MY LATEST VIDEO ON YOUTUBE



Read the story of this booktuber here ;D

Saturday, August 17, 2013

Dirgahayu Republik Indonesia Ke-68


Tujuh belas agustus tahun empat lima 
Itulah hari kemerdekaan kita 
Hari merdeka nusa dan bangsa 
Hari lahirnya bangsa Indonesia 
Merdeka 

 Sekali merdeka tetap merdeka 
Selama hayat masih di kandung badan 
Kita tetap setia tetap setia 
Mempertahankan Indonesia 
Kita tetap setia tetap setia 
Membela negara kita


MERDEKA!

Apa yang kalian lakukan di hari kemerdekaan ini? Ikut upacara peringatan? Nonton siaran langsung upacara di Istana Negara? Menjadi panitia lomba? Atau malah ikut lomba balap makan kerupuk? Aku sih nonton dua film yang cukup membanggakan Indonesia. Pertama, Java Heat yang merupakan film Hollywood yang mengambil lokasi di Yogyakarta. Dan kedua, Sang Penari yang sempat diikutkan ke Oscar walau tidak masuk nominasi. Let’s review them out :D

Java Heat
Genre:
Action
Sutradara:
Conor Allyn
Pemain:
Kellan Lutz, Mickey Rourke, Ario Bayu, Tio Pakusodewo, Atiqah Hasiholan, Rahayu Saraswati dan Rio Dewanto
Trailer

Jake, seorang pria kebangsaan Amerika bekerja sama dengan Hashim, polisi muslim Indonesia untuk menangkap pencuri permata internasional yang juga menculik anak Sultan untuk merebut warisan kerajaan.

Java Heat adalah sebuah film action yang tanggung tapi cukup menghibur. Jalan ceritanya yang berlapis-lapis (apakah ini tentang teroris berkedok Islam, percurian permata atau masa lalu tokoh Jake) sempat membuat aku bingung. Tapi setelah itu aku memutuskan untuk nggak banyak mikir, just enjoy it. Hasilnya? Aku jadi banyak ketawa dengan bromance Jake dan Hashim dan beberapa adegan kejar-kejaran dan berantem yang tanggung. Uggh, kalo lebih banyak dan lebih tertata, adegan itu bakal lebih keren. Aku juga menemukan beberapa info tentang Indonesia yang salah di film ini. Tapi itu membuat aku berpikir, jangan-jangan film Hollywood yang mengambil lokasi di luar Amerika juga tidak selalu benar dan infonya disesuaikan dengan cerita yang ada. Jadi jangan langsung percaya ya, guys hahaha. Dibalik kesalahan itu, film ini secara langsung mempromosikan kebudayaa Indonesia. Hmm, cukup bangga lah. Untuk bagian aktornya, aku malah merhatiin Ario Bayu yang bermain sangat bagus. Nggak sabar liat dia jadi Soekarno :D

Adegan yang aku suka: Jake dan Hashim merebut mobil perhiasaan tanpa rencana yang pasti. Mereka bahkan sempat membicarakan masa lalu Jake :p



***

Sang Penari
Genre:
Drama
Sutradara:
Ifa Isfansyah
Pemain:
Prisia Nasution, Dewi Irawan, Oka Antara, Slamet Raharjo, Tio Pakusodewo dan Hendro Djarot
Trailer

Rasus dan Srintil hidup di sebuah desa miskin bernama Dukuh Paruk. Cinta mereka terhalang oleh para tetua yang percaya bahwa Srintil ditakdirkan untuk menjadi ronggeng. Srintil menyanggupinya karena dia memang ingin menari dan juga untuk menghapus dosa kedua orang tuanya yang tidak sengaja meracuni ronggeng sebelumnya. Tapi Srintil sadar bahwa menjadi ronggeng berarti menjadi milik semua orang. Rasus sakit hati akan hal itu. Lalu dia memutuskan meninggalkan desanya untuk menjadi tentara.

Sang Penari ini film yang Indonesia banget ya. Aku kagum dengan penggambarannya tentang Indonesia tahun 1960-an yang tersaji begitu apik dan menyakinkan. Sayang banget nggak masuk nominasi Oscar! Dan kisah cinta Rasus dan Srintil yang menjadi fokus di film ini begitu tragis dan menyayat hati. Aku sempet baca halamannya di Wikipedia dan menemukan pendapat kisah cinta ini mirip disandingkan dengan tragedi Shakespeare. Memang benar adanya! Aku sampe gemeteran dan pengen nangis ngeliat mereka. Good job, Prisia dan Oka! Selain kisah cinta, film ini juga mengangkat segi seni budaya, kehidupan sosial dan bahkan kondisi politik saat itu. Cocok bangetlah untuk aku. Sayangnya bahasa yang digunakan kebanyakan adalah bahasa Jawa Tengah (mungkin?). Aku sama sekali nggak ngerti dan nebak-nebak aja. Ya sudah lah, mungkin nanti aku belajar bahasa Jawa aja atau sekalian baca novel karya Ahmad Tohari untuk lebih lengkapnya :D

Adegan yang aku suka: Rasus datang ke jendela kamar Srintil dan memeluknya, menenangkannya :’)



Ini salah satu cara mengisi kemerdekaan, bukan? Berkarya dan mengapresiasi karya bangsa dan membawanya ke kancah Internasional. Semoga film-film lain, dari Indonesia ataupun mengenai Indonesia, juga bisa membanggakan ya. MERDEKA!

No comments:

Post a Comment

Thanks for leave your comment :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...