MY LATEST VIDEO ON YOUTUBE



Read the story of this booktuber here ;D

Wednesday, November 28, 2012

Draf 1: Taktik Menulis Fiksi Pertamamu


Winna Efendi
356 halaman.  14 x 20 cm
Gagas Media, 2012 (cetakan pertama)
Rp49.000

Menulis itu susah? Banget.
Terutama kalau kita nggak punya komitmen kuat dan disiplin untuk itu. Truth to be told, menulis itu gampang-gampang susah. Terkadang terasa mudah dan menyenangkan, apalagi jika ide mengalir selancar air. Namun, menulis juga dapat terasa sulit karena tanpa teknik yang benar dan loyalitas untuk kembali ke halaman-halaman yang belum rampung, tulisan kita akan terus tidak selesai atau menjadi sebaik yang kita inginkan.Selama ini, banyak sekali teman dan pembaca yang bertanya kepada saya:
- Gimana, sih, caranya menulis fiksi yang enak dibaca?
- Bagaimana caranya menciptakan konflik yang nggak klise?
- Gimana proses menulis cerita dari awal sampai akhir?
- Ceritaku mandek dan nggak kelar-kelar, gimana ya supaya aku bisa menyelesaikannya?
- Bagaimana cara mengirimkan naskah ke penerbit, dan apa yang bisa kita lakukan supaya naskah tersebut ‘dilirik‘?
- Prosedur penerbitannya bagaimana?
Bagi kalian yang ingin tahu jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas, well, this book might be the one for you.
Dan, mari bersama-sama menikmati proses menyenangkan menulis naskah fiksi pertamamu.

Draf 1: Taktik Menulis Fiksi Pertamamu adalah buku kedua yang membahas cara menulis fiksi serta tata cara penerbitannya yang aku baca. Penasaran banget sama buku ini dan jadinya kerasa susah banget nyarinya hahahaha. But finally I got it and I love it! :D

Buku ini memang tidak menawarkan hal yang benar-benar baru. Pertama melihat halaman daftar isinya, hal-hal umum seperti cara memotivasi diri untuk menulis, unsur-unsur dalam karya fiksi, cara pengirimkan naskah ke penerbit dan apa yang akan dilakukan ketika naskah diterima atau ditolak ada disana. Walaupun sama saja, aku masih semangat untuk baca ini. Karena aku yakin aku pasti dapet yang baru atau paling nggak terus mengingatkan diri untuk terus menulis. Hmm, kayaknya pikiran aku itu bener-bener salah ketika aku udah baca setengah bagian dari buku ini. This book was totally awesome! J

Kelebihannya itu akan aku jelaskan dalam beberapa poin dibawah ini J

-          Bahasanya enak dibaca dan rasanya jadi kayak ngobrol dengan penulisnya. Ini bisa membangun cara percaya diri pada penulis pemula dan juga hubungan baik antara penulis dan pembacanya.
-          Cara penjelasan materinya lengkap, detail dan juga disertai dengan latihan-latihan menulis kecil. Latihan yang tidak ada disetiap bab itu  yang secara tidak langsung membuat pembaca berubah dan mulai menulis sedikit demi sedikit.
-          Banyak hal yang bisa memotivasi diri tanpa memaksakan kehendak penulis ataupun anggapan orang lain. Yang penting nulis!
-          Keputusan untuk menggunakan unsur-unsur fiksi seperti point of view, plot, voice dan lainnya sepenuhnya ada ditangan kita dan penulis buku ini mendukung kita sepenuhnya untuk hal itu J

Tapi dibalik kelebihan, tentunya ada beberapa kekurangan yang tidak bisa dihindari L

-          Penulis terlalu banyak mengambil contoh dari novel-novelnya dan juga novel penulis orang lain, bahkan mengungkapkan beberapa spoiler yang menyangkut cerita, contohnya ending. Aku tentunya kecewa dengan hal ini. Karena aku baru aja beli novel Hujan dan Teduh karya Wulan Dewatra dan poin-poin utamanya udah dijelaskan secara singkat namun jelas di novel ini!
-          Ada error di halaman 56 tentang karakter antagonis. Berikut potongannya . .

“Juga, semua novel harus memiliki karakter antagonis. Dalam novel Ai, saya nggak menggunakan karakter antagonis sama sekali. And that’s okay.”

Mungkin seharusnya “Juga, semua novel tidak harus memiliki karakter antagonis

-          Error juga ditemukan di halaman 200 yang membahas tentang deskripsi. Tapi error ini sepenuhnya kesalahan teknis layout

Akhir kata, kekurangan tersebut bisa diabaikan jika kita tetap setia dengan tujuan kita ketika membaca buku ini. Ya, menulis dan jadi penulis. Tidak ada salahnya untuk membaca Draf 1: Taktik Menulis Fiksi Pertamamu karena kita juga tidak menulis apa-apa tanpa membaca sama sekali. Recommended and let's writing fiction :D


1 comment:

Thanks for leave your comment :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...