MY LATEST VIDEO ON YOUTUBE



Read the story of this booktuber here ;D

Thursday, September 8, 2016

Kamis, Ke Bioskop Yuk! – September 2016

Kamis adalah hari rilisnya film Indonesia di bioskop. Di bulan Februari, ada sebelas film lokal yang bisa kamu tonton :)

1 September

Ini Kisah Tiga Dara


Aku Ingin Ibu Pulang


8 September

Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss – Part 1


Algojo: Perang Santet

Wednesday, September 7, 2016

The Girl on the Train

Paula Hawkins
Penerjemah: Inggrid Nimpoeno
Perancang Sampul: Wida Sartika
432 Halaman
Noura Books, September 2015 (Cetakan II)
Rp. 79.000,-

Rachel menaiki kereta komuter yang sama setiap pagi. Di pinggiran London, keretanya akan berhenti di sebuah sinyal perlintasan, tepat di depan rumah nomor lima belas. Tempat sepasang suami istri menjalani kehiduan yang tampak bahagia, bahkan nyaris sempurna. Pemandangan ini mengingatkan Rachel pada kehidupannya sendiri yang sebelumnya sempurna.

Pada suatu hari, Rachel menyaksikan sesuatu yang mengejutkan. Hanya semenit sebelum kereta mulai bergerak, tapi itu sudah cukup. Kini pandangannya terhadap pasangan itu pun berubah.

The Girl on the Train meledak di awal tahun 2015. Di Goodreads, hampir semua temanku memasukkan buku ini ke rak ‘read’ atau ‘to-read’. Aku, yang suka banget sama kereta api, tentu jadi tertarik untuk membaca buku yang disebut sebagai penerus Gone Girl ini. Begitu versi terjemahannya terbit tahun lalu, aku langsung membelinya. Tapi bukunya tidak aku baca sampai aku ingat bahwa film adaptasinya akan tayang awal Oktober 2016! Now, let’s review it :D

"Setiap kali aku merasa hendak meraih momen itu, ingatan itu melayang kembali ke dalam bayang-bayang, persis di luar jangkauanku." – halaman 57

Rachel Watson menaiki kereta komuter di pagi hari untuk pergi ke tempat kerjanya di London dan sorenya untuk kembali ke kamar sewaannya di tempat tinggal temannya, Cathy. Rachel punya masalah dengan minuman beralkohol. Dia sering mabuk dan tidak ingat apa pun keesokan harinya. Kecanduannya semakin menjadi setelah pernikahannya dengan Tom berakhir. Mantan suaminya itu berselingkuh dengan perempuan lain, Anna. Rachel sulit menerima kenyataan itu apalagi pasangan baru itu dengan cepat dikaruniai seorang anak dan tinggal di rumah yang dulu dia tempati.

Di setiap perjalanannya, kereta Rachel berhenti sejenak, tak jauh dari rumah lamanya. Dia juga memperhatikan sebuah rumah yang ditempati sepasang suami istri. Jason dan Jess, begitu Rachel menyebut pasangan sempurna itu. Pada suatu pagi, Rachel menyaksikan kejadian mengejutkan di rumah tersebut. Dibantu alkohol, dia memberanikan diri untuk mengunjungi rumah itu, ingin memperingatkan penghuninya. Yang terjadi kemudian, Rachel terbangun di kamarnya dengan kondisi babak belur dan Jess dinyatakan hilang.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...