Monday, November 30, 2009

3 Anak Kucing - Book 2 - Chapter 5


Udith ketawa-ketawa ngeliat wajah aku yang pucat pasi
” Gak usah ketawa!” ketawa Udith makin keras ” Gak lucu tauk!”
” Kamu lucu tau” kata Udith sambil menahan tawanya sejenak ” Apa lagi pas kamu teriak-teriak sendiri, ha . . ha . .ha . .” Aku sebel jadian sama cowok yang kerjaannya ngetawain aku doang. Kenapa aku mau aja waktu dia ngajak nonton sebagai hadiah jadian kemaren lusa? Dan kenapa filmnya harus serem gitu?
” Ya, marah ya?” aku cemberut
” Bete!”
” Jangan bete dong” Udith menarik tanganku dan mengenggamnya ” Makan yuk” aku masih diam
” Nggak mau”
” Masa gak laper?” aku menggeleng ” Ayo dong” kali ini Udith langsung merangkul lagi. Mau gak mau, ya ikut juga
” Kamu nyebelin banget” bisikku ketika masuk lift
” Kenapa nerima aku kalo gitu?”
” Kamu yang nembak” aku langsung memasang aksi cemberut lagi. Udith diam membuat aku merasa bersalah ” Ng, maksud aku . . .”
” Gak apa-apa koq” Udith tersenyum dan merangkulku lagi.
Cowok ini hobi banget ngerangkul aku pikirku. Tak apalah, yang penting aku udah jadian sama dia. Walaupun belum ada yang tau. Tama dan Kak Namira juga gak tau tuh.
Buat nyembunyiin semua itu, aku sama Udith berusaha sebisa mungkin gak keliatan kayak yang seneng banget waktu jadian. Tapi tetep aja Udith rangkul aku. Untung aja Kak Namira mikir Udith lagi ngehibur aku yang sedih setelah Ayah dan Bunda pergi ngedadak.
Tama? Oh, dia curiga banget. Apa lagi kayak dia liat Udith nyium kening sebelum aku masuk kamar yang sebelahan sama kamar dia. Tapi, buat apa mikirin dia? Aku sayangnya sama Udith koq. Aku memang sayang dia. Dalam kurung sebagai adik kakak. Dia bener-bener tipe kakak yang sempurna banget. Pantesan Udith ngelindungin dan hormat banget sama dia.
Dengan Kak Namira ikut tinggal sementara, Tama sibuk banget. Sebelum berangkat kuliah dia harus ngenter Kak Namira ke kantornya. Dan sebelum pulang atau udah pulang kulaih dia harus jemput Kak Namira dulu. Kayaknya Tama gak bisa nolak sahabat kecilnya itu. Apalagi Kak Namira lebih tua
“ Friesca, Udith?” Shyra dan Ogy muncul tiba-tiba saat pintu lift terbuka
“ Hai . . “ sapaku riang. Pandangan Shyra menuju tangan Udith yang negrangkul pundakku. Dia langsung narik aku keluar, jauh dari Udith
“ Fries, kamu mikir apa sih?” tanya Shyra. Aku kebingungan. Sepertinya Ogy juga nanya itu ke Udith
“ Emang aku ngapain?” apa yang salah?
” Kamu jadian sama Udith?” aku mulai ngerti apa yang Shyra maksud
” Oh, iya. Emang kenapa?” Shyra malah marah ngedenger itu
” Dia udah jadi saudara kamu, Fries!”
“ Saudara tiri” ralatku “ Salah ya?”
” Salah bangetlah. Sejak kapan antar saudara bisa jadian?”
” Tapi, kita saling sayang koq. Bener” aku melirik Udith dan Ogy. Ekspresi Ogy sama kayak Shyra. Antara bingung dan gak percaya juga marah
” Masa kamu mau nikah sama saudara sendiri?” pertanyaan itu bikin aku ketawa
” Itu masih lama. Pikiran kamu jauh banget”
” Trus, kamu nanti bakal nikah sama siapa?” pertanyaan yang aneh, pikirku ” Kalo kamu nanti putus sama Udith, emang kamu bisa gampang ngelupain dia? Dia serumah sama kamu, Fries!” sekarang aku gak bisa ngomong apa-apa
” Ya . . . mungkin?” Shyra terlihat kesal
” Ayo, kita pergi” Udith ternyata udah ada disampangku dan merangkulku. Menjauh dari Shyra
” Hah?”
” Dith, kamu harus pikirin masa depan kamu” seru Ogy. Udith cuek. Dia berjalan tanpa melihat kebelakang lagi.
Masa depan? Nikah?
***
” Darimana?” tatapan tajam Tama menyambut aku dan Udith yang baru aja sampe dan belum buka helm. Turun dari motor aja belum
” Habis nonton” Udith langsung mengajakku masuk tapi, Tama menahan lengan aku yang lain
” Tunggu dulu” tahan Tama
” Apa lagi?” Udith menarik lepas lenganku dari tangan Tama. Aku sedikit kaget. Selain karena tanganku agak sakit, aku juga kaget untuk pertama kalinya Udith ngelawan kakaknya yang selalu dihormati dan dilindunginya, Tama
” Kamu udah berani ngelawan?”
” Iya” Tama marah tapi ketika melawan . . .
” Tam, Tama!” Namira datang dengan celemek yang blepotan ” Mana sosisnya? Eh, kalian udah pulang” Namira senang melihatku dan Udith
” Hai, Kak” aku berusaha sewajar mungkin
” Hai. Aku baru selesai masak nasi goreng loh buat makan malam” katanya ” Kalian makan yang banyak ya” Aku dan Udith berpandangan
” Maaf, Kak, kita udah makan di mall. Udah kenyang” Udith mengusap perutnya. Namira terlihat kecewa sebentar
” Gak apa-apa deh” pandangannya pindah ke Tama ” Tam, kamu yang makan semuanya ya?” Tama jelas kaget
” Semuanya? Tapi, kamu juga makan ya?” Namira menggeleng
” Aku udah nyobain terus. Kenyang nih”
” Tapi, banyak banget, Mir”
” Eits, kan kamu yang ngusulin buat masak nasi goreng” Udith menahan tawa mendengarnya
” Apaan sih?” Udith lalu membisikkan sesuatu
” Masakan Kak Namira itu selalu keasinan” bisiknya. Aku juga jadi ingin ketawa. Tapi, aku tahan. Nanti Kak Namira tersinggung
” Makan! Nanti aku masakin sup atau bubur deh. Kamu sukakan?”
Sekarang Udith gak terlalu bisa menahan tawanya. Dia buru-buru masuk
” Kak, masuk dulu ya” Namira mengangguk ” Fries” aku ikut dengan bingung
” Kenapa lagi sih?” tanyaku ketika Udith tertawa sepuasnya di ruang keluarga
” Sup dan bubur Kak Namira itu bener-bener gak enak” jawab Udith ” Bikin enek”
” Apa maksudnya?” Namira udah berdiri disamping Udith
” Ng, Kak . . .”
” Dith, kamu juga makan!” Udith langsung terpaku
***
Udith yang ada disebelahku mengeleng-geleng pelan ketika aku mengambil sesendok nasi goreng buatan Kak Namira. Sebenernya aku gak disuruh makan juga. Itu bikin aku penasaran dan beraniin diri buat nyoba. Ketika aku mau makan nasi itu, Tama yang duduk berhadapan denganku mengeleng sekuat tenaganya
” Tam, kenapa geleng-geleng?” Tama langsung diam ” Fries, nanti kasih komen, ya” pinta Namira.
Aku mengangguk. Sendok itu udah didepan mulutku ketika Udith tiba-tiba mengenggam tanganku yang lain dengan keras
” Jangan . . . jangan . . .” kenapa sih? Makan aja koq repot. Aku mengabaikan cowokku itu dan nasi goreng itu akhirnya masuk kemulutku. Aku mengunyahnya pelan-pelan dan . . . ih, koq rasanya aneh?
” Gimana, Fries?”
Udith udah lemes ngeliat ekspresiku yang berubah mendadak. Kasian banget cewekku, batinnya
” Enak banget”
Apa? Udith dan Tama memandangku gak percaya
” Oh, senangnya. Makan yang banyak ya” aku langsung menyuap sendokan kedua ” Cowok-cowok juga makan!”
” Yang, enak gitu?”
Tama tersendak mendengar panggilan Udith untukku. Yang? Sayang, maksudnya?
” Enak banget tauk! Cobain aja” mendengar kata ’tauk’ dari mulutku, Udith langsung mencoba sesuap nasi goreng itu. Biasanya kalo udah bilang ’tauk’, berarti aku bener-bener dan serius. Sama sepertiku, ekspresi Udith juga berubah. Dalam hati, Tama kegirangan. Rasain tuh!
” Beneran enak” Namira makin senang. Dia sampe ngeloncat-loncat
” Makasih” kata Namira. Tama bengong sendiri ” Tam, kamu juga makan dong” Tama menelan ludah pelan. Apa mereka bener? Atau buat nyenengin Namira doang? Ngeliat aku yang makan kayak orang kelaperan, Tama nutup matanya dan langsung makan nasi goreng itu
” Pahit!”
” Apa?” Namira melipat kedua tangannya didada ” Maksud kamu apa?”
” Nasi gorengnya pahit, Mir” pandangan Namira pindah ke aku dan Udith
” Apa bener rasanya pahit?” aku dan Udith mengangguk ” Kenapa kalian bilang enak?”
” Pertamanya emang pahit, Kak” jawabku
” Tapi, kalo dikunyah terus, lama-lama jadi enak. Manis pedas gitu” tambah Udith. Aku langsung mengangguk semangat
“ Manis pedas?” Tama menyuap satu sendok lagi. Sebisa mungkin dia menahan rasa pahitnya nasi goreng itu. Dan ada rasa lain setelah itu
“ Koq agak pedes ya?” mata Namira membulat
“ Bener?” Tama mengangguk
“ Agak pahit sih” Namira gak denger ucapan Tama itu. Dia terlihat bener-bener sungguh sangat seneng banget sekali
“ Kak Namira koq seneng banget?” tanyaku
” Ini pertama kalinya dia bilang masakan aku enak” Tama memotongnya
“ Agak pahit”
“ Tapi, enakkan?” mau gak mau Tama mengangguk karena emang enak sih.
“ Dari dulu Kak Namira masak buat Tama?” Tama melotot namanya dipanggil tanpa embel-embel ’kak’. Berani juga dia.
” Iya, dong” Namira tersenyum ” Aku udah kenal dan main sama Tama dari kecil. Dari dulu sampai sekarang dia gak pernah bilang masakanku enak. Makanya dari situ aku belajar masak terus. Kan mau jadi istri Tama” Tama yang lagi minum langsung tersedak saking kagetnya
” Mir, kamu ngomongin apa sih?” Namira cuma senyam-senyum Tama protes “ Antar saudarakan gak boleh nikah” aku dan Udith tersentak mendengar itu. Kata-katanya sama seperti yang dikatakan Shyra tadi.
” Ya, waktu itukan kita masih kecil. Boleh dong” kata Namira bercanda ” Eh, kalo aku sama Tama, berarti Friesca sama Udith dong” wajahku jadi memerah ” Fries, koq merah? Jangan-jangan kalian jadian ya?”
Ups!

Thursday, November 26, 2009

Premiere Today


Swept off the streets as a young boy, Raizo is transformed into an unstoppable killing machine by a secret society known as the Ozunu Clan. The Ozunu Clan is so proficient at keeping their existence a secret that most people think they are only a myth, but the moment Ozuno assassins kill Raizo's friend, their days in the shadows are numbered. In the aftermath of that killing, Raizo stages a daring escape, subsequently biding his time until the day he can take the entire Ozunu Clan down.

Later, in Berlin, Europol agent Mika Coretti discovers a money trail connecting multiple political murders to a mysterious network of elusive assassins from the Far East. While her superior Ryan Maslow orders Mika to back down and stop asking questions, she stealthily begins searching through classified agency files on a relentless mission to discover the truth about the murders. Singled out as a target as a direct result of her investigation, Mika is marked for death by lethal Ozunu assassin Takeshi . Just as Mika is about to be silenced forever, Raizo saves her from certain death. But Raizo knows that Takeshi and the rest of the Ozuno Clan won't stop until he and Mika are both dead. Now, as Raizo and Mika are hunted through the winding streets of Europe, their only hope for survival is to trust one another and stay alive long enough to bring the Ozunu empire crumbling to the ground.

Wednesday, November 25, 2009

New Moon

After I've waiting for 5 hours, my friend got the tickets! OMG, I never thought to watch it at the premier day, but I did it. We went to Ciwalk and met with seniors who is have the same schedule with me and my friend.


the tickets

dhyn-puput-ayang-anya



dhyn-puput-ayang-dossy

Hm, it was many differences with the novel, especially at the ending. I have read the novel, so I feel disappointed with the visual. Maybe, it's because this movie have different director with the last. But I love it. I hope it would better in Eclipse.



I didn't understand with this scene. It's ridicolous, I think.


Heart Jane Volturi!
" This may hurt just a little" - Jane Volturi

Tuesday, November 24, 2009

Here It Is!

Wow, i still can't believe that I got score B for writing class. Hmm, actually I'm a writer (write this post also make me as writer, right?), but in Indonesia language. I still in process for write something in English.

Today, still in writing class, me and my friend who usually call Puput wrote procedure text. We named it with " How To Get A Good Stuff With Less Money ". Do you want to know what it is? Ok, let me tell you.

First, make a list of thing that you want to buy.
Second, make priority of them.
Third, compare the price of thing from first store to another store, to find the cheaper price between it.
Next, bargain a half of that thing's price. If it doesn't work, you an pretend go to another store and the seller will call you back to make another deal or give the price that you want. That's usually happen in Indonesia.
Don't forget to use a discount card even it's just give you 1% discount, if that store have it.
And finally don't buy something out of list!!

I hope it can help someday, :)

And a big surprise came when I read newspaper.





Yes, New Moon will come out tomorrow in my city. Yayy!

Monday, November 23, 2009

This Is What I Called LIFE!

All of my classmates and also me, always love Monday. Do you know why? because there's NO class. Yayy! So we can just relax for a day after have a lot of activities from Tuesday to Sunday ( seriously, Sunday!).

For this Monday, i choose to watch video from YouTube, also with some snacks.



Yeah, the vampire is everywhere. The, most-wanted-movie, New Moon have came out to here, actually in Jakarta only. That's why i haven't watched it yet. I hope i could watch it and it's a must! And finally i knew what the title of the song that I adore for a week. It's Fireflies from Owl City. OMG, just call me late.


From LYRICSMODE.COM lyrics archive
Lyrics | Owl City lyrics - Fireflies lyrics

How about your Monday? I hope you always like it same as me :D

Friday, November 20, 2009

Premiere Today


Bella putus asa atas kepergian vampir, kekasihnya , Edward Cullen , namun semangatnya menyala kembali saat pertemanannya dengan Jacob Black semakin akrab. Dengan segera Bella menyadari bahwa dirinya telah masuk ke dunia serigala jadi-jadian yang merupakan musuh bebuyutan para vampir, kesetiaannya pun diuji....



Thursday, November 19, 2009

There's NO New Moon!

Bangun tidur, nyamperin teras, buka-buka koran dan . .



Periksa lagi.





Gak ada New Moon! Biasanya, kalo filmnya premier besok, sehari sebelumnya udah ada iklannya dengan tulisan "Premier Besok". Uugh, ternyata New Moon telat dateng ke Indonesia. Sedih sekaligus agak kesel juga. Kenapa bisa telat masuk ke Indonesia? Film ini kan pasti laku berat di Indonesia. Buat sementara, puasin diri aja dengan liat bukunya yang bercover poster filmnya.


But it's worth to wait. Keep waiting, guys!

Wednesday, November 18, 2009

Festival Paduan Angklung ITB XII 2009

Seharusnya aku bisa ikut acara ini. Tapi dengan jadwal kuliah yang padat dan tak terprediksi, akhirnya aku cuma bisa jadi penonton aja. Untung dosen hari ini kedatangan tamu, jadi aku bisa buru-buru naik angkot dan memasuki kampus orang.


Persiapan.



The ticket.


Aku harus bayar, padahal dulu sebagai peserta bisa keluar masuk dengan bebasnya. Tapi ternyata peserta tahun ini juga harus beli tiket kalo mau nonton.

The Show!

Rumah Zakat Indonesia

O.S.A.

Agak susah buat dapetin gambar yang bagus. selain aku gak duduk di barisan terdepan, ada peraturan yang melarang mengambil gambar dengan dan tanpa blitz. Jangan bilang siapa-siapa ya tentang hal ini, hehehe.

Lalu makan!!!


Padahal aku gak maen, tapi lumayan capek sih nunggu mereka tampil dan sibuk menerka-nerka handphone siapa yang bunyi di tasku, karena saking banyaknya handphone yang dititipkan di tas aku. Ketika semua pemain yang benar-benar main dapet jatah masing-masing, aku bisa makan roti coklat ini dengan tenang (sambil foto-foto).

prima-dhyn


dhyn-intan

Dan pulang.


Pengumumannya ternyata besok dan semuanya harus kembali deg-degan. Semoga yang terbaiklah yang menang. :)

Tuesday, November 17, 2009

I Remember What You Wore On The First Day



Of course I remember it.
It was big shirt and the color was blue.
That is why I called you with BB.
BB = Blue Boy.

After long time, we met again.
I saw you with your girlfriend.
It was hurts me a little.
But I accepted it and wanna move on.

Bye BB.


( This picture is only for illustration. He's not who I called BB)

Monday, November 16, 2009

3 Anak Kucing - Book 2 - Chapter 4



” Jangan lupa bawa oleh-oleh ya” pintaku ketika Ayah memelukku erat saat dibandara
” Kamu mau dibawain apa?” tanya Ayah
” Semua yang ada di pasar Sukawati”tegasku ” Friesca juga ingin tas anyaman juga. Jangan lupa” mendengar itu Udith malah ketawa
” Fries, Ayah sama Bunda mau bulan madu di Lombok bukan di Bali” kata Udith. Aku malu seketika
” Oh, iya? Friesca kira . . . ” Udith ketawa terus. Ayah, Bunda dan Namira tersenyum. Sedangkan Tama. Diam seribu bahasa
Bener-bener malu! Udah dibangunin pagi-pagi buta. Disusruh mandi air dingin dan langsung berangkat kebandara dengan rambut acak-acakan, sekarang malah diketawain sama Udith. Ayah, Bunda, kalo mau bulan madu bilang-bilang dulu dong! Malu nih sama Udith.
“ Trus oleh-oleh darisana apa?” tanyaku dengan nada pelan. Aku takut diketawain lagi sama Udith
“ Ayah juga gak tau” jawab Ayah “ Nanti kita nanya aja ke pendududknya”
“ Ngapain liburan, tapi gak tau oleh-olehnya?” seru Namira. Bunda langsung menjawabnya dengan lemah lembut
“ Mira, kebetulan Ayah ada dinas disana” jawab Bunda sambil tersenyum “ Ya, kita pikir, kenapa gak sekalian bulan madu”
” Kalo tempat wisatanya tau gak?” tanyaku. Sebenernya aku gak tau Lombok itu ada dimana. Serius!
” Ada pantai Sengigi, trus ada Kuta juga. Tapi jelas beda dong sama Kutanya Bali” jawab Ayah
” Pantainya natural banget” tambah Bunda ” Pasirnya putih dan lautnya berwarna turquoise”
” Turkuise?” aku bingung ” Apaan tuh?” Udith langsung ketawa lagi
” Turquoise” ralat Udith
” Terserah deh!” aku sebel diketawain pagi-pagi gini. Langsung cemberut deh.
” Dith, jangan ketawain adik kamu dong” kata Bunda ” Kasian” Udith tersenyum dan langsung merangkulku. Aku kaget, terutama Tama
” Maafin ya, adikku sayang” ada sedikit penekanan dikata ’sayang’
” Iya, kakakku sayang” aku juga menekan kata ’sayang’. Semuanya tersenyum kecuali Tama. Mereka seneng melihat aku dan Udith baik-baik aja. Gak ada curiga tuh dengan rangkulan Udith. Ya, mungkin cuma Tama yang merhatiin itu.
” Pesawat dengan tujuan Lombok . . .” semua terdiam mendengar pengumuman itu
” Wah, harus pisah sekarang deh” ucap Namira pelan
” Friesca pasti kangen” kataku. Baru aja kemaren aku bisa ngumpul dengan keluarga baru yang lengkap. Sekarang aku harus pisah lagi. Sebulan lagi.
” Hati-hati ya” Ayah mengacak rambutku ” Mira, jagain mereka ya”
” Kak Namira tinggal sama kita juga?” tanyaku kaget
” Kenapa gak suka?” gak tau kenapa, pandangan Namira tadi bener-bener tajam banget
” Gak. Cuma kaget aja . . .”
” Fries, kaliankan gak mungkin Cuma bertiga dirumah” jelas Bunda ” Ya, Mirra juga nginep aja. Diakan saudara kamu sekarang” aku mengangguk
” Nah, sekarang ayo kita pergi” Ayah mendorong troli koper-koper yang bejibun. Mendengar itu aku jadi ingin nangis
” Dah . . .” aku mulai terisak. Melihat itu, Udith semakin mempererat rangkulannya. Tama makin kesal melihat itu. Tapi dia terlalu sibuk dengan Namira yang juga mulai nangis. Ayah dan Bunda melambai dan pergi
” Jangan nangis dong, sayang” bisik Udith sekarang Uidht gak pake tambahan ’adik’ ” Mereka cuma bulan madu”
” Ayo, pulang” ajak Tama yang masih kesal dengan rangkulan Udith ” Aku mulai UAS hari ini”
” Aku juga harus kerja” kata Namira sambil mengusap airmatanya ” Tam, nebeng dong. Kalian jaga rumah, ya” aku kaget mendengar itu
” Kami? Berdua?”
Namira mengangguk
” Iya, kamu dan Udith” senyum Udith mengembang begitu aku menatapnya. Berdua dengan Udith?!
***
Aku, Udith dan rumah. Mungkin itu judul yang dipake kalo kejadian ini dijadiin film atau buku. Setelah Ayah dan Bunda pergi bulan madu ngedadak, sekarang cuma berdua dirumah yang segede supermarket itu. Tapi ini bisa dipake buat ngobrol tentang ciuman Udith waktu itu.
” Mau nonton?” tawar Udith ketika mereka berdiam diri selama sejam pulang dari bandara.
” DVD?”
” TV. Kamu pasti gak suka koleksi DVD aku” jawab Udith. Dia meraih remote dan menyalakan TV diruang keluarga ” Bukan kamu banget”
” Emang tentang apa?” aku sama sekali gak merhatiin sinetron yang tayang
” Kebanyakannya action” jawab Udith. Sekarang dia memperhatikan sebuah video clip band baru ” Thiller, komedi dan drama juga ada. Tapi itu film lama”
” Judulnya apa aja?” tanyaku lagi. Action emang bukan aku banget yang suka film drama dan komedi romantis
Ocean’s Eleven, The Bourne Supremacy , Star Wars“ aku bengong ngedenger judul-judul itu “ Chasing Liberty, Pirates of the Caribbean, kamu pasti gak suka”
” Kamu gak punya spiderman atau batman? Superhero gitu?” Udith mengeleng
” Aku gak terlalu suka film superhero”
Hollywood Land?”
Udith kaget ngedenger judul film itu
“ Kamu tau film itu?” aku mengangguk
“ Kan ada hubungannya sama superman” kataku
” Nonton itu aja, yuk” ajak Udith. Dia mematikan TV yang membosankan itu ” Aku baru beli DVDnya” Udith langsung berlari kekamarnya diatas. Aku senyum-senyum ngeliat itu. Ternyata aku banyak persamaan sama Udith
Udith kembali dengan DVD bergambar Adrien Brody, Diane Lane dan Ben Affleck itu.
” Aku seneng kamu tau film ini” Udith memasukkannya ke DVD player ” Semua cewek yang aku kenal gak tau sama sekali film ini”
” Aku tau”
” Iya, cuma kamu” jawaban itu berhiasi senyum Udith yang cute banget. oh, untung banget mantan aku yang dulu maksa aku nonton ini. Ternyata ada gunanya sekarang.
Filmnya mulai dan sebenernya aku gak terlalu merhatiin jalan ceritanya. Aku udah hafal banget sama jalan ceritanya. Secara aku udah nonton berkali-kali. Apalagi setelah Shyra beli DVDnya setelah aku paksa-paksa.
” Koq bengong?” tanya Udith. Dia juga gak merhatiin filmnya. Aku tersenyum
” Aku udah sering nonton film ini” jawabku ” Shyra punya DVDnya”
” Sama dong” kata Udith ” Aku juga udah nonton. Tapi DVDnya bajakan”
” Huh, gak modal” ejekku
” Jangan salahin aku dong” bela Udith ” Kita juga ngebajak. Liat sinetron-sinetron baru yang tiba-tiba banyak yang tayang. Rata-rata bajakan tuh”
” Sinetron beda sama film bioskop” kataku
Film Hollywood Land gak diperhatiin sedikitpun. Ini saatnya aku ngalihin pembicaraan.
” Dith . . .” Udith menoleh ” Tama gimana?”
” Gimana apanya?” Udith jadi bingung
” Diakan keliatan marah ngeliat kamu ngerangkul aku tadi” kataku ” Kamu gak . . .”
” Ngapain mikirin Tama?” tanya Udith.
Udith gak manggil Kak Tama!
” Diakan lagi UAS”
” Ya, biasanyakan kamu kayak yang ngelindungin dia” kataku selanjutnya ” Kamu berusaha biar Tama sama atau mirip-mirip sama aku. Ya, bisa dibilang kamu ngelindungin Tama”
” Aku cape gitu terus” aku terdiam mendengar itu ” Aku gitu buat jaga perasaan dia sama biar dia mau nganggep aku adeknya. Tapi kita malah berantem, pake fisik dan akhirnya Bunda nangis. Selalu aja. Apalagi kalo kamu lebih milih aku daripada dia”
” Sebenernya, aku lebih sayang kamu dari Tama” Udith terlihat kaget ” Tama kayak kakakku. Gak kayak kamu yang nyambung karena kita emang seusia”
” Beneran?”
” Iya dong” masa gak percaya sih?” Tadinya aku mau nerima kamu pas kita pulang nonton teater. Tapi malah ketemu Tama dan tau kalo kalian adik kakak. Akukan jadi gak enak”
” Kamu mau nerima aku?” aku mengangguk ” Kenapa gak bilang?”
” Aku tuh mau bilang tauk! Kamunya aja yang nyebelin. Pake ngelindungin Tama segala. Aku ngerasa kamu gak serius waktu nembak aku. Di kebun binatang lagi” Udith ketawa
” Emang Tama nembak kamu sama cara romantis ya?”
“ Nggak tuh. Malah bikin Shyra nangis dulu baru deh nembak aku. Nembak dadakan gitu”
“ Shyra nangis?”
“ Shyra pernah suka sama Tama. Tapi ditolak”
” Pantesan Tama selalu males ngangkat telepon rumah”
” Udah telat. Dia udah jadian sama Ogy”
” Tau koq. Ogy cerita” gak tau kenapa, aku dan Udith jadi terdiam sesaat
” Andai aja aku juga kayak gitu” gumanku
” Kayak gimana?” aku menatap Udith
” Jadian sama kamu. Seharusnya aku sering belanja ke supermarket itu biar ketemu sama kamu dulu. Trus aku gak ngasih harepan sama Tama. Kalo gitu kita bisa jadian dari dulu” aku ngomong dengan penuh rasa penyesalan yang selalu ada diakhir
” Kenapa gak sekarang aja?”
” Sekarang? Kitakan udah jadi saudara . . .”
” Saudara tiri” tegas Udith ” Mau gak?”
Jadian sama saudara sendiri? Walaupun saudara tiri, aku gak pernah mikirin itu. Tapi, kalo saudara tiri itu Udith . . .

Sunday, November 15, 2009

Saturday, November 14, 2009

When Holiday Come . .

My plans :

- Tiduran santai
- Baca Snow Country (masih belum sempet juga)
- Ngemil Lays
- Nonton Gossip Girl
- Dengerin The Pretty Reckless
- Mix and Match baju buat kuliah
- Praktekin ilmu D-I-Y


Kenyataannya?

Nyuci baju seember!


Cucian itu akan berlanjut mulai dari menjemur, melipat, menyetrikan dan masukin ke lemari.

Pokoknya serasa anak kostan banget lah! Padahal aku sempet mikir betapa enaknya anak kostan. Ngatur sendiri dan bebas, tapi nyatanya. . . Aku lupa selain mereka bebas pulang jam berapa (sesuai tata tertib di kostan mereka ya), mereka punya tanggung jawa yang gak bisa ditinggalin gitu aja (iya lah, entar mereka pake baju apa ke kelas dan makan apa malem nanti).

Aku emang tinggal di rumah jadi gak usah repot tentang makanan. Tapi semenjak my Mom pergi seminar ke Jogya selama sebulan, rumah kacau banget. Aku pulang sore, my Bro juga pulang sore dan my Dad apalagi. Mungkin aku emang harus belajar lebih mandiri.

Friday, November 13, 2009

Premiere Today




Kehancuran dunia yang diramalkan berabad-abad lalu oleh suku Maya, memunculkan pendapat dari para ahli yang menyatakan bahwa memang akan ada sesuatu yang dahsyat terjadi pada tanggal 21 Desember 2012. Seorang penulis, Jackson Curtis lalu mencari tentang kebenaran ramalan kuno tersebut dan juga berupaya agar peradaban manusia tidak punah. Bersama kedua anaknya, Jackson merasakan secara langsung hujan meteor, gempa bumi yang sangat besar, tsunami dan bencana alam lainnya. Selain dapat melihat special effect, kita juga akan mendapat banyak informasi tentang sejarah angka 2012 dari menonton film ini.

Thursday, November 12, 2009

Random Thought

"When the cat is away, the mouse will play" - from my another lecturer

Premiere Today


Emak, wanita usia lanjut yang sabar, tulus, dan penuh kebaikan hati, seperti umat Islam lainnya, sangat ingin menunaikan ibadah haji. Sayangnya, Emak tidak memiliki biaya untuk mewujudkan keinginannya. Emak sehari-hari berjualan kue dan juga dari Zein, anaknya yang duda, penjual lukisan keliling. Walaupun Emak tahu bahwa pergi haji adalah hal yang sulit diraih, Emak tidak putus asa, dia tetap mengumpulkan rupiah demi rupiah untuk disetorkan ke tabungan haji di bank. Zein, yang melihat kegigihan Emak, berusaha dengan berbagai cara untuk dapat mewujudkan keinginan Emak. Tapi, keterbatasannya sebagai penjual lukisan keliling, serta masalah-masalah yang diwarisinya dari perkawinannya yang gagal, menyebabkan Zein hampir-hampir putus asa dan nekat. Sementara, tetangga Emak yang kaya raya sudah beberapa kali menunaikan haji, apalagi pergi umroh. Di tempat lain ada orang berniat menunaikan haji hanya untuk kepentingan politik

Apakah ada jalan bagi Emak agar keinginannya terwujud? Apakah yang dilakukan Zein? Diwarnai berbagai drama yang saling jalin-berkelindan, film ini berkisah tentang ketulusan hati dan kerinduan kepada Tuhan, serta kecintaan luar biasa seorang anak kepada ibunya



Tuesday, November 10, 2009

Too Busy Too Bought

Finally, bisa juga aku beli buku Snow Country dan satu novel import buat latihan reading.



Waktunya mepet banget lagi. Aku baru mau ngambil Snow Country pas my Dad udah dateng ngejemput aku. Jadi gak sempet liat-liat yang lain. Untung sih, soalnya pulangnya kehujanan. Apa jadinya kalo aku maksa liat-liat buku yang lain? Mungkin aku and my Dad bakal bener-bener basah kuyup!

I found RAN as cover!



nb: Selamat Hari Pahlawan! XD

Sunday, November 8, 2009

Random Thought

"If you give a mouse a cookie, he's gonna want a glass of milk" - from my lecturer

Friday, November 6, 2009

Check, Sir, Check

Percakapan di kelas beberapa hari yang lalu

Dosen : You turn please
Aku : Ok. Let me tell you about the things that i always do. Every month, i always go to bookstore to check a new novel . .
Dosen : Take? What the kind of girl you are?
Aku : No! Check, sir, check
Dosen : Oohhh.

Baguuusss banget!
Percakapan ini juga yang bikin aku ngebet banget ke Gramedia. Di suasana yang mulai gelap, macet dan dengan berbekalkan uang yang cuma 30 ribu, aku nekat ke Gramedia kemaren. Hasilnya bener-bener memuaskan!







Bagus-bagus nih, menurut aku, dan bisa jadi bahan resensi aku. Buku yang bener-bener aku pengen baca itu yang ini.

Judul : Snow Country, Daerah Salju

Penulis : Yasunari kawabata

Penerbit: Gagas Media

Ringkasan Cerita :

Lagu pertama itu menyentuh sesuatu yang kosong di dasar perutnya, dan dalam kekosongan itulah suara shamisen bergema. Shimamura terkejut-atau, lebih tepatnya, ia terjengkang oleh sebuah pukulan telak. Terbenam dalam perasaan khidmat, dibasuh oleh gelombang penyesalan, tanpa daya, ia tak memiliki kekuatan lagi untuk melakukan apa pun, kecuali menghanyutkan dirinya pada arus yang menyeretnya, pada keriangan yang dilahirkan oleh Komako kepadanya.

Di daerah bersalju yang selalu dingin itu, Shimamura bertemu Komako, seorang geisha yang pipinya sewarna angsa yang baru dibului. Tanpa ia sadari, Shimamura tahu Komako tengah jatuh cinta padanya, begitu pula sebaliknya. Keduanya berusaha menemukan pembenaran atas cinta mereka, hingga akhirnya menyerah dan menyadari kalau cinta mereka telah gagal sejak kali pertama mereka bertemu.

Daerah Salju (Snow Country/Yukiguni) adalah sebuah master piece karya pengarang roman dari Jepang peraih penghargaan Nobel Sastra, Yusunari Kawabata. Sebuah haiku yang panjang, indah dan bermakna di hampir setiap kata-katanya. Kawabata mampu menjelmakan keindahan kebudayaan dan mitologi Jepang dalam novelnya ini.