin bisa nonton film ini di 21 karena tau lah film luar suka ngaret banget kalo dateng ke Indonesia. Aku udah pasrah lah bakal nonton ini beberapa tahun kemudian di TV atau mungkin nebeng nonton bajakannya. Tapi ternyata sekitar sebulan yang lalu muncul posternya di koran.



Aku masih gak yakin. Karena di poster itu gak ada wajah Chris Pine atau aktor lain yang maen. Well, posternya emang beda ternyata. Tapi masih film yang sama.



Aku malah makin gak yakin bisa nonton. Tau lah, aku udah mulai kuliah dan di wanti-wanti buat NGGAK nonton di 21 lagi. Tapi emang udah jodoh kali ya. Akhirnya aku nonton Star Trek di Ciwalk saat nunggu kuliah yang kira-kira 5 jam lagi.







Filmnya itu . . wow! Aku emang belum pernah nonton Star Trek dari dulu. Tapi ini bisa di mengerti karena diceritain dari perkenalan Spock dan Kirk. Yang bikin aku heran banget, Kirk cepet banget naek pangkat jadi kapten. Ckckck, any one can explain to me?

old and new.


my favorite!

Friday, September 25, 2009

Premiere Today


Folchart / Mo dan putrinya, Meggy yang telah menempuh perjalanan keliling dunia, untuk mencari sebuah buku. Tanpa mengetahui tujuan dari pencarian sang ayah, Meggy selalu mengikuti ayahnya, sampai akhirnya mereka bertemu dengan Dustfinger.

Akibat dari pertemuan itu, tanpa memberikan penjelasan apapun, Mo segera mengajak putrinya untuk pergi ke tempat salah seorang bibi Meggy yang bernama Eleanor untuk menyelamatkan diri. Di rumah tersebut, mereka justru kembali bertemu dengan Dustfinger, yang kali ini berhasil menculik mereka untuk dibawa ke hadapan Capicorn.

Di sini terungkaplah rahasia dari Mo, yang mana ternyata memiliki kekuatan untuk menghidupkan karakter-karakter yang ada di dalam buku apapun ke dunia nyata, hanya dengan membaca buku tersebut dengan keras. Sedangkan Dustfinger dan Capicorn adalah tokoh dalam buku yang telah dihidupkan secara tidak sengaja oleh Mo. Namun, Mo memiliki satu kelemahan, yaitu pada saat dia menghidupkan karakter dari dalam buku, maka akan ditukar dengan orang lain yang akan masuk ke dalam buku tersebut. Dan itulah yang terjadi dengan istri Mo, Theresa (Siena Guillory), yang masuk ke dalam buku yang berjudul Inkheart pada saat Mo secara tidak sengaja menghidupkan karakter Dustfinger dan Capicorn.

Setelah terlempar ke dunia nyata, Capicorn bermaksud menghidupkan karakter jahat lainnya, The Shadow, untuk membantunya menguasai dunia. Untuk itu, dia menghancurkan seluruh copy dari buku Inkheart, kecuali satu copy yang akan digunakannya untuk menghidupkan The Shadow.

Sementara, Dustfinger yang hanya seorang pemain sirkus api di dalam buku, telah berusaha selama 9 tahun untuk bisa kembali masuk ke dalam buku untuk bertemu dengan keluarganya. Di sisi lain, sebagai akibat dari kesalahan yang telah dilakukannya, Mo kehilangan istrinya, dan harus berkeliling penjuru dunia demi mendapatkan copy dari buku Inkheart, untuk dapat menghidupkan kembali istrinya.

Thursday, September 24, 2009

3 Anak Kucing-Book 2-First Chapter


Semuanya terlanjur terjadi dan takkan pernah bisa diperbaiki apalagi untuk sekedar diulang. Tapi sebuah rahasia harus diangkat ke permukaan sebelum akhirnya terkubur dan berkarat selamanya.

” Ada sesuatu yang harusnya kamu ketahui”

” Apa?” dia bertanya sambil membolak-balik diary yang awalnya dia enggan untuk baca

” Sesuatu yang penting”

” Bisakah itu mengembalikannya?”

Salah satunya terdiam

” Kalau itu dikatakan dari dulu” katanya akhirnya

***

” Gimana?”

Aku memandang penampilan Ayah yang beda banget sama sebelumnya. Kalo sebelumnya Ayah pake jas dan kemeja biasa dengan warna item, sekarang dia pake yang warna biru yang kalem

” Kasih komentar dong” Ayah bingung melihat ekspresi anaknya yang cuma manggut-manggut

” Bagus banget. Ayah keliatan seger” kataku yang pake baby-doll pink. Ayah langsung tersenyum ” Tante Dantie langsung jatuh hati deh”

” Kamu ini bisa aja. Pergi sekarang ya, Ayah takut Tante Dantie nunggu”

” Hm, bilang aja kalo kangen” Ayah tertawa sambil mengacak rambutku

” Yah, jangan dong. Inikan baru diblow. Kusut lagi deh” Ayah malah tertawa makin keras

” Ayah mau panasin mobil dulu ya” aku mengangguk. Dasar Ayah! Ternyata tua ataupun muda, kalo orang lagi kasmaran bener-bener susah ditebak.

Malam ini aku sama Ayah mau ketemu Tante Dantie yang katanya pacar Ayah. Sebenernya mereka udah lama deket tapi Ayah takut aku gak suka. Tapi aku suka-suka aja. karena semenjak Ayah deket sama Tante Dantie, dia jadi punya semangat baru. Itu bukan berarti ngelupain Bunda. Bunda selalu ada dihati Ayah.

” Friesca, cepetan” Huh, aku juga kena sibuknya. Dari kemaren Ayah cemas tentang pakaiannya karena dia mau ngelamar Tante Dantie malam ini. Seharian kita di mall dan dapetin ukuran jas yang pas buat Ayah yang jadi rada gendut sekarang.

” Iya” tapi asyik juga. Akhirnya aku bakal punya Bunda baru

***

Suasana resto tempat janjian Ayah romantis banget. Itu bikin aku nyaman tapi panik buat Ayah. Dari tadi dia meriksa cincin yang disiapin buat Tante Dantie. Kata Ayah, Tante Dantie juga bakal dateng sama anaknya. Katanya seumuran sama aku. Asyik, aku bakal punya saudara walaupun cuma saudara tiri. Aku gakkan kesepian pas Ayah dan tante Dantie bulan madu.

” Pak Arfan” dari meja deket jendela terlihat seorang wanita yang anggun banget

” Bu Dantie” Ayah langsung panik. Keringatnya menetes dari keningnya” Ayah mau kabur aja” Koq Ayah mikir yang aneh-aneh

” Ayah, tenang dong” aku mengelus lengan Ayahnya ” Ke sana yuk” lalu mereka menghampiri Tante Dantie yang duduk sendiri

” Selamat malam. Katanya mau datang sama anak-anak” suara Ayah lumayan lancar. Tante Dantie tersenyum

” Mereka datang terlambat. Silakan duduk” dari cara bicaranya Tante Dantie sepertinya wanita yang sangat lembut

” Kenalkan ini anak saya, Friesca” aku tersenyum. Tak disangka-sangka Tante Dantie langsung memeluknya

” Tante ingin banget punya anak perempuan” begitu melepaskan pelukannya terlihat beberapa butir airmata di ujung mata Tante Dantie

” Dan sepertinya kamu akan punya” oh, aku baru nyadar punya Ayah yang romantis banget.

” Bunda, maaf telat” seorang cowok berjas item datang dengan nafas terengah-engah ” Kakak juga sebentar lagi dateng”

” Nak, duduk dulu. Kenalkan ini anak saya, Yudith . .”

” Udith?!” aku kaget melihat cowok yang udah lama dihindarinya muncul lagi. Dan dia jadi sedikit kurus dan beberapa bekas luka di pipi.

” Friesca?” Udith juga kaget apalagi melihat ada Ayah disana

” Bunda, sorry, Friesca?!” Tama yang baru datang juga kaget. Dia juga jadi kurus. Tiba-tiba saja Ayah mengenggam tanganku sangat erat.

” Ayah . . ”

Sementara semua kaget, tante Dantie jadi kebingungan

” Kalian sudah saling kenal?” semua mengangguk ” Kalau begitu ayo kita duduk bersama” Tama dan Udith duduk, tapi Ayah malah berdiri

” Maaf, saya harus bicara sama Friesca sebentar. Bisa menunggukan?” Tante Dantie mengangguk ” Friesca” aku berdiri dan mengikuti Ayah keluar

” Ayah, ada apa?” Ayah mengenggam tanganku lebih erat dari yang tadi

” Fries, Ayah gak tau. Bener-bener gak tau ternyata Tama dan Udith itu anak Tante Dantie” aku tersenyum

” Gak apa-apa koq”

” Fries, Ayah sayang banget sama Tante Dantie . . .”

” Gak apa-apa. Gak usah pikirin Friesca. Ayah tau pastikan apa yang terjadi sebulan lalu” Ayah mengangguk ” Kita kedalem lagi. Kasian mereka” ketika melangkah ada perasaan bimbang di hatiku.

Kenapa begini lagi? Setelah sebulan menghindari mereka, sekarang malah ketemu lagi dan kita bakal jadi saudara tiri. Tau gini aku gak ikut. Tapi kasian sama Ayah yang bener-bener harus disemangatin

” Maaf, jadi menunggu” Tante Dantie tersenyum begitu Ayah datang ” Tama dan Udith kemana?”

” Lagi ngambil makanan” makanan memang harus diambil sendiri di resto ini ” Friesca samperin aja. sudah laparkan?” aku tersenyum malu

” Sukses, Yah” bisikku ditelinga Ayah lalu pergi mencari 2 cowok kelaperan itu

” Friesca” Tama melambai dimeja yang gak jauh dari meja yang tadi ” Sini!” mau gak mau aku menghampiri meja itu dan duduk bersama mereka

” Hai, udah lama gak ketemu” sapa Udith. Aku itu ngehindarin kalian tau

” Iya, setelah kejadian di taman itu” tambah Tama ” Ternyata kalo udah jodoh gakkan kemana” Udith mengangguk setuju. Aku yang melihat itu merasa heran. Mereka baikan?

” Kalian baik-baik aja kan?” tanyaku

” Maksudnya?” Udith bingung

” Hubungan kalian. Kalian gak musuhan atau berkelahi lagi?”

” Ngapain? Kita baik koq. Iyakan?” Udith mengangguk ” Ngapain pukul-pukulan sampai nabrak rak?”

” Atau sampai ngehancurin kaca jendela”

” Apalagi kalo sampai bikin Bunda nangis. Itu salah kamu”

” Siapa bilang? Kamu yang pertama nantangin”

” Tapi kamu yang bikin Bunda sampai gak mau keluar dari kamarnya”

” Kamu yang . . ”

” Udah!” aku salah paham. Ternyata mereka sama aja seperti dulu ” Jadi bekas biru dipipi karena itu. Aku pikir kalian bakal baikan. Makanya aku nolak kalian” Tama dan Udith terdiam ” Kalian gak boleh gitu lagi. Apalagi kita bakal jadi saudara”

” Fries, itu beneran? Apa bener Ayah kamu bakal nikah sama Bunda?” aku mengangguk

” Kenapa? kamu gak suka?” Udith menggeleng

” Fries, bilang ke Ayah kamu, batalin aja. Cari yang baru, jangan Bunda”

” Tam, kamu gak mau jadi saudara aku?” Tama menggeleng ” Kenapa?”

” Nanti kita cuma bisa jadi adik kakak”

” Trus kenapa? Aku ingin banget punya saudara tau. Lagian kasian Ayah yang tiap malem gak bisa tidur pas Bunda meninggal. Kamu mau ngehancurin kesenengan Ayah?” di meja yang tadi, Tante Dantie menangis dan Ayah memeluknya. Cincin yang dari tadi di genggam Ayah ada di jari Tante Dantie sekarang

” Kenapa Bunda meluk Ayah kamu?” Tama terlihat kaget

” Mereka ke sini” Tante Dantie dan Ayah mendekat sambil berangkulan. Ayah terlihat sangat bahagia

” Tama, Udith, panggil Pak Arfan, Ayah” Tama dan Udith kaget

” Fries, panggil dia, Bunda” aku langsung memeluk ’Bunda’nya. Akhirnya aku punya Bunda lagi dan Ayah bahagia

” Bunda . . ” Tante Dantie maksudnya Bunda terlihat senang mendengar panggilan itu

” Tama, Udith . . ” 2 cowok itu cuma tersenyum. Ketika mereka keluar dari resto itu, Tama menarik lenganku dan membawanya jauh dari Bunda, Ayah dan tentu Udith yang setia mendengarkan cerita saat mereka bertemu

” Tam, ngapain sih?” aku menarik lepas lengannya

” Aku mau ngomong sama kamu” bisik Tama

” Ngomong apa, kakak?” aku memberi penekanan di kata ’kakak’

” Jangan panggil aku kakak” Tama agak risih mendengar panggilan itu

” Apaan?” aku jadi risih juga. Dia agak canggung ngobrol sama Tama setelah penolakan itu. Obrolan singkat tadi aja dia cuma basa-basi

” Suruh Ayah kamu putusin Bunda aku”

” Apa?!” aku jelas-jelas kaget ” Kamu mikir apa sih? Ayah aku baru resmi ngelamar Bunda”

” Karena itu” aku bener-bener gak ngerti ” Semakin cepat semakin baik”

” Denger ya!” tekanku” Ayah itu cinta banget sama Bunda. Kamu gak mau ngeliat Ayah bahagia ya?”

” Cinta itu bisa kehapus” aku gak suka sama perkataan Tama

” Apa tujuan kamu bilang ini?” Tama langsung menjawabnya dengan suara agak berbisik

” Aku gak mau kita jadi saudara. Kita gak bisa jadian. Aku sayang banget sama kamu . . .”

” Sayang juga bisa kehapus kayak cinta” dan akupun berlalu, berusaha menyusul yang lain

” Fries!” Tama ikut menyusulnya tapi aku lebih cepat. Dia sudah berjalan disamping Udith yang kaget dengan kemunculannya

” Dari mana?” tanya Udith ramah. Pertanyaan itu dijawab senyuman sama aku. Gak nyangka, aku bakal jadi saudara Udith. Seneng sih sekaligus sedih. Sedih banget.

Tuesday, September 22, 2009

My 2nd Home At Lembang!

Nah, kalau hari ini baru kerasa yang namanya Lebaran. Seperti tahun-tahun sebelumnya, aku dan keluarga pergi ke Lembang, ke rumah kakek dari my dad. Jalanan belum begitu macet karena kita berangkatnya pagi-pagi. Sedikit excited begitu melewati kampus UPI.

Dulu, selama 17 tahun berturut-turut aku cuma bisa lewat dan selalu berharap bakal duduk di sisi kolam yang ada di dekat halaman gedung Bumi Siliwangi atau dulu namanya Vila Isola. Di tahun ke 18, semua itu bukan lagi sebuah harapan. Aku udah terdaftar disana! Tapi keadaan kolamnya jauh dari pikiranku. Banyak lumpur, bahkan kering.




Aku dan keluarga cuma sekitar 2 jam disana. Kerjaannya cuma makan, ngobrol dan nonton TV. tapi aku merasa nyaman banget disana. Masih sepi, bener-bener masih sepi. nggak ada mobil yang lewat, motor juga jarang. Pikiran bener-bener jadi fresh! I lovin' it!

Pas mau pulang, kita dibekalin bermacam-macam. Ya, tomat, pisang, jagung, dan makanan buatan Bibi aku. Sialnya, daging dan sambel buatan Bibi aku itu di curi kucing (interpretasi keluarga aku) pas kita mampir ke rumah saudara lain di deket Dipati Ukur. Padahal aku udah ngebayangin bakal makan enak begitu nyampe rumah. Huhuhu . . .

Friday, September 18, 2009

Premiere Today


Empat tahun sejak pernikahan Mae dan Rendy. Namun tidak seperti ketiga sahabat Mae, Eman , Guntoro dan Beni yang sudah menikah juga dan memiliki anak, Mae dan Rendy belum dikaruniai anak. Saat Rendy gagal datang di acara ulangtahun pernikahannya sendiri, Mae pun ngambek dan minta pulang ke rumah orangtuanya. Babe MardiI dan Bu mardiI bukannya membujuk Mae supaya kembali ke suami, mereka malah mendukung Mae menceraikan Rendy karena Rendy gagal memberikan mereka cucu

Mae dan Rendy mencoba berbagai cara untuk bisa mempunyai anak. Mae merasa mungkin sikapnya yang terlalu garang membuat pasukan Rendy jadi lemas. Jadi, dengan ‘dandanan cantik’ Mae datang ke kantor Rendy untuk memberi kejutan. Mae kaget melihat Rendy ternyata sedang berdua dengan wanita cantik bernama Vivi. Mae pun langsung minta cerai

Rendy mencoba mengirim ibunya untuk membawa Mae pulang. Kesimpulan dari pertemuan, perceraian pun sepertinya sudah tidak mungkin dihindari

Diam-diam ternyata Mae dan Rendy mulai sering bertemu secara backstreet. Mereka seperti anak SMA yang pacaran lagi, hanya dengan perut Mae yang sudah besar. Kegiatan backstreet Mae ini tentu saja didukung Eman cs. Apakah usaha Eman cs akan berhasil? Bisakah Mae dan Rendy bersatu?

Thursday, September 17, 2009

Premiere Today


Lulus S-1 dari sebuah perguruan tinggi yang memiliki pengaruh wibawa “kealiman”, tidak menyebabkan Azzam mendapat kemudahan dalam segala urusan. Dia bahkan gamang untuk mendapatkan pekerjaan yang pas. Belum lagi cibiran tetangga yang mengira bahwa lulusan Al-Azhar University otomatis menjadi kiyahi, atau ulama besar. Itu kenapa sang ibu menjadi gelisah, bahkan menyuruh adik Azzam, Husna untuk mencarikan pekerjaan, apa saja yang penting asal kesannya bekerja, keluar dari rumah

Dengan latar belakang pengalaman berwirausaha selama di Mesir, Azzam pun tidak patah semangat untuk membangun usahanya sendiri. Tetapi bagaimana dengan menikah, hal yang selalu disinggung oleh ibunya

Wanita yang ia dambakan, Anna Althafunnisa telah dipinang sahabatnya sendiri. Sedangkan dengan Eliana yang jelas-jelas menaruh hati padanya belum bisa ia terima, karena ia masih mendambakan wanita muslimah. Azzam pun berusaha mencari tambatan hatinya, walaupun cukup banyak hambatan yang ia hadapi, yang kemudian membuatnya hampir putus asa

Bagaimanakah kelanjutan perjalanan cinta dan hidup Azzam? Lalu bagaimana nasib pernikahan Anna & Furqon, mengingat Furqon masih menyimpan rahasia besar dalam hidupnya? Akankah Eliana tergerak hatinya untuk menjadi wanita muslimah seutuhnya dan mendapatkan cinta Azzam?

Who's The Best??

Wednesday, September 16, 2009

Premiere Today


Dana terpaksa mengikuti tradisi patriarkis di kampungnya dan juga dominasi penguasa tuan tanah yang membebani keluarganya dan seluruh kampung dengan pajak tanah yang keterlaluan. Padahal sebenarnya tuan tanah Pairot, berniat mengusir warga demi membangun perhotelan dan kasino. Perjalanan Dana menjadi sangat unik ketika ia sadar bahwa hanya dengan memenangkan kompetisi beasiswa untuk melanjutakan sekolahnya, ia dapat berjuang melawan ketidakadilan ini

Ditemani dengan binatang-binatang hutan dan Rai, adiknya, Dana tidak hanya berhasil mendapatkan beasiswa, tetapi mereka juga menemukan rahasia tuan tanah akan identitasnya yang sebenarnya

Meraih Mimpi adalah kisah anak perempuan dan keluarganya yang mencintai binatang dan lingkungan dan tak berhenti bermimpi dan berjuang

Monday, September 7, 2009

Noodle Maniac

Rasanya aneh banget pulang sebelum jam 12. Tapi itu yang aku alamin. Jadwal hari ini cuma satu mata kuliah, au daftar UKM tapi kita kepagian, dan mall apa yang buka pagi-pagi gini? Akhirnya aku milih pulang.

Aku yakin banget bakal sendirian di rumah dan bakal kelaparan! Aku mampir deh ke sebuah supermarket. Beli snack jagung ukuran besar dan oh, ada mie ramen!

Aku kira cuma ada di supermarket yang super besar, tapi ternyata di supermarket yang biasanya ini ada juga. Aku gak tahu apa rasanya bakal enak atau nggak. Untuk itu aku beli satu. Harganya memang lebih mahal. mungkin aku bisa dapetin sepuluh bungkus mie instan lokal.

Pas nyampe rumah, dugaan aku memang bener, tapi aku gak kelaperan banget! mie ramennya juga gak langsung di masak. selain gak enak masak siang-siang, aku juga gak yakin bisa ngehabisin porsinya yang more bigger that indonesia's noodle.

Lucunya, aku nemu cara masak mie instan di You Tube. Call me late!

Sunday, September 6, 2009

Tentang Cinta

Tadinya sih aku pengen baca berita tentang Sheila Marcia yang kayaknya lagi heboh banget di setiap acara gosip. tapi sibuk kuliah dan kecapean bikin aku jarang banget, malah mungkin udah nggak, nonton TV lagi. iseng-iseng dan nemu deh film yang berjudul Tentang Cinta. Ini memang bukan film baru, tapi aku BARU nonton. Jeleknya, aku nonton ini di You Tube. Apa ini termasuk pembajakan juga?



Ceritanya termasuk complicated menurut aku. Kita bisa bikin semangat seseorang yang udah ditinggal tunangan gara-gara penyakit kanker. Tapi kemudian kita juga harus nemenin mantan tunangan kita melewati masa-masa terakhir hidupnya karena kanker juga.

Friday, September 4, 2009

RAN Today!

Untung sekali my mom udah hafal banget sama RAN. Jadi pas nemu RAN di TV, my mom langsung manggil aku, yang dikit lagi tidur! Menyebalkan memang, tapi ada RAN*


Aku curiga mereka lipsync di acara TV itu. Tapi begitulah acara-acara musik Indonesia, yang penting penonton seneng dan acara sukses dengan rating gede.

Thursday, September 3, 2009

3 Anak Kucing-Book 1-Last Chapter



Kenapa aku pilih hari Sabtu sih? Aku kesal melihat keadaan tempat pameran kerajinan tangan ini lebih penuh dari yang diceritaka teman-temanku kemaren. Kalo tau gini, aku pilihnya hari sekolah aja. mereka dimana ya?
Dengan susah payah, aku celingak-celinguk nyari dua cowok yang harus dipilih. Sekarang masih 20 menit dari perjanjian, mungkin mereka belum dateng, apalagi sekarang weekend, macet banget. Aku menggunakan waktu itu untuk berputar-putar dan melihat beberapa tas dari kayu yang unik. Ternyata tak kalah bagus dengan tas D&G atau Chanel.
Ketika aku sedang tawar menawar sebuah gelang, kedua cowok itu datang menghampirinya
” Friesca . .” untung aja suara mereka masih terdengar diantara hiruk pikuknya pameran.
” Hai . . .” tadinya aku mau menjawab tapi kejadiannya selanjutnya bikin aku gak enak hati
” Beli gelang ya?” Tama langsung mengeluarkan dompetnya ” Beli berapa? Biar aku yang bayar”
” Gak usah. Udah aku bayar koq”
Dengan kecewa Tama memasukkan dompetnya lagi. Harga yang aku tawar disetujui dan aku membayarnya.
” Macet ya?”
” Banget. Apalagi di dekat pasar itu” dengan mobilnya Tama pasti kena macet
” Kalo kamu?” ternyata Tama menepatin janjinya untuk bilang ke Udith
” Aku lewat jalan tikus . . .”
” Wah, pake motor memang lebih enak ya” potongku.
Tama langsung menatap tajam Udith
” Tapi tetep kena macet karena banyak motor yang juga lewat sana. Pengendara motorkan suka ugal-ugalan”
Tama mengangguk-gangguk setuju sedangkan aku langsung cemberut. Udith udah mulai ngelindungin Tama lagi.
” Cari kursi yuk. Kan gak enak berdiri terus” ajak Tama. Aku mengangguk. Untuk urusan kenyamanan Tama memang bisa diandalkan. Setelah mencari-cari, akhirnya ketemu kursi yang pas banget untuk 3 orang. Aku lalu duduk dan diikuti Tama dan Udith yang duduk di sebelahnya.
” Gelangnya bagus” komentar Udith
Aku tersenyum, senang sekali dia mempunyai selera yang sama denganku. Ada alasan untuk aku memilihnya.
” Gelang yang kayak gitu bakal rusak kalo kena air” Tama berucap cukup sinis
” Gak apa-apa koq. Aku bisa beli lagi. Harganya murah” balasku
” Tapi lebih baik kamu beli yang tahan lama” saran Udith ” Lebih mahal sih. Tapi sama aja dengan beli yang murah berkali-kali”
” Iya sih . .”
Melihat Tama yang keliatan marah dan sikap Udith yang ngelindungi Tama, aku jadi pengen muntah. Kenapa dia hormat banget sama Tama? Seharusnya Tama yang gitu, kerena dia kakaknya. Tama jadi keliatan ’adik’ disini.
Setelah itu keadaan gak ada bedanya. Setiap yang kulakukan dan itu juga Udith suka, Tama memandang marah dan Udith yang langsung meralat kesamaan itu. Aku bener-bener ngerasa ini gak adil. Kenapa dia harus marah kalo aku dan Udith banyak kesamaan? Apa dia pikir aku bakal milih yang sama kayak aku? Apa dia gak ngerti arti perbedaan?
” Aku mau ke toilet” kataku setelah mereka ngobrol tentang warna batik yang terang dan gelap. Udith suka yang terang seperti aku dan Tama sebaliknya.
” Hati-hati” kata Tama.
Nyebelin! aku sedikit membanting pintu toilet. Untung aja dia sendirian disana.
Sikap Udith yang ngelindungin Tama bikin aku pusing. Apalagi Tama yang selalu marah mendadak karena Udith sama kayak aku. Tiba-tiba hpku bergetar. Ayah udah ngesms lagi. Aku harus pulang sekarang. Tapi aku belum mutusin aku mau pilih siapa. Hpku bergetar lagi. Duh, Ayah bener-bener cemas. Aku harus putusin sekarang.
***
” Koq lama?” tanya Tama yang ternyata menunggu di depan toilet bersama Udith
” Biasa, cewek” aku tersenyum ” Ayah udah ngesms, aku harus pulang sekarang”
” Aku anter”
Tama kecewa melihat aku menggeleng
” Aku bakal milih kalian . . .”
” Kak Tama aja. aku gak bisa kayaknya bensin aku abis” aku menggeleng lagi
” Bukan itu. Kali ini bener-bener pilihan terakhir. Aku bakal milih siapa yang akan aku terima jadi cowok aku”
Suasana jadi tegang. 2 cowok dihadapanku saling memandang
” Caranya?” pertanyaan bagus, Dith!
” Aku udah bikin 2 kertas” aku mengeluarkan 2 lembar kertas yang tadi ku tulisi di toilet ” Di dalemnya ada tulisan diterima atau ditolaknya kalian”
Lalu aku memberikan kertas itu. Ini seperti permainan anak kecil, tapi aku cuma bisa melakukan ini. Mereka juga sepertinya tidak keberatan dengan hal ini.
” Jangan dulu!” tangan Tama langsung berhenti ” Jangan dulu dibuka. Aku akan tunggu di luar pameran sana. Begitu aku sampai kalian boleh buka dan yang diterima pergi ke sana dan ngenter aku pulang”
” Kalo yang ditolak?”
” Dia gak boleh ketemu aku atau sms aku lagi. Setuju?” Tama dan Udith mengangguk
” Aku pergi sekarang. Ingat jangan dibuka dulu!”
Aku lalu pergi. Berlari diantara kerumunan orang yang masih banyak dan menghilang. Kedua cowok yang terdiam dan memandang kertas masing-masing, menunggu dan 5 menit kemudian . . .
” Ayo kita buka” kata Tama yang diikuti anggukan Udith. Dia membuka lipatan kertas itu pelan-pelan. Dia membaca beberapa kalimat yang tertulis disana.
Ditolak! Ternyata Tama ditolak. Tama bener-bener merasa marah. Kalo dia ditolak berarti Udith. . .
” Dia ternyata gak berbakat bikin puisi” kata Udith pelan. Dia memasukkan kertas itu ke sakunya dan pergi
” Dith, kamu diterima?”
Udith bingung mendengar pertanyaan kakaknya itu
” Bukannya kakak yang diterima?”
Udith mengeluarkan kertasnya dan disana ada tulisan yang sama. Mereka berdua ditolak! Apa yang dipikirin Friesca? Kalo mereka berdua ditolak, Friesca pulang sama siapa? Tama langsung berlari ke luar ruangan pameran, tempat Friesca menunggu. Tapi disana gak ada Friesca
” Pak, Liat cewek pake baju ungu?” Udith langsung bertanya ke petugas parkir yang sibuk mencatat nomor polisi sebuah kendaraan.
” Udah naik angkot. Barusan banget”
Mereka berdua kaget. Sementara itu diangkot, aku memandang kedua cowok yang kebingungan. Sorry, aku gak milih kalian berdua. Aku gak mau ngerusak hubungan adik kakak kalian. Hpnya bergetar lagi telepon dari Ayah
” Halo? Iya, Friesca lagi diangkot. Macet banget. Cowok? Nggak, Friesca gak ketemu sama mereka. Gak akan lagi, Yah . . .” perlahan airmataku menetes
Dhyn Hanarun~

Wednesday, September 2, 2009

Book, Book, Book, and 7,3 ! ! !

Pulang kuliah, aku mampir ke Gramedia dan melihat-lihat novel baru.




Banyak penulis lama yang akhirnya mengeluarkan buku baru. Seperti Dee.



Atau Dyan Nuranindya.



But, i would like to buy this!

Judul: Goloso Geloso

Penulis: Tanti Susilawati

Penerbit: Gagas Media

Ringkasan Cerita:

Milan, Italia, sebuah kota paling metropolis di dunia. Tempat orang-orang sibuk berlalu lalang, tempat para model mengarahkan kiblatnya. Tempat di mana orang berharap juga punya kisah cinta yang indah. Begitulah Larasati, pelajar sederhana penerima beasiswa dari Indonesia, beranggapan tentang kota itu.

Petualangan hidup Larasati Si Gadis Lugu di Kota Mode Dunia pun dimulai. Ia berkelana dan jatuh cinta kepada laki-laki Italia yang baik hati. Bersama Chicco, Larasati menikmati sudut demi sudut kota Italia yang menawan.

Namun ternyata, Milan tak hanya berisi mode dan kisah cinta nan romantis. Larasati baru menyadari hal itu ketika bertemu keluarga Chicco yang memuja AC Milan. Mendadak, kisah cinta mereka berubah menjadi perseteruan dan terancam berakhir tragis atas nama budaya.

***

Goloso Geloso menjawab rasa penasaran kita tentang sudut kota Milan, makanannya yang terkenal lezat, serta budaya, dan karakter penduduk yang memukau. Lebih dari itu, kisah ini membuat kita sadar, mendapatkan apa yang kita inginkan, berarti juga harus merelakan apa yang kita miliki berlalu.

Che bella....




Nyampe di rumah, aku di kagetkan dengan gempa. Semua langsung berhamburan keluar dan mencari tempat yang kosong dan lapang. Untung cuma bentar, tapi efeknya masih kerasa. Aku masih ngerasa pusing dan sedikit parnoan.

Begitu nonton berita, aku baru tahu gempannya itu 7, 3 skala richter dan berpotensi terjadi Tsunami!! Untung aja nggak. Tapi gempa tektonik yang pusatnya dekat Tasikmalaya itu tetep menelan korban luka-luka bahkan tewas. Bisa dibilang gempa ini lebih dari gepa di Yogyakarta pada tahun 2006. Karena efeknya sampe ke rasa ke Bali!