MY LATEST VIDEO ON YOUTUBE



Read the story of this newbie booktuber here ;D

Saturday, December 20, 2014

Never Fade - Takkan Pernah Pudar

Alexandra Bracken
624 Halaman
Fantasious, November 2014
Rp. 89.500,-

Setelah menghapus jejak dirinya dalam benak Liam dan meninggalkan teman-temannya demi melindungi mereka, Ruby terjun dalam misi-misi berbahaya untuk Liga Anak. Walau tujuan Liga Anak adalah menyelamatkan anak-anak yang diculik dari keluarga mereka dan dikurung dalam kamp-kamp karena kekuatan yang nyaris tak sadar mereka miliki, Ruby menjadi mengerti bahwa orang-orang baik tak selamanya baik.

Dengan kemampuan yang dimilikinya, Ruby terlibat dalam misi untuk mencari flashdrive penting berisi rahasia mengenai penyakit yang menewaskan sebagian besar anak di Amerika. Namun, untuk itu ia harus melakukan hal yang paling tidak ia inginkan lagi di dunia: bertemu Liam.
Dalam perjalanannya melintasi negara putus asa dan tak kenal hukum untuk mencari Liam dan jawaban atas segala musibah yang telah mengoyak hidupnya, ia harus memilih antara sumpahnya pada Liga, teman-temannya, serta pemuda yang paling dicintainya. Ruby bersedia melakukan apa pun demi mereka.

Namun, bagaimana seandainya bertahan hidup bukanlah pilihan?

Ketika aku melihat novel Never Fade - Takkan Pernah Pudar terselip di rak di Pittimos, jantungku berhenti berdetak sesaat, saking bahagia dan terharunya. Akhirnya aku bisa melanjutkan apa yang menggantung di buku sebelumnya, The Darkest Mind. Langsung aku ambil dan pinjam untuk seminggu. Ternyata aku hanya butuh 48 jam saja untuk mencapai halaman terakhir. Let’s review it now :D

"Cate pernah memberitahuku, dulu sekali, bahwa satu-satunya cara untuk keluar dari masa lalu adalah mencari cara untuk menutupnya di belakangmu, menutup satu pintu sebelum melewati pintu lain ke kamar yang lebih terang. Aku takut. Itulah kebenarannya. Aku takut akan rasa bersalah dan malu yang akan membanjiriku saat menelusuri jejakku kembali, memutar kunci, dan menemukan anak perempuan yang telah kutinggalkan." – halaman 212 - 213

Setelah meninggalkan Charles ‘Chubs’ dalam keadaan sekarat dan menghapus sebagian ingatan Liam Stewart, Ruby Daly bergabung dengan Liga Anak yang dipimpin oleh John Alban. Karena kemampuannya sebagai Oranye, dia menjadi ketua dalam kelompok kecil Psi yang terdiri dari Vida (Biru), Jude (Kuning) dan Nico (Hijau). Enam bulan kemudian, Ruby melaksanakan sebuah operasi penyelamatan seorang agen bersama Vida dan tim agen yang dipimpin Rob Meadow. Sebuah serangan kecil yang hampir membunuh dirinya dan Vida, yang dicurigai dirancang oleh Rob. Lalu Jude dan Nico memberitahu Ruby bahwa ada pemberontak di dalam Liga Anak. Pemberontak itu, termasuk Rob, tidak sabar dengan langkah lambat pemimpin mereka dan berencana menjadikan anak-anak Psi sebagai umpan untuk meruntuhkan pemerintahan Presiden Gray.

Perhatian Ruby sedikit teralih kepada agen yang dia selamatkan. Agen itu adalah Cole Stewart, kakak kandung Liam. Cole sedang melakukan sebuah operasi mengenai penelitian tentang penyakit Idiopathic Adolescent Acute Neurodegeneration (IAAN) – Degenerasi Saraf Akut Remaja saat ditangkap. Dia menyimpan semua data di sebuah flash drive yang dijahitkan ke jaketnya. Saat Ruby masuk ke pikiran Cole, terungkaplah jaket itu tertukar dan terbawa oleh Liam. Ruby dan Cole lalu merancang sebuah operasi rahasia untuk mengambil flash drive itu tanpa memberitahu siapapun demi melindungi Liam. Saat melakukan operasi selanjutnya, Ruby harus kabur dari Rob, melindungi Jude, berlari dari kejaran Vida dan juga Chubs yang kini bekerja sebagai Pelacak Jejak.

Friday, December 19, 2014

Winna Efendi’s Books Reading Challenge 2014: Wrap Up Post


Ini reading challenge di tahun 2014 kelima yang selesai. Huraaa- eh, sebenernya belum beres sih, tapi aku tidak gagal juga. Jadi, gini, reading challenge yang digagas oleh Luckty ini menantang para pembaca untuk membaca karya Winna Efendi yang sekarang sudah mencapai 11 novel. Tiga di antaranya, Draf 1, Refrain, dan Melbourne: Rewind sudah ada baca. Aku juga berhasil melahap enam buku yang lain. Daftar judul novelnya sebagai berikut :)

1. Unbeliveable
2. Remember When
3. Ai
4. Truth or Dare 
5. Unforgettable
6. S.C.H.O.O.L Tomodachi

Nah, dihitung-hitung, dari 11 novel yang ada, aku cuma baca 9 saja. Buku yang tidak aku baca itu, The Journey, sudah sangat sulit ditemukan. Di tempat peminjaman buku pun, buku bertema traveling itu sedang dipinjam dan telat dikembalikan sebulan lebih! Lalu ada juga Happily Ever After, yang baru terbit sekitar seminggu yang lalu. Peredaran novel ini belum merata di toko-toko buku. Jadi belum ada kesempatan untuk membacanya. Tapi diingat-ingat reading challenge ini tidak ada 'level-levelan'. Tapi aku tidak berhasil membaca semua novel. Tapi, tapi tapi . . aku sebenernya berhasil menyelesaikan tantangan ini atau tidak?

Meskipun masih bingung dengan hasil reading challenge ini, aku harus mengakui aku menyukainya. Karena saat membaca satu persatu karya dari penulis yang sama, aku bisa merasakan perkembangan dan gaya khasnya. Di antara 9 novel yang aku baca, Remember When dan Unforgettable adalah dua novel yang paling berkesan buatku. Kalian harus coba baca kalo sempat.

Sekian laporan reading challenge-ku. Mungkin tahun depan aku akan mencoba membaca karya dari penulis yang sama, mungkin John Green, Dahlian, Rainbow Rowell dan Windry Ramadhina. Tapi itu tidak melakukannya atas nama 'reading challenge'. Just try it for fun. Kalau beneran jadi, nanti aku tulis perkembangannya di blog ini. Good day y'all! :D

Thursday, December 18, 2014

Self Reading Challenge – Books to Movies 2014

Aku lupa sejak kapan aku punya kebiasaan dan ketertarikan ini, yang jelas buku yang diadaptasi ke layar lebar selalu ‘bersinar’ lebih terang di mataku. Begitu pula yang terjadi pada film adaptasinya. Tidak peduli novel atau filmnya lebih dulu, aku akan mengusahakan diri untuk bisa menikmatinya. Dan seperti yang sudah diketahui secara umum, perdebatan buku dan film adaptasinya selalu muncul. Aku seringkali kecewa saat melihat isi film adaptasi itu tidak sesuai ‘dengan imajinasiku’ saat membaca bukunya. Tapi tak jarang juga, aku menikmati filmnya dan kurang suka dengan bukunya. Yang mengejutkan, aku bisa menyukai cerita di buku dan filmnya dan tidak mengacuhkan segala perbedaan yang ada. Makanya, setiap ada kabar buku diadaptasi ke film, aku berusaha berpikir positif dan optimis. Aku juga tidak menyerah untuk mencoba membaca dan menontonnya.

Sepanjang tahun 2014 ini, banyak judul film adaptasi tayang, baik dari dalam dan luar negeri. Ini tentunya sangat menarik buatku. Sehingga aku memacu diri untuk membaca dan menonton filmnya. Lalu aku sadar kebiasaan ini punya semacam pola atau kategori yang terbagi tiga. Satu, aku sudah baca bukunya minimal setahun sebelum filmnya tayang. Dua, aku membaca dan menonton filmnya/menonton film dan membaca bukunya di tahun yang sama. Tiga, aku menonton filmnya minimal setahun sebelum aku akhirnya membaca bukunya. Kemudian aku menjadikan ini sebagai reading challenge yang aku berikan untuk diriku sendiri. Kusebut sebagai ‘self reading challenge’ (semoga nama ini make sense dan artinya sesuai dengan apa yang kumaksud, ya). Nah, berikut adalah laporannya yang disertai pendapat pribadiku. Kalian bisa klik tulisan ‘read’ atau ‘watched’ untuk menuju review post-nya :D

1. Read the Books then Watched the Movies

- Divergent
Read in May 2013 | Watched in March 2014
And I prefer . . the book!

- Marmut Merah Jambu
Read in June 2011 | Watched in May 2014
And I prefer . . the book!

- The Fault in Our Stars
Read in July 2013 | Watched in June 2014
And I prefer . . both!

- The Great Gatsby
Read in August 2012 | Watched in September 2014
And I prefer . . the movie!

- The Hunger Games: Mockingjay
Read in January 2013 | Watched in November 2014 (Part I)
And I prefer . . err, I dunno.

2. Read and Watched Them in Same Year

- Vampire Academy
Watched in February 2014 | Read in February 2014
And I prefer . . the movie!

- You Are the Apple of My Eye
Watched in March 2014 | Read in March 2014
And I prefer . . the movie!

- 3600 Detik
Watched in April 2014 | Read in April 2014
And I prefer . . err, I dunno.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...