MY LATEST VIDEO ON YOUTUBE



Read the story of this booktuber here ;D

Tuesday, September 10, 2013

Early

Syafrina Siregar
200 Halaman
PT. Gramedia Pustaka Utama, Juli 2013 (cetakan pertama)
Rp. 35.000,-

Lari dari masa lalu memang melelahkan. Apalagi buat Early yang nekat melarikan diri ke sebuah kota yang sama sekali tak dikenalnya. Bergantung pada Marco, lelaki tampan yang baru dikenalnya, justru membawanya ke dunia yang jauh lebih indah. Early sangat menikmati hidupnya. Tapi tiba-tiba pekerjaaan mengharuskannya kembali ke kota tempat masa lalu menghantuinya.

Ternyata masa lalu memang masih mengejarnya. Manto, yang berusaha dienyahkannya dari mimpi buruknya, sudah menyiapkan rencana jahat untuk Early. Sementara ibunya sendiri sama sekali tak mampu melindunginya.

Sementara Mitha, yang pernah sangat baik dan banyak membantu Early, sedang jatuh cinta.

Bagaimana kelanjutan hubungan Early dengan Marco? Siapa yang dicintai Mitha? Apakah Early bisa berdamai dengan masa lalunya dan menerima Asnia kembali dalam hidupnya? Bagaimana Early melindungi dirinya dari Manto?

Ternyata akan lebih mudah jika masa lalu dihadapi dan diterima… bagi seorang Early sekalipun.

Early adalah sebuah novel yang tidak pernah aku pikirkan untuk dibeli atau pun dibaca. Aku nggak baca atau denger info rencana terbitnya di Twitter atau web penerbit. Novel ini ada begitu saja di tumpukan novel baru di Rumah Buku. Novel ini langsung menarik perhatianku dan masuk ke barang belanjaanku hari itu. Selain harganya yang terjangkau untuk ukuran novel Metropop, judulnya juga mirip dengan nama blogku hahahaha. Alasan yang aneh ya. Tapi cukup ampuh untuk membuatku membawanya ke kasir ;)

Early menceritakan tentang seorang wanita usia 27 tahun yang bernama Early. Dia tinggal di sebuah rumah mewah di Batam berkat karirnya yang sukses. Padahal tujuh tahun yang lalu, dia baru lari dari rumahnya di Medan tanpa bekal atau persiapan yang matang. Untungnya dia bertemu dengan Marco, seorang pebisnis dari Kanada yang mau membantunya dan membuat hidup barunya di Batam serba tercukupi. Tujuh tahun kemudian, Marco menugaskan Early untuk meninjau rencana bisnis mall barunya di Medan. Early agak ogah-ogahan kembali ke kampung halamannya itu tapi akhirnya tetap pergi juga. Marco yang sejak lama menyimpan perasaan khusus pada Early agak heran sekaligus penasaran dengan masa lalu Early. Apalagi seorang lelaki bernama Manto dan seorang wanita yang sangat mirip Early bernama Asnia tak hentinya muncul di sekitaran hotel dimana Early dan dirinya sendiri menginap.

Early menawarkan kisah yang cukup kompleks dalam jumlah halaman yang singkat. Terlalu singkat mungkin. Banyak hal yang tidak dibahas atau tidak dikembangkan. Penjelasan tentang masa lalu setiap tokoh memang dijelaskan. Tapi masa lalu itu dijelaskan dalam deskripsi yang begitu padat. Mungkin maksudnya ingin terlihat misterius dan mengundang rasa penasaran pembaca. Sayangnya deskripsi yang padat itu membuat aku pusing. :O

Tokoh Early yang menjadi inti cerita ini juga terasa datar. Emosi dan tiap lekukan bibirnya diatur sedemikian rupa sampai-sampai orang lain tidak bisa menebak perasaannya. Katanya sih itu cara Early untuk menjaga diri dan tidak tersakiti seperti tujuh tahun yang lalu. Tapi rasanya terlalu berlebihan. Emosinya terlalu terjaga sampai-sampai aku sendiri nggak bisa menebak. Emangnya Early nggak ngerasa ada pergulatan emosi ataupun galau-galau gitu sama masa lalunya itu? Palingan dia cuma ngeluh dan tetep pergi ke Medan. Tidak ada tanda-tanda dia butuh tempat bersandar. Kayaknya bener-bener nggak mau bergantung kesiapapun. Cara dia menikmati kekayanya juga tidak terasa. Semahal apapun barang yang dia pake, dia nggak ngerasa aman sepenuhnya. Ada ya orang kayak gitu :O

Namun Early masih memberikan sesuatu yang berbeda dan berharga. Early mengambil lokasi cerita di Medan dan Batam, sesuatu yang jarang aku temui di novel-novel Metropop atau jenis apapun itu. Biasanya kan di Jakarta, Bandung, Bali atau malahan di luar negeri. Selain itu Early juga mengajarkan kita untuk menghadapi dan berdamai masa lalu. Walaupun tujuh tahun berlalu dan dia hidup dalam keadaan yang sangat cukup, masalah itu tetap saja menganggu. Oleh karena itu, masa lalu sebaiknya tidak dihindari. Walaupun betapa beratnya, masa lalu adalah alasan atas semua yang kita lakukan dan dapatkan di masa depan. Berdamailah dengan masa lalu.


Well, Early ternyata tidak sesuai dengan dugaanku. Ada rasa kecewa sih tapi untungnya masih ada sebuah pesan tentang masa lalu dan masa depan yang bisa aku dapat darinya. Dan rasanya the whole liat-novel-baru-tanpa-tau-apa-apa-tapi-langsung-dibeli thing itu bukanlah hal yang cocok buat aku :D

4 comments:

  1. kayaknya aku agak mirip sama tokoh Early itu, yg ngerasa ga aman dengan harta, jarang menunjukkan emosi berlebih karena takut sakit hati dan ga sembarangan nyari sandaran hati karena ingin terlihat kuat dan mandiri. Jadi more or less aku ngerti pemikiran Early, hehehe. Tapi untuk ukuran novel fiksi, mengangkat karakter Early sebagai tokoh utama menurut aku kurang komersil karena terlalu membosankan. Mungkin bakal lebih menarik kalau novelya diceritakan dari sudut pandang tokoh lain yang berperan sebagai pemerhati Early atau diceritakan ada saat dimana Early sudah lelah menahan perasaan yang berkecamuk. Kalau dari awal sampai akhir Early tetap sedingin itu, kayaknya jadi sulit menentukan mana konflik puncak, mana yg konflik biasa. Tapi entahlah, aku juga belum baca novelnya,hehe. Semua serba 'kayaknya' :D

    ReplyDelete
  2. Saya juga sudah beberapa kali membaca karya Syafrina Siregar dan hampir semua gak cocok dengan saya. Yah, balik lagi sih, tergantung selera masing-masing. :))

    Review-nya kece. Komplit.

    ReplyDelete
  3. saya jarang banget baca novel metropop, dan dengan baca review ini kayaknya saya emang belum tertarik dengan novel semacam ini. hehe

    *komen cuma buat persyaratan dapet GA aja, maaf

    ReplyDelete
  4. Dear Alfiani, oke banget komentarnya hahaha. Ide untuk mengambil sudut pandang karakter lain ide yang bagus tuh ;)

    Dear dianmayy, hmm, bisa karena selera juga ya. Thanks ;)

    Dear forsmawi UI, it's okay ;)

    ReplyDelete

Thanks for leave your comment :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...