Monday, October 20, 2014

The Silkworm - Ulat Sutra

Robert Galbraith
536 Halaman
PT. Gramedia Pustaka Utama, Oktober 2014
Rp. 119.000,-

Seorang novelis bernama Owen Quine menghilang. Sang istri mengira suaminya hanya pergi tanpa pamit selama beberapa hari—seperti yang sering dia lakukan sebelumnya— lalu meminta Cormoran Strike untuk menemukan dan membawanya pulang.

Namun, ketika Strike memulai penyelidikan, dia mendapati bahwa perihal menghilangnya Quine tidak sesederhana yang disangka istrinya. Novelis itu baru saja menyelesaikan naskah yang menghujat orang banyak—yang berarti ada banyak orang yang ingin Quine dilenyapkan.

Kemudian mayat Quine ditemukan dalam kondisi ganjil dengan bukti-bukti telah dibunuh secara brutal. Kali ini Strike berhadapan dengan pembunuh keji, yang mendedikasikan waktu dan pikiran untuk merancang pembunuhan yang biadab tak terkira.

Detektif partikelir Cormoran Strike beraksi kembali bersama asistennya, Robin Ellacott, dalam novel misteri kedua karya Robert Galbraith, pengarang
bestseller nomor 1 internasional The Cuckoo’s Calling. Robert Galbraith adalah nama alias J.K. Rowling.

“Kisah yang memikat, bukan hanya karena kejutan dan pelintirannya, tapi juga karena kerja tim yang seru... tokoh-tokoh yang ingin kita ketahui kelanjutan ceritanya.”
— Time

Aku sama sekali tidak tertarik dengan kelanjutan aksi Cormoran Strike di The Silkworm - Ulat Sutra. Ketidaktertarikan itu sedikit pudar setelah gembar-gembor acara launching-nya yang diadakan di Gramedia di kotaku. Sabtu siang, sekitar delapan jam sebelum acara tersebut, aku melihat tumpukan The Silkworm - Ulat Sutra di Rumah Buku. Koq bisa, ya? Aku coba ambil satu dan membaca sinopsis singkat di bagian belakangnya. Sangat menarik! Lalu ada dorongan yang sangat kuat untuk membawanya ke kasir. Tarikan berat tasku, yang telah diisi buku tebal tersebut, tidak terasa menyiksa sama sekali. Karena aku sangat puas, ‘penuh’ dan ‘lengkap’! Buku ini selesai dibaca kurang dari 48 jam saja. Now, let’s review it! :)

"Strike tak mampu menahan perasaan hangat terhadap Robin, yang tetap berdiri bersamanya ketika dia berada pada titik terendah hidupnya dan membantu mengubah peruntungannya; selain itu, dengan penglihatannya yang normal, Strike juga tidak dapat mengingkari bahwa Robin adalah wanita yang sangat enak dipandang." – halaman 37

Delapan bulan setelah terungkapnya kasus Lula Landry, bisnis detektif Cormoran Strike berkembang pesat. Setiap hari dia sibuk mengurus kasus dari para kliennya, yang rata-rata menyangkut dugaan perselingkuhan dan aset berharga. Robin Ellacort masih setia menjadi asistennya. Dia bersikeras mempertemukan bosnya dengan tunangannya, Matthew. Hubungan buruk tanpa sebab antara kedua lelaki itu menyulitkan Robin untuk menikmati pekerjaannya. Dia juga mulai kesal dengan Strike yang memperlakukannya sebagai asisten biasa setelah apa yang dia hasilkan untuk kasus sebelumnya.

Suatu hari Loenora Quine datang ke kantor Strike dan meminta bantuannya untuk mencari dan membawa pulang suaminya, Owen, yang merupakan penulis novel. Suaminya itu memang mempunyai kebiasaan pergi tanpa pamit dan menghilang selama beberapa hari. Tetapi Leonora ingin dia segera pulang karena anak perempuan mereka membutuhkannya. Dia juga merasa dirinya dibuntuti oleh seseorang yang tak dikenal.

Sunday, October 19, 2014

Meet My Younger Self


[Korean]
I maeume inneun sesanggwa 
Boyeojineun punggyeongdeulgwa 
Neukkil suga inneun modeun geot oh~ 
Aicheoreom utneun eolgul 
Gakkeum gakkeumssik 
Nae jageun bange ormgyeonoko sipeun geol oh~ 

Maeil achim kkumeseo 
Maeil gateun goseseo 
Geudael mannal su isseo oh~ 

Something nobody knows 
It feel like heaven’s eye 
Ije naragal sudo isseo 
Mundeuk nan jameseo kkaeeona 
Changmuneul yeoreodugo 
Gibun joheun sangsange ppajyeoinne 

Nawa gateun sesanggwa 
Nareul darmeun nunbitgwa 
Supil gateun neongneokhan maldeul 
Ttatteutage deullyeojuneun moksori 
Tto dareun naui moseubeul 
Chajeul su inneun ojik hansaram 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...