MY LATEST VIDEO ON YOUTUBE



Read the story of this booktuber here ;D

Thursday, October 31, 2013

The Selection

Kiera Cass
432 Halaman
Bentang Belia, Juli 2012
Rp. 64.000,-

Semua gadis di sini menginginkannya, kecuali aku.

Semua gadis di sini ingin merebut hatinya, kecuali aku.

Semua gadis di sini ingin berdiri di sana sebagai putri raja, kecuali aku.

Yang kuinginkan hanyalah hidup bersama Aspen, pujaan hatiku, cinta pertamaku. Jika bukan demi keluargaku, aku tak mungkin mau melakukannya.

Demi Tuhan, aku tidak mau ikut Seleksi konyol itu, memperebutkan seorang pangeran bodoh di dalam istana sana. Mereka menjanjikan berbagai hal yang menyilaukan bagi kami kasta bawah. Harta, tahta, dan kehidupan yang lebih dari layak.

Tapi, apa mereka punya cinta? Apa pangeran Maxon nanti akan bersikap baik? Gimana dengan Aspen? Kenapa Aspen justru ikut memaksaku.

Aku selalu dilema kalo mau baca novel dari luar negeri, terutama novel yang berbahasa Inggris. Di satu sisi aku penasaran banget, tapi versi bahasa Inggrisnya belum tersedia di toko buku yang menjual buku impor. Ketika novel itu tersedia, harganya amat sangat tidak cocok dengan keadaan dompetku. Inilah yang bikin aku selalu membeli novel The Selection versi terjemahaan dalam bahasa Indonesia, yang keberadaannya lebih terjamin dan harganya masih bisa dijangkau. Aku penasaran sama novel ini karena ratingnya di Goodreads lumayan banget. The Elite, seri kedua juga punya rating yang bagus. Para penghuni Goodreads tampaknya sangat tidak sabar dengan kehadiran seri ketiganya, The One. Dan, aku yang tipikal gampang ‘kepanasan’ dan gak mau ketinggalan, langsung aja nyari novelnya. Novel ini tidak langsung aku baca karena mendadak aku beli dan dapet novel bejibun (seri STPC terbaru terbit dan ingat hadiah 17anGagas?). Setelah agak bosan dengan karya dalam negeri, aku akhirnya mencoba membaca The Selection ;)

America Singer dipaksa untuk mengikuti acara Seleksi oleh ibunya. Seleksi itu diadakan untuk mencari putri sejati yang akan menjadi pendamping putra makhota negara Illea. Tiga puluh lima gadis dari penjuru negara akan diambil secara acak dan tinggal di istana dalam waktu yang tidak ditentukan sampai Pangeran Maxon menemukan seseorang yang tepat. Keluarga para gadis itu juga akan di beri kompensasi. Kompensasi yang dijanjikan pihak kerajaan itu dalam bentuk uang yang tidak sedikit. Ini sangat menggiurkan bagi keluarga America yang berada di kasta lima dari total delapan kasta yang ada. Kehidupan mereka sebagai kasta lima tidak pernah pasti. Karena kasta lima, yang merupakan seniman dan pemusik, hanya bisa mendapat pekerjaan di saat-saat tertentu. Ibu America berharap anak gadisnya bisa memberi mereka manfaat atau bahkan menjadi pendamping Pangeran Maxon dan naik tingkat ke kasta satu.

America ingin sekali membantu keluarganya, tapi tidak dengan sukarela mendaftarkan dirinya ke acara Seleksi. Karena dia sudah punya seseorang di hatinya. Sayang pacarnya, Espan Leger, adalah seseorang dari kasta enam yang pekerjaan melayani setiap orang yang membutuhkan jasa mereka. Pernikahan beda kasta bisa dilakukan tapi jarang terjadi jika pihak pria berasal dari kasta yang lebih rendah dari kasta sang gadis. Tapi America tetap yakin dirinya dan Aspen akan bisa menikah. Anehnya, Aspen malah mendesak America untuk ikut seleksi. Demi cintanya itu, America akhirnya mendaftarkan diri dan terpilih!

Kehidupan America lalu berubah. Dia kini naik ke kasta tiga, tinggal di istana bersama tiga puluh empat gadis yang tak kalah cantiknya, mempunyai tiga pelayan pribadi yang siap menjahitkan gaun cantik dan menata rambutnya, makan makanan lezat tiap hari, tampil di acara Berita Ibu Kota Illea, dan mengandeng tangan Pangeran Maxon. Maxon ternyata tidak sesombong dan sedangkal yang America pikirkan. Maxon adalah pangeran yang bertanggung jawab, peduli dan juga sangat ingin menemukan pasangan sejatinya. Karena statusnya sebagai penerus menghalanginya untuk berkencan secara normal, acara Seleksi ini adalah sau-satunya cara. Acara Seleksi tidak berjalan begitu lancar. Satu persatu gadis dipulangkan karena adanya ketidakcocokan atau beberapa dari mereka malah meminta pulang karena kelompok pemberontak dari Utara dan Selatan beberapa kali menyerang istana. Tidak ada yang tau apa yang mereka mau sesungguhnya. Tapi Maxon pernah berkata bahwa pemberontak itu selalu mengobrak-abrik setiap laci dan lemari, seakan-akan mereka sedang mencari sesuatu.

“Bagaimana kalau aku sudah mengirim orang itu pulang karena aku hanya mengandalkan pada suatu macam percikan koneksi yang tidak aku rasakan? Bagaimana kalau dia sedang menunggu untuk langsung meninggalkanku begitu tertimpa satu kemalangan? Bagaimana kalau aku tidak menemukan seseorang sama sekali? Apa yang harus aku lakukan setelah itu, America?” – halaman 241

Fuuihhhh, sinopsis yang cukup panjang ya. Don’t you know why? Karena susah sekali membahas beberapa bagian kalau aku tidak menjelaskannya terlebih dahulu. Seperti yang kamu baca di atas, The Selection mirip-mirip dengan The Hunger Games. Bedanya, tidak ada yang mati atau kelaparan di sini. Ketiga puluh lima gadis malah sangat beruntung bisa jadi ‘pacar sementara’ seorang pangeran. Jika tidak terpilih pun, para gadis itu tidak rugi-rugi amat. Paling patah hati dikit hehehehe. Awalnya aku gak kebayang gimana jika tiga puluh lima gadis yang merebutkan pangeran tampan bisa berada dalam satu ruangan yang sama tanpa saling menarik rambut saingannya. Well, ternyata mereka adalah gadis-gadis yang punya manner. Tapi tetep aja ada satu gadis yang merasa paling segalanya. Ini menjadi konflik yang cukup rame. Konflik lain yang tak kalah rame adalah cinta segitiga diantara America, Aspen dan Maxon. I know, it’s so cheesy. Tapi aku tetap penasaran bagaimana kelanjutan kisah mereka. Apalagi tokoh America Singer disini cukup berbeda dengan tokoh-tokoh wanita di novel lain. Dia tidak (atau belum?) terlihat superior dari Maxon ataupun Aspen. Dia tampak seperti gadis pada umumnya yang bergantung kepada pria. Hmm, menarik nih. Kalau saja aku nemuin novel ini tahun lalu, mungkin aku bisa pakai jadi bahan penelitian skripsi. Arrgghh, geregetan deh!

Selain kisah percintaannya, ancaman pemberontakan dari wilayan Utara dan Selatan tidak bisa dianggap remeh. Belum ada penjelasan yang pasti tentang serangan-serangan yang terjadi, tapi aku yakin pemberontakan ini adalah hal yang cukup serius dan bisa mengubah tatanan negara Illea. Semoga saja di buku keduanya, The Elite, cerita pemberontakan ini mendapat tempat yang lebih banyak. Aku sudah menebak-nebak arti pemberontakan itu tapi belum ada teori yang menyakinkan.  Aku berharap isu ini menjadi sebuah twist yang mencengangkan! :D

Kasta, pemberontakan, dan acara Seleksi. Ketiga hal itu bisa membuat The Selection dikategorikan sebagai novel dystopia. Katanya, negara Illea ini dulunya adalah Amerika Serikat yang hancur setelah perang dunia keempat (whaaat?). Pemerintahan mereka dalam bentuk monarki dan penduduknya terbagi dalam delapan kasta. Aku butuh waktu yang cukup lama untuk mengingat pekerjaan para kasta tersebut. Kasta satu jelas adalah keluarga kerajaan, kasta dua katanya sih prajurit gitu, kasta tiga biasanya menjadi pengajar, karta empat  . . hhm, apa ya? Lalu kasta lima yang merupakan seniman dan musisi, kasta enam biasanya menjadi pelayan, kasta tujuh? Dan terakhir kasta delapan adalah tunawisma dan geladangan. Ah, aku suka banget novel-novel kayak gini. Penulisnya selalu bisa menciptakan dunia yang hebat dan berbeda tapi tetap masuk diakal (dalam batasan dunia fiksi). Aku berharap penulis dalam negeri bisa menulis cerita dystopia di Indonesia. Hmm, belum ada kan? :p

At last, walaupun masih ada beberapa typo dan terjemahaan yang aneh (IMO), The Selection memang pantas mendapatkan rating yang tinggi di Goodreads. Ini adalah novel dystopia yang tingkat kekerasannya paling rendah dari novel-novel dystopia yang pernah aku baca. But wait, isu pemberontakan itu harus disikapi secara serius gak? Ah, lupakah dulu. Biarkan Pangeran Maxon menjadikanmu ‘Sayang’nya walaupun untuk sementara hehehe. Very recommended!

1 comment:

  1. Woahhhhhh! sumpah baca nih review jadi semangat pengen baca. sebenernya udah niat lama sekali pengen baca nih novel karena emang ratingnya di goodreads bagus tapi baru bisa kebeli seminggu yg lalu bareng the elite. dan masih menjadi timbunan karena harus menyelesaikan beberapa novel lain :| ahhh gak sabar pngen cepet baca :3

    ReplyDelete

Thanks for leave your comment :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...