MY LATEST VIDEO ON YOUTUBE



Read the story of this newbie booktuber here ;D

Wednesday, November 26, 2014

Fangirl

Rainbow Rowell
456 Halaman
Penerbit Spring, November 2014
Rp. 74.000,-

Cath dan Wren—saudari kembarnya—adalah penggemar Simon Snow. Oke, seluruh dunia adalah penggemar Simon Snow, novel berseri tentang dunia penyihir itu. Namun, Cath bukan sekadar fan. Simon Snow adalah hidupnya!

Cath bahkan menulis fanfiksi tentang Simon Snow menggunakan nama pena Magicath di Internet, dan ia terkenal! Semua orang menanti-nantikan fanfiksi Cath.

Semuanya terasa indah bagi Cath, sampai ia menginjakkan kaki ke universitas. Tiba-tiba saja, Wren tidak mau tahu lagi tentang Simon Snow, bahkan tak ingin menjadi teman sekamarnya!

Dicampakkan Wren, dunia Cath jadi jungkir balik. Sendirian, ia harus menghadapi teman sekamar eksentrik yang selalu membawa pacarnya ke kamar, teman sekelas yang mengusik hatinya, juga profesor Penulisan Fiksi yang menganggap fanfiksi adalah tanda akhir zaman.

Seolah dunianya belum cukup terguncang, Cath juga masih harus mengkhawatirkan kondisi psikis ayahnya yang labil. Sekarang, pertanyaan buat Cath adalah: mampukah ia menghadapi semua ini?

Setiap channel booktuber yang aku tonton pasti membuat review mengenai Fangirl, atau novel karya Rainbow Rowell lainnya. Itu membuatku penasaran, ingin ikut membacanya. Senang sekali rasanya saat mendengar Penerbit Spring, imprint dari Penerbit Haru, mengeluarkan novel ini sebagai novel terjemahaan pertama mereka. Saking tidak mau ketinggalannya, aku membeli novel ini sesegera mungkin di Gramedia. Aku tidak punya waktu untuk menunggunya muncul di toko buku diskon atau membelinya secara online. I wanted it ASAP! Now, let’s review it :D

"Rasanya menyenangkan menulis di kamarnya sendiri, di tempat tidurnya sendiri. Terhanyut dalam Dunia Mage dan terus begitu, tidak mendengarkan suara apa pun di dalam kepalanya kecuali suara Simon dan Baz. Bahkan tidak juga suaranya sendiri. Ini sebabnya Cath menulis fanfiksi." – halaman 102

Cather ‘Cath’ Avery memulai kehidupan kuliahnya dengan kegelisahan. Semua yang dulu begitu terkendali dan stabil perlahan mulai berubah. Wren, saudari kembarnya, menolak menjadi teman sekamarnya. Itu membuat Cath merasa kesepian. Dia takut dan canggung berkenalan dengan orang-orang baru. Reagan, teman sekamarnya, malah membuatnya lebih buruk. Teman laki-laki Reagen kerap kali mampir ke kamar asmara mereka. Salah satu laki-laki itu bernama Levi, yang Cath yakini sebagai pacar Reagan. Levi tidak berhenti tersenyum kepadanya, atau siapapun. Itu membuat Cath agak gugup saat berada di dekat laki-laki yang lebih tua itu. Lalu Cath juga mencemaskan ayahnya, yang punya masalah mental, tinggal sendirian di rumah. Ayahnya kerap kali berkerja berlebihan dan mengabaikan obat-obatannya.

Hanya menulis lah yang menjadi obat dan pelarian Cath. Di dunia maya, dia dikenal dengan nama pena ‘Magicath’ dan punyai fanfiksi yang dibaca ribuan orang. Fanfiksinya mengenai Simon Snow dan Tyrannus ‘Baz’ Basilton Pitch, dua tokoh penting dari cerita tentang penyihir karya Gemma T. Leslie. Dulu Wren ikut menulis cerita percintaan Simon dan Baz bersama Cath. Kini ada Levi yang memaksa Cath membacakan untuknya. Di dunia nyata, Cath mendapat kesempatan mengikuti kelas Penulisan Fiksi. Di sana dia mengenal Nick dan menjadi rekan untuk salah satu tugas. Setelah itu mereka tetap membuat janji menulis bersama di perpustakaan. Dunia menulis ini mulai membuat Cath putus asa saat Professor Piper menilai tugasnya yang merupakan fanfiksi sebagai salah satu bentuk plagiarisme.

Tuesday, November 25, 2014

Monday, November 24, 2014

S.C.H.O.O.L : Tomodachi

Winna Efendi
360 Halaman
GagasMedia, Juli 2014
Rp. 57.000,-

Pernahkah kau bertemu seorang perempuan yang tak pernah lelah menyalakan harap di hatinya? Dalam Tomodachi, kau akan bertemu perempuan itu. Perempuan biasa, tetapi punya harap luar biasa. Baginya, berlari dan menemukan garis akhir adalah sebuah keharusan. Tidak akan ada kata menyerah. 

Pernahkah kau memiliki seseorang yang selalu bisa menghapus cerita sedihmu? Dalam Tomodachi, kau akan menemukan tangan-tangan yang terikat pada satu kata: sahabat. Mereka yang keberadaannya membuat kau tak lagi merisaukan hari esok yang mungkin masih gelap. 

Juga dalam Tomodachi, kau akan bertemu seorang laki-laki yang berlari dengan sepasang sayap. Yang selalu mengejar garis akhir, tetapi tak pernah ragu untuk diam sejenak menunggu.

Tomodachi dipersembahkan untukmu yang sedang melewati masa-masa pahit-manis dalam cinta dan persahabatan. Juga untuk setiap orang yang pernah melewati dan merindukannya. 

Selamat menyusuri kisahnya.

- Editor S.C.H.O.O.L

S.C.H.O.O.L : Tomodachi adalah novel kedua dari seri Seven Complicated Hours of Our Life yang disingkat menjadi S.C.H.O.O.L. Aku udah baca novel pertamanya, Chemistry, dan lumayan suka. Seperti novel pertama, novel ini juga fokus pada salah satu mata pelajaran atau ekskul di sekolah. Di sini yang dibahas adalah olahraga lari estafet. Waaah, menarik banget! Tapi aku menyayangkan judul novelnya yang tidak to the point ke tema tersebut, tidak seperti novel pertamanya. Tapi aku optimis dengan seri dan novel ini, apalagi penulisnya Winna Efendi. Now, let’s review it :)

"Mengakhiri rasa suka untuk seseorang tidak sesederhana mengucapkan selamat tinggal; apa pun yang kau katakan, perasaan yang ada tidak akan pergi hanya karena kau menginginkannya." – halaman 123

Yamaguchi Tomomi memulai tahun pertamanya di sekolah Katakura Gakuen bersama teman baiknya, Sawada Chiyo. Di hari pertama, Tomomi mendapat masalah dari Yamashita Tomoki. Sialnya, mereka sekelas dan mendapat nomor bangku yang bersebelahan. Tapi Tomomi tetap menikmati sekolahnya karena dia akhirnya satu sekolah lagi dengan kakak kelas yang ditaksirnya, Hasegawa Kazuya. Dia bahkan mengajukan diri menjadi manajer klub sepak bola, di mana Hasegawa sensei bergabung. Sayangnya posisi itu sudah diisi oleh Miyazaki Tabitha, salah satu teman sekelas Tomomi dan Chiyo yang mempunyai penampilan asing dan kerap menjadi bulan-bulanan.

Tomomi akhirnya memilih untuk masuk klub lari estafet. Tomoki dan teman dekatnya, Ryuu juga bergabung. Tomomi mulai menyukai olahraga yang tidak sengaja dia pilih ini. Di bawah bimbingan pelatihnya, Oga, dia bertekad mengikuti Ekiden, lomba lari, tingkat nasional. Tomomi juga menemukan hal-hal baru dan menarik dari teman-temannya. Mereka mengisi ruang kesepian Tomomi setelah ayahnya meninggal dan ibunya lebih sibuk bekerja.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...