MY LATEST VIDEO ON YOUTUBE



Read the story of this booktuber here ;D

Thursday, November 14, 2013

Mini Reviews: Kick-Ass 2 and The Mortal Instrument: City of Bones

Kick-Ass 2
Genre:
Action
Director:
Jeff Wadlow
Cast:
Aaron Taylor-Johnson, Chloe Grace Moretz, Christopher Mintz-Plasse, and Jim Carrey

Kick-Ass 2 menceritakan Dave yang mulai mengalami kebosanan setelah berhenti menjadi Kick-Ass. Dia menemukan banyak orang mengikuti jejaknya dan mulai menjadi superhero dengan kostum yang beraneka ragam. Dia meminta bantuan Mindy alias Hit Girl untuk melatihnya menjadi superhero sungguhan. Tapi Mindy sibuk dengan pergaulannya dimana dia mulai berkencan dan mengikuti klub menari. Di sisi lain, Chris D’Amico alias Red Mist berevolusi menjadi The Motherfucker. Dia berencana menjadi penjahat dan membalas dendam kepada Kick-Ass atas kematian ayahnya.

Kick-Ass 2 ini benar-benar rame, apalagi bagian Mindy alias Hit Girl. She’s my favorite! Kekerasannya masih cukup tinggi dan bikin jantung aku deg-degan. Aku sempet bingung kenapa banyak yang menentang film ini. Bukannya masih banyak film yang tingkat kekerasannya lebih tinggi, ya? Tapi begitu menyadari para tokohnya, yang diceritakan masih usia sekolah, aku mulai mengerti. Btw, apakah nanti bakal ada Kick-Ass 3? Kita tunggu saja ya;)



***

The Mortal Instrument: City of Bones
Genre:
Drama/Romance
Director:
Harald Zwart
Cast:
Lily Collins, Jamie Campbell Bower, Kevin Zegers, Jemma West, Robert Sheehan, Robert Maillet and Kevin Durand

The Mortal Instrument: City of Bones menceritakan tentang Clary yang menemukan bahwa ibunya adalah seorang shadow hunter. Rahasianya itu membuat ibunya diculik kawanan yang menginginkan sebuah Piala bersejarah dan sangat berharga. Clary, dibantu teman baiknya Simon dan seorang shadow hunter, Jace, mulai mencari jalan untuk menemukan Piala tersebut.

The Mortal Instrument: City of Bones ini seperti gabungan Harry Potter dan Twilight dalam versi yang sangat hancur. Ceritanya terlalu cepat dan nggak jelas. Tokoh-tokohnya nggak terlalu di eksplor. Mungkin ini karena versi novelnya sangat tebal (dibandingkan dengan seri pertama Harry Potter, Twilight ataupun The Hunger Games). Aku skip dan ulang beberapa bagian tapi usaha aku itu nggak membuahkan rasa ketertarikan sama sekali. Baca novelnya? Hmm, pikir-pikir dulu deh.


No comments:

Post a Comment

Thanks for leave your comment :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...