MY LATEST VIDEO ON YOUTUBE



Read the story of this booktuber here ;D

Thursday, July 31, 2014

Ramadhan & Eid Mubarak 2014

Ramadhan

The Days I Have Been (Secretly) Waiting For


Selama seminggu, lebih satu hari, aku mendapat keringanan dan tidak berpuasa. Hari-hari itu aku manfaatkan untuk menyantap makanan dan kegiatan yang sedikitnya bisa menganggu kegiatan di bulan suci ini. Apa aja itu? Click here :)

The Buka Barengs

Sari, Selvy, Me, Iis, Ismy, Putri, Rima, and Puput
The KiosK, Cihampelas Walk

Me, Intan dan Prima
Tahu Tidur, Burangrang

Sayangnya, ada rencana buka bareng bersama seluruh teman kelas kuliahan dan teman sekelompok KKN Pagaden yang batal dilaksanakan. Semoga ada kesempatan lain untuk ketemu, berkumpul dan mengobrol :)

H – 1

Ketupat.

New clothes.

Bunga Sedap Malam.


Eid Mubarak

A picture is worth a thousand words. Jadi biarlah foto-foto di bawah yang menggambarkan dan menjelaskan kegiatanku tiga hari ke belakang ;p

Day 1 - Bandung

Sholat Ied.

Piring pertama.

Godaan yang nikmat.

Buah-buah penolong.

Outfit of the day.

Day 2 - Lembang


The view.

Sajian sederhana.

Makan baso pagi-pagi.

Macet, cet, cet.

It was too sweet. 

Day 3 - Banjaran

Outfit of the day.

Sumber karbohidrat.

Cemilan.

Tutut.

Setelah dua momen penting, lalu apa? Kembali ke aktivitas semula dengan pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Buat aku sendiri, ada delapan hari puasa yang harus dibayar, dimulai dari besok sampai Jumat depan. Semangaaaat :D

Wednesday, July 30, 2014

Mini Review: Edge of Tomorrow, The Fault in Our Stars and Step Up All In

Edge of Tomorrow


Genre:
Action/Sci-Fi
Director:
Doug Liman
Cast:
Tom Cruise, Emily Blunt, Bill Paxton, Brendan Gleeson, Kick Gurry, Dragomir Mrsic, Charlotte Riley, Jonas Armstrong, Franz Drameh, Masayoshi Haneda, Tony Way, and Noah Taylor


Major William Cage yang biasa bekerja di belakang meja tiba-tiba ditugaskan di garis paling depan dalam pertempuran melawan alien, yang disebut sebagai Mimics, yang tengah menghantui beberapa wilayah Eropa. Dia harus menyesuaikan diri sebagai prajurit, berlatih dalam sebuah tim dan menggunakan teknologi baju besi. Beberapa menit setelah mendarat di medan tempur, dia diserang mahkluk alien yang agak berbeda dan tersiram darahnya. Saat dia terbangun, penugasan dirinya ke perkemahan prajurit terjadi lagi seperti mimpi.  Hal itu terus terjadi jika dia mati terbunuh. Saat mati untuk kesekian kalinya, dia bertemu dan diberi sebuah pesan aneh oleh Sergeant Rita Vrataski.

Setelah bangun dan kembali ke waktu sebelum terjun ke medan perang, Cage langsung mencari Vrataski. Vrataski ternyata pernah mengalami hal yang sama dengan Cage. Lalu dia merancang sebuah rencana untuk menemukan titik pusat alien tersebut. Sedikit demi sedikit, Cage dan Vrataski mendekati tujuan mereka. Cage harus berlatih dan mati berkali-kali untuk mencapai kemajuan tersebut. Cage akhirnya berjuang sendiri setelah sadar, seberapapun dia berusaha, apapun yang dicoba, Vrataski tetap akan mati di tengah jalan.


Edge of Tomorrow ini adalah film action yang menegangkan, memacu adrenalin, memeras otak sekaligus bisa bikin ketawa ngakak. Kenapa bisa begitu? Film ini menegangkan dan memacu adrenalin karena ini bercerita tentang pertarungan manusia dan mahkluk alien. Tentunya banyak adegan pertempuran seperti saling menembak, membunuh, bertahan hidup dan korban berjatuhan. Ketika elemen memutar waktu ditambahkan, otak kita jadi otomatis berpikir. Bagian ini agak membingungkan, memang. Apalagi perputaran waktu berpengaruh besar pada kesimpulan akhir filmnya. Ah, sudahlah, itu bisa dipikirin nanti atau baca di Wikipedia. Aku lebih suka ngeliat dan ngetawain ekspresi Tom Cruise yang memerankan Cage. Di sini tokoh yang Cruise perankan berbeda dengan peran-peran jagoan yang hebat dan serba bisa. Jadi Cruise keliatan lucu banget hahahaha. Oh, jangan lupa sama Emily Blunt yang memerankan Vrataski. She’s looking good as always, tapi aksen British-nya masih terdengar jelas di telingaku.

My favorite scene: Wajah bengong nan polos Cage saat dia bangun dan mengulang hari untuk kesekian kalinya hahahaha


***

The Fault in Our Stars


Genre:
Drama/Comedy
Director:
Josh Boone
Cast:
Shailene Woodley, Ansel Elgort, Nat Wolff, Laura Dern, Sam Trammell, Willem Dafoe, Lotte Verbeek and Mike Birbiglia


Hazel Grace Lancaster, seorang remaja yang mengidap kanker paru-paru stadium 4, menghadiri sebuah grup penyemangat bagi penderita kanker. Di sana dia bertemu dengan Issac, remaja yang akan melakukan operasi mata dan temannya, Agustus ‘Gus’ Waters, remaja yang dinyatakan sembuh dari kanker tulang setelah kehilangan sebagian kakinya. Gus terang-terangan mengungkapkan bahwa dia tertarik dengan Hazel. Hazel tidak menanggapinya sungguh-sungguh karena dia merasa dirinya dan kanker seperti bom waktu yang akan meledak setiap saat. Tetapi Hazel dan Gus banyak menghabiskan waktu bersama dan menyukai sebuah novel berjudul An Imperial Affliction. Novel itu mempunyai akhir cerita yang ganjil. Hazel ingin sekali bertemu dengan penulisnya, Peter van Houten yang mengasingkan diri di Amsterdam. Dengan segala upaya, Hazel, ibu Hazel dan Gus berhasil pergi ke sana. Sayangnya, sikap sang penulis tidak seperti yang Hazel selama ini bayangkan.


The Fault in Our Stars is the best! Ceritanya manis, mengharukan dan terasa remajanya. Walaupun kanker hidup di badan masing-masing karakter, ini bukan film tentang kanker. Ini film tentang dua remaja yang saling jatuh cinta. Hanya saja waktu yang mereka punya sangat terbatas, dan mereka tahu itu. Oh, iya, jalan ceritanya setia loh sama novelnya. Sebenernya banyak sih yang detail nggak dibahas, seperti apa isi cerita buku atau minimnya cerita tentang keluarga Gus. But it was good, very good. Bagian-bagian penting dan memorable-nya ada koq. Hal lain yang menyenangkan dari film adaptasi ini adalah hebatnya Elgoft membawa Gus menjadi nyata. Ah, pokoknya pas banget. Eits, Woodley juga berhasil koq membawakan tokoh Hazel. Tapi tetep aku lebih suka Gus di sini. Senyumnya bikin aku tersipu-sipu sendiri.

Banyak pengalaman menarik saat akan, sedang dan selesai menonton film ini. Mengantri panjang dan bersaing dengan calon penonton yang sebagian memilih Transformers 4 (they didn’t know what they missed), lupa mempersiapkan tisu yang bikin aku menahan tangis sepanjang film, dan dikomentari pacar penonton sebelah karena mataku tidak basah. Uggh, dia nggak tau apa aku udah nangis-nangis saat baca bukunya. So, kalian harus nonton. Jangan lupa bawa tisu dan kalo bisa jangan ngajak pacar yang nggak sensitive hehehehe.

My favorite scene: saat Gus mengangkat kedua alisnya, bersamaan dan dua kali, kepada Hazel di acara makan malam di Amsterdam. Soo cute!


***

Step Up All In


Genre:
Drama
Director:
Trish Sie
Cast:
Ryan Guzman, Briana Evigan, Misha Gabriel, Adam Sevani, Alyson Stoner, Izabella Miko, Mari Koda, Martín Lombard, Christopher Scott, Stephen "tWitch" Boss, Luis Rosado, Chadd Smith, Parris Goebel, Stephen "Stevo" Jones, David "Kid David" Shreibman, Celestina Aladekoba and Freddy HS


Setelah membintangi sebuah iklan, Sean dan The Mob pergi ke LA dan mengikuti banyak audisi menari. Karena tidak kunjung mendapatkan pekerjaan, sisa anggota The Mob memilih untuk pulang ke Miami, sedangkan Sean tetap bertahan. Sean melihat info audisi The Vortex, sebuah kompetisi menari yang berhadiah kontrak pertunjukan sendiri selama tiga tahun di Las Vegas. Sean mengajak Moose untuk membentuk sebuah tim dan mendaftarkan diri. Moose setuju dan tak susah untuknya mengumpulkan teman-teman penarinya, termasuk Andie, yang sempat berhenti karena cedera. Masalah tidak hanya dari lawan terberat mereka, The Grim Knights, tapi juga dari dalam tim. Contohnya, Sean dan Andie seringkali mengalami ketidakcocokan saat berlatih dan bersikeras memimpin tim dengan caranya masing-masing. Tapi keduanya punya satu hal yang sama, mereka belum bisa melupakan mantan kekasih mereka yang sama-sama penari.

Step Up All In ini masih sama dengan tiga film Step Up sebelumnya. Ceritanya masih berputar pada sekelompok penari, entah dari jalanan atau sudah terkenal dan kompetisi atau sesuatu yang harus dicapai dengan tarian. Yang membedakannya adalah banyak wajah familiar yang kembali seperti Andie dari Step Up: The Street, Sean dari Step Up Revolution dan Moose yang seringkali muncul sebentar di banyak sekuel Step Up. Ini menarik! Apalagi mereka juga membahas sedikit tentang kisah cinta Andie dan Sean yang kandas karena hubungan jarak jauh. Dan sudah ditebak, Andie dan Sean jadi lebih dekat dengan nasib yang serupa itu.


Sayangnya, cerita cinta baru itu tidak begitu dieksplor. Mungkin karena ini film tentang tarian, ya tarian lah yang paling banyak mendominasi durasi. Cerita sih nggak begitu penting. Untuk segi tarian, seperti biasa keren dan bikin menganga. Banyak elemen baru yang menantang dan tak biasa hadir di sini, seperti api dan pasir. Tapi aku merasa musiknya tidak sesuai. Musiknya terlalu keras, beat-nya gak sesuai dengan gerakan, kurang enak aja liatnya.

You know what, aku nonton trailer-nya lagi setelah pulang dari bioskop. Ternyata adegan-adegan penting dan paling hebat itu udah ada di sana semua. Tapi aku beneran suka dengan kembalinya Andie dan pemain lain dari film Step Up sebelumnya. So, for Step Up’s produsers, kalo mau bikin film terusannya lagi (pasti kayaknya) coba ajak pemain lama, terutama Channing Tatum dan Jenna Dewan-Tatum yaaaa.

My favorite (dancing) scene: Sean dan Andie jalan-jalan berdua, menemukan taman bermain tak terpakai lalu menari bersama. Nah, di sini lagu dan gerakannya cocok.

Tuesday, July 29, 2014

Book Recap – Divergent Trilogy


Divergent Trilogy terdiri dari Divergent, Insurgent dan Allegiant adalah novel dystopian karya Veronica Roth. Ketiganya menceritakan tentang Beatrice Prior tinggal di kota yang dulunya adalah Chicago. Dia, keluarga dan orang-orang di dalamnya hidup dalam peraturan fraksi yang dibagi berdasarkan kemampuan dirinya. Ketertarikanku pada seri ini di mulai saat mendengar kabar novel pertamanya akan diangkat ke layar lebar. Yap, film adaptasi selalu menarik buatku. Apalagi salah satu karakternya diperankan oleh aktor yang pernah bermain di Downton Abbey. Bagi kalian yang belum tahu sama sekali dan berminat membaca bukunya atau sudah menonton versi layar lebarnya, bisa baca ringkasan reviewku tentang ketiga buku ini

---

543 Halaman
Mizan Fantasy, April 2012
Rp. 59.000,-

Divergent dimulai dengan kehidupan Beatrice Prior dari fraksi Abgenation. Dia merasa tidak cocok dengan prinsip fraksi yang dipilih ayah dan ibunya itu karena dia merasa perlunya mementingkan diri sendiri. Tapi disatu sisi dia juga tidak merasa fraksi-fraksi lain, Dauntless, Erudite, Candor, Amity cocok dengan pemikirannya. Hal itu yang membuat hasil tes kecakapannya – tes untuk menentukan fraksi saat umur enam belas tahun – kacau and tidak dapat disimpulkan. Tori, pengujinya dari fraksi Dauntless memberitahu Beatrice bahwa dia mempunyai sifat dari tiga fraksi sekaligus, Abgnegation, Dauntless dan Erudite yang berarti dia seorang Divergent. Beatrice tidak bisa memberi tahu ke-Divergent-annya kepada siapapun karena itu bisa menjadi masalah. Beatrice membawa rahasia itu meninggalkan Abnengation dan bergabung dengan Dauntless, fraksi pemberani yang membutuhkan kekuatan fisik yang besar. Dia merubah namanya dari Beatrice menjadi Tris dan mengikuti ujian inisiasi yang dipimpin oleh Four. 

Ke-Divergent-annya itu kadang muncul dan membuatnya berada di peringkat satu program inisiasi. Tris bisa bersikap sebagai Dauntless tapi sifat Abnegationnya kadang muncul dan membuat anggota fraksi Dauntless curiga. Apalagi mengingat Tris berasal dari fraksi yang ‘lemah’. Tris mencoba menutupinya tapi sebuah ujian simulasi menyadarkan Four dan diapun memperingatkannya. Tris mencoba mencari info sebanyak mungkin tentang Divergent tanpa diketahui orang lain. Hasilnya, menjadi Divergent memang berbahaya dan bisa saja menimbulkan perang antar fraksi.

Divergent itu yaaaa NYEBELIN BANGET! BIKIN AKU BOOK HANGOVER! Setiap aku selesai satu bab, aku pengen melanjutkan ke bab berikutnya. Kalo aku penasaran banget, kadang aku buka-buka halaman selanjutnya dan ketika menemukan sesuatu yang menarik tentang Four, aku langsung kembali ke halaman sebelumnya dan makin ngebut bacanya. Ketika aku mau tidur, bayangan Four muncul dan uugggh, gak sabar buat nunggu matahari terbit dan ngehabisin novel itu! Kenapa gak bergadang aja? Aku mencoba tidur senormal mungkin dan sekaligus menunda keasyikan ceritanya, biar lebih rame lagi. ‘Menyiksa’ diri dengan sengaja hehehe. Saat halaman terakhir beres dibaca, aku malah ngalamin book hangover karena ending-nya ngegantung! Dua hari kemudian aku langsung ke Rumah Buku dan beli Insurgent.Tapi beli berani dibaca karena aku harus ngetik review ini dulu hahahaha. Selengkapnya di sini !


Film Adaptation
Versi layar lebar dari Divergent sudah tayang Maret 2014. Baca reviewku di sini ;)

---


551 Halaman
Mizan Fantasy, 2012
Rp. 59.000,-

Cerita di halaman pertama Insurgent langsung meneruskan perjalanan Tris, Tobias, Marcus dan Peter yang melarikan diri dari markas Dauntless ke Amity. Mereka disambut oleh wakil fraksi Amity, Johanna dan sejumlah pengungsi dari fraksi Abnegation. Serbuan mendadak dari fraksi Erudite yang membawa serta para Dauntless pembelot, membuat mereka harus melarikan diri dan menemukan perkumpulan factionless. Factionsless yang semula dianggap lebih buruk dari kematian ternyata hidup secara berkelompok, mirip dengan fraksi lain dan dipimpin oleh Evelyn, ibu kandung Tobias. 

Tris dan Tobias lalu pergi ke fraksi Candor dan menemukan pengungsi dari fraksi lain, termasuk Dauntless yang setia dan Erudite yang kabur karena tidak bisa dimanipulasi. Para Dauntless lalu menyusun rencana untuk menyerang markas Erudite sekaligus bingung kenapa Janine, wakil fraksi Erudite begitu ingin mengendalikan semua orang termasuk para Divergent. Sebuah informasi ternyata telah disimpan rapat-rapat dan tidak ada pilihan selain mencarinya di komputer pribadi Janine. Tapi karena Amity dan Candor tidak mau membantu lalu Abnegation tidak bersisa, para Dauntless tidak punya pilihan selain bersekutu dengan factionless.

Insurgent benar-benar menyambung ceritanya dari ending novel pertama. Tanpa ada jeda untuk memperkenalkan sejarah singkat sedikitpun. Jadi buat kamu yang baca sinopsis buatanku diatas mungkin agak bingung dengan beberapa istilah atau konflik yang menjadi inti novel ini. Baiknya ya, baca novel pertamanya dulu ;) Dengan alur cerita yang masih lambat, novel ini menampilkan lebih banyak kekerasan dan pemberontakan yang tiada henti. Pindah ke fraksi ini, lalu pindah ke fraksi itu, dan akhirnya menetap di fraksi sendiri. Ya hitunglah sebagai jalan-jalan antar fraksi dan melihat perbedaannya. Entah kenapa semua itu nggak bikin aku excited atau book hangover sekalipun. Bukankah ini yang aku tunggu-tunggu? Apa mungkin karena hubungan Tris dan Tobias juga ‘memberontak’? Mereka tidak seakur dan semesra dulu huhuhuhuhu. Bahkan Tobias yang dulu keliatannya cenderung ke Abnegation sekarang malah terasa sangat Dauntless. Udahan deh book hangover-nya. Selengkapnya di sini !


Film adaptation
Versi layar lebar dari Insurgent sedang dalam proses mengambilan gambar dan direncanakan akan tayang 2015 ;)

---


496 halaman
Mizan Fantasi, Mei 2014
Rp. 65.000,-

Setelah berhasil menyebarkan video Edith Prior, Tris dan teman-temannya ditahan. Tobias sendiri bebas karena dia dijadikan tangan kanannya ibunya, Evelyn, pemimpin factionless yang mengambil alih kekuasaan Jeanine. Setelah ditanyai dibawah pengaruh serum kejujuran, Tris dan teman-temannya dibebaskan. Tapi mereka tidak suka dengan kehidupan tanpa fraksi yang membingungkan dan masih rawan kekacauan. Lalu Tris diajak orang misterius untuk mengikuti sebuah perkumpulan yang dinamai Allegiant. Misi mereka adalah mengembalikan fungsi fraksi-fraksi dulu dan mengikuti perintah dalam video Edith Prior untuk mengirimkan Divergent ke luar pagar perbatasan. Tris, Tobias, Cara, Christina, Uriah, Peter dan Caleb ditunjuk untuk pergi. 

Dengan pengorbanan sebuah nyawa, mereka berhasil keluar. Kenyataan yang mereka hadapi di luar kota sangat mengejutkan. Kota mereka, Chicago, ternyata adalah kota percobaan untuk menghasilkan orang-orang dengan gen sempurna, yang mereka kenal sebagai Divergent dan mempunyai kode MG (Murni Gen). Orang-orang yang tidak mempunyai gen sempurna diberi kode RG (Rusak Gen). Tobias sangat kecewa saat menemukan dia tidak memiliki susunan gen seperti milik Tris. Itu artinya selama ini dia bukan seorang Divergent dan dikategorikan sebagai manusia ‘rusak’. Nita, seorang peneliti yang juga dikategorikan sebagai RG, mengajaknya dalam sebuah misi rahasia agar MG dan RG punya kesetaraan.

Rasanya campur aduk saat aku baca Allegiant ini, apalagi pas bagian ending-nya. Banyak hal yang bikin aku agak pusing. Pertama, penceritaannya memakai dua point of view, Tris dan Tobias. Kadang aku salah mengerti, selalu mikir Tris yang ngomong, eh ternyata itu Tobias. Ternyata penggunaan dua PoV itu ngebantu aku kenal lebih dekat dengan Tobias, yang selama ini aku lihat sangat kuat. Nyatanya dia juga punya sisi rapuh dan takut yang cukup besar. Yang aku juga sukai dari PoV Tobias adalah besar rasa cintanya buat Tris, hehehe. Kedua, nama-nama karakter lain selain Tris dan Tobias. Aku baca Insurgent setahun yang lalu, udah lupa deh sama siapa dan peran mereka. Yang aku inget sih cuma tokoh-tokoh yang ada di Divergent dan juga muncul di film adaptasinya. Aku baca terus deh daripada harus buka-buka dua novel yang sebelumnya. Ketiga, masalah MG dan RG. Terkuak sudah semua kebohongan, tipu daya, kepalsuan dan propaganda. Ceritanya jadi sangat berbeda dengan dua buku sebelumnya.Aku ngerasa sama syoknya sama Tris, Tobias dan lainnya. Tapi aku kagum dengan ide gen itu. Gila. Kamu-kamu baca sendiri, deh, biar lebih ngerti dan ngerasain efeknya. Selengkapnya di sini !


Film Adaptation
Versi layar lebar dari Allegiant akan dibuat dalam dua bagian dan tayang tahun 2016 dan 2017 ;)

---

Itu dia ketiga buku dalam Divergent Trilogy. Setelah selesai membaca semuanya, kini saatnya menunggu film adaptasinya satu persatu dibuat dan ditayangkan atau bisa juga baca tulisan Veronica Roth lain tentang dunia Divergent yang mengambil sudut pandang Four. Tapi buku-buku itu susah ditemuin di sini. Ada yang mau ngasih atau ngebeliin? ;p

Monday, July 28, 2014

Happy Eid Mubarak 1435 H :D

“Apologize! That's the least you can do to try to make right something you have wronged.” 

Sunday, July 27, 2014

The Only One to Find


[Korean]
I ma-eum-e issneun sesang-gwa boyeojineun pung-gyeongdeulgwa 
 neukkil suga issneun modeun geos 
 Oh ~ aicheoleom usneun eolgul gakkeum gakkeumssig 
 nae jag-eun bang-e olmgyeonohgo sip-eun geol 
 Oh~ maeil achim kkum-eseo maeil gat-eun gos-eseo 
 geudael mannal su iss-eo 
 Oh~ Something nobody knows (It’s) feel like heaven’s eye! 
ije nal-agal sudo iss-eo 
 mundeug nan jam-eseo kkaeeona changmun-eul yeol-eodugo 
 gibun joh-eun sangsang-e ppajyeoissne nawa gat-eun sesang-gwa 
 naleul dalm-eun nunbichgwa supil gat-eun neogneoghan maldeul 
 ttatteushage deullyeojuneun mogsoli tto daleun 
 naui moseub-eul chaj-eul su issneun ojig hansalam saepalan geoli wie pin seon-yul-eul gajin pyojeongdeul 
nal usge mandeun modeun geos. 
Oh~ ijen sangnyeomdeul-eun salajyeo gago 
 i sungan-eun haengboghal geos gat-a 
 mundeug nan eojesbam kkumsog-e geu gil-eul geodgo issne 
 ama geugeon kkumgyeoldo anin geoya 
 nawa gat-eun sesang-gwa naleul dalm-eun nunbichgwa 
 supil gat-eun neogneoghan maldeul ttadeushage deullyeojuneun mogsoli 
 tto daleun naui moseub-eul chaj-eul su issneun ojig hansalam 

[English]
Seen in this world and the landscape of the heart and I can feel all the things 
Sometimes a smile like a child sometimes 
Oh ~ I want to put in a small room move 
 Oh ~ in the same place every morning and every dream 
 I can meet ya baby 
 Oh ~ Something nobody knows (It's) feel like heaven's eye! Now, I could fly 
 I woke up suddenly leave the windows open 
 It feels like me get a good imagination and the world 
 Generous words for me as resembling the eyes and essays 
 Another warm voice telling 
 In my view the only one to find the deep blue fin tune on the street made ​​me laugh with all facial expressions. 
Oh ~ Now thoughts are disappearing 
 I think at this moment you are happy 
 I dreamed last night that suddenly walking down the street 
It'll probably not even a dream 
 Looks like me and look like me and the world 
 Warmly generous words essay telling the same voice 
 Another way I was the only one to find

Happy Sunday ;D

Saturday, July 26, 2014

Every Summer Has a Story

I was not a reality show fan . . . until Grace Helbig mentioned this show.


@SummerBreak menceritakan tentang sekumpulan remaja di California, Los Angeles menghabiskan musim panas mereka. Mereka adalah Alex, Clara, Connor, NiaLena, Kostas, Ray, Trevis, dan Zaq. Selain itu ada teman-teman mereka seperti CBass, Whitney, Haylie, Karlie, Raina dan Guy. Musim panas kali ini berharga karena sebagian dari mereka sudah lulus sekolah dan akan memasuki jenjang kuliah. Jadi mereka benar-benar menikmati waktu yang tersisa dengan pergi kamping, menyelam, menginap di sebuah kabin, dan melakukan road trip ke San Fransisco. Di sela-sela kegiatan itu terselip kisah percintaan dan persahabatan.

Season pertama @SummerBreak tayang tahun lalu dengan jumlah 51 episode, di luar episode trailer, perkenalan cast dan behind the scene. Sekarang season keduanya sudah mulai dan 13 episode sudah tayang. Setiap episode @SummerBreak diunggah di YouTube tiap hari Selasa, Kamis dan Minggu. Panjang setiap episode berbeda-beda. Ada yang berkisar sekitar 2-5 menit, ada juga yang sampai 15-25 menit.


Yang membedakan @SummerBreak dengan reality show lainnya adalah . . aku nggak tau pasti. Apakah karena tidak tayang di TV, melibatkan kecanggihan media sosial, atau tagline-nya ‘real kids. real life. real time’? Yang pasti aku ketagihan! Bagi kamu yang sudah membaca postingan The Days I Have Been (Secretly) Waiting For, aku menyebutkan acara ini dan season pertamanya aku lahap dalam tiga hari. Tapi sejak saat itu aku belum mencoba menonton season keduanya. Tak satu episode pun.

Why?

Karena cast-nya sekarang adalah sekumpulan remaja yang berbeda. Yang masih bertahan tinggal Ray, Whitney dan Zaq. Aku terlalu suka dengan kesan yang season pertama tinggalkan. Aku jadi takut season keduanya tidak bagus atau malah buruk dan bikin aku kesal. Namun bukan berarti aku beneran nggak bakal nyoba nonton season kedua. Aku masih penasaran dengan kegiatan mereka, terutama Ray dan Whitney, yang sekarang (kayaknya) nggak cuma numpang lewat. Mungkin aku bakal nonton ketika semua episode sudah keluar dan nonton maraton aja ;p

Buat kamu-kamu yang penasaran, bisa nyoba nonton season pertama episode kesatunya di sini dan sini. Don’t blame me if you suddenly addicted to it, hihihihi.

Friday, July 25, 2014

Mr. Grey Will See You Now


The first trailer of Fifty Shades of Grey came out yesterday! The wait is over, at least for a while. I couldn’t be more excited and breathless. Yeah, the moment I finished watch the trailer, I was like . . out of mind. Need a while to pull myself together. I hope wrote this kinda silly post would help. Let’s review the trailer, scene per scene and see if I can recall anything from the book ;)

*SPOILER ALERT*

*SPOILER ALERT*

*SPOILER ALERT*

:p

0.10 - 0.14 -- Oh, the silly Anna.


0.17 - 0.22 -- The secretaries are obviously more attractive than her.

0.26 -- There he is.






0.29 - 0.49 -- The interview is very awkward . .

0.51 -- . . until his face shows.

0.55 -- Laters!

0.58 -- Hmm, so the photo shoot takes place in a ball, not a hotel room. 

0.59 -- And hey, Jose.

1.00 -- Also, hey, Taylor

1.02 -- I guess this is when they are going for a walk and have coffee after the photo shoot.


1.04 - 1.05 -- 'I'll have coffee with Christian Grey, and I hate coffee'



1.08 - 1.12 -- 'Oh, fuck the paperwork'


1.15 - 1.16 -- Charlie Tango!


1.17 - 119 -- They are dancing, what is the occasion?


1.20 - 1.21 -- I'm sure this is when Christian saves Anna from the bikes

1.23 -- The piano scene!


1.25 - 1.26 -- I didn't know Christian likes to run.

1.27 -- Let her go, Jose. Oh, btw, it's Christian behind them


1.29 - 1.31 -- First time, Anna?



1.32 - 1.35 -- The super hot dinner


1.35 - 1.38 -- Boy and his toys

1.39 -- You're supposed to bite your lip, Anna


1.40 - 1.41 -- Errr, I don't remember or can recall this scenes



1.42 - 1.44 -- They look like a normal couple here.



1.45 - 1.50 -- I think it's the day after Christian saves Anna from Jose, and morning run earlier.


1.54 -- Let's enter the Red Room of Pain, baby



1.58 - 1.59 -- Uh, oh.

2.00 Bath after Anna's first time?

2.00 Oh, baby, you're so tired, don't you?


2.01 When music takes a larger part in sexual intercourse.


2.13 LOOOOVE THAT SONG!!

Fuiiihhh, what a hot trailer! Now, be patient until Valentine’s Day 2015. I wish they give us another trailer, clip and also new posters to hold on until then *finger crossed*. If you’re kinda lost, read my book review of Fifty Shades of Grey, Fifty Shades Darker and Fifty Shades Freed, try to listen to my kinky f-ckery playlist inspired by those books or experience my struggle of book hangover here.

Laters, baby :*
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...