MY LATEST VIDEO ON YOUTUBE



Read the story of this booktuber here ;D

Wednesday, January 27, 2016

Alias


Halooo! Too Early adalah salah satu blog yang terpilih mengikuti 10 Blogger Membaca Alias. Selain membahas ceritanya, tentu ada giveaway novelnya. Baca review-nya dulu, lalu simak info giveaway-nya di bagian bawah :D

Ruwi Meita
236 Halaman
Rak Buku, 2015

"Pernahkah pelangi menangis karena hujan dan langit tak mau mewarnainya? Jika sempat, tolong katakan pada hujan untuk menitik satu kali pada tiga puluh tahun kesunyian di ujung pelangi yang tak berbatas. Mungkin saja asa yang tersesat menemukan jalan pulang dan darah tak harus tercurah pada telapak tangan yang beku."

Sebuah liontin menuntuk Jeruk pada sebuah nama, Rinai. Sebuah nama yang digunakannnya untuk memulai kiprahnya sebagai penulis misteri. Namun, misteri ternyata tidak hanya terjadi di novel fiksi buatan Rinai. Satu per satu korban mulai berjatuhan sesuai dengan kisah di dalamnya. Kini, Jeruk harus berpacu dengan waktu, sebelum lebih banyak lagi korban berjatuhan. Ataukah kali ini, Jeruk sendiri korbannya?

Tak pernah terpikirkan olehku untuk membaca cerita seputar horor, thriller, dan misteri di awal tahun. Tetapi godaan novel Alias ini sulit untuk ditolak. Aku cukup lama penasaran sejak karya penulis sebelumnya, Misteri Patung Garam, mondar-mandir di timeline Twitter-ku. Senang deh akhirnya bisa mencicipi tulisannya. Now, let’s review it! :D

"Selama aku masih bisa merasakan ketakutan dan memiliki imajinasi, aku bisa menulis novel horor. Kamu tahu imajinasi lebih mengerikan dari hantu mana pun." – halaman 40

Jeruk Marsala adalah penulis novel romance laris yang karyanya sudah diangkat ke layar lebar. Tetapi rencana adaptasi buku selanjutnya batal karena pihak produser lebih tertarik pada novel horor karya penulis baru, Rinai. Lili, editor Jeruk, gusar dengan keputusan itu. Alan, pacar Jeruk, menganggap penulis misterius itu adalah saingan terberat Jeruk. Jeruk sendiri tidak keberatan karena dia adalah Rinai.

Walaupun novel melankolisnya meledak di pasaran, Jeruk selalu merasa cerita horor adalah renjananya. Dibantu Darla, teman baiknya, Jeruk membentuk sebuah alias. Nama Rinai dia dapatkan dari liontin tua milik neneknya, Uti Greti. Laptop dan ponsel khusus pun disediakan untuk Rinai. Rahasia identitas Rinai terusik saat kasus pembunuhan muncul dan kejadiannya sama persis seperti di dalam novel. Belum lagi muncul gosip persaingan Jeruk dengan Rinai, Darla yang merasa diikuti seseorang, dan Eru, pemuda asing yang cepat akrab dengan neneknya. Dua dunia yang dilakoni Jeruk pun mulai tak terkendali.

"Semua kebetulan, kakek yang gantung diri, lalu cucu pengusaha yang mati ditusuk itu, justru malah mendongkrak penjualan novel. Jumlahnya sangat fantastik. Kekuatan media sosial yang menghembuskan kebetulan ini bisa jadi pedang bermata dua. Menguntungkan sekaligus merugikan." – halaman 83

Alias adalah novel horor misteri pertama yang benar-benar bisa kunikmati. Novel ini membuatku terus membalikkan halaman dan nekat membacanya sampai tengah malam. Mengejutkan sekali, apalagi aku paling anti sama cerita seram. Dibandingkan novel dan cerita seram lain (yang jumlahnya masih bisa dihitung jari), aku melihat keseraman kisah Jeruk sebagai Rinai ini tidak sekadar kemunculan hantu di saat-saat menegangkan. Ada latar belakang yang kuat di balik semua yang terjadi. Tak hanya misteri Rinai, tokoh-tokohnya pun punya karakter dan kehidupan sendiri sebelum semua kegilaan itu terjadi. Jujur saja, aku sempat meremehkan penjelasan yang tak berhubungan dengan Rinai itu. Gaya hidup Alan atau kenakalan Darla di masa anak-anak tidak mungkin memecahkan misterinya. Nyatanya setiap detail dari tokoh pendukung yang sangat menyebalkan itu tidak hadir sia-sia. Memang tidak langsung menjawab kebetulan yang terus terjadi antara cerita novel Rinai dan kasus pembunuhan, tapi bisa membuat Jeruk resah dan tertekan. Pembaca yang diberi akses untuk tahu dan merasakan hubungan Jeruk dengan orang-orang itu juga ikut mengalaminya.

Kedekatan yang kurasakan dengan Jeruk dan tokoh-tokoh itu tentu tidak terjadi begitu saja. Dari awal cerita, sedikit demi sedikit, cerita dan karakter mereka dijelaskan. Dibagikan dalam bab-bab yang pendek, sehingga mengundang rasa penasaran untuk baca ke bab selanjutnya. Bab-bab itu juga membuat tempo ceritanya cukup cepat. Tenang saja, ceritanya tetap padat berisi koq. Kejadian dan dialognya malah membawa cerita semakin menegangkan. Dan walaupun petunjuknya sudah disebar secara halus, aku masih terkaget-kaget dengan kejutannya yang bertubi-tubi. Bener deh, aku sampai melototin halamannya, narik napas, baca ulang dari paragraf awal, saking nggak percayanya. Setelah kejutan itu, aku masih diberi ‘hadiah’ lain di akhir ceritanya. Aku pun menutup buku dengan puas (dan jadi sedikit parnoan).

Faktor lain yang membuatku ‘nyaman’ membaca kisah misteri pembunuhan ini adalah gaya penulisannya. Aku suka gaya tuturnya yang cenderung santai dan mengalir. Efek seramnya pun tetap terasa. Sayangnya, kadang kata-kata slang yang digunakannya sempat membuat mood-ku terganggu. Mungkin karena aku sudah siap ditakuti, eh tahunya Jeruk ngobrol-ngobrol santai dengan Darla. Banyak juga dialog yang tidak jelas tujuannya apa. Seperti komentar Lili kepada hasil kerja office boy di kantor. Aku juga merasa dan berharap beberapa bagian dibuat lebih dramatis. Ada bagian ketika Jeruk harus mengambil keputusan besar. Eh dialognya pendek-pendek dan terkesan biasa saja. Tetapi bagian tidak seram itu sebenarnya cukup menghibur. Ada sedikit selipan curhat penulis soal tanya jawab dengan pembaca, yang kemungkinan calon penulis, dan promosi kecil-kecilan untuk buku-buku penulis sebelumnya hahaha. Dan gaya tulisan adalah jebakan! Saat aku menurunkan tingkat kewaspadaan, hal-hal yang mengerikan malah muncul.

At last, dengan latar belakang dan karakter yang kuat, Alias memberikan lebih dari sekadar kisah pembunuhan misterius yang melibatkan penulis dan aliasnya. Dan jangan lengah di bagian yang bertempo lambat. Bab-bab selanjutnya akan membuatmu sulit bernapas. Kalau membaca cerita seram bisa selalu memuaskan seperti ini, aku harus menjadikan genre ini bacaan wajib. Recommended! :D



Baca juga review Alias dari blogger di bawah ini :)

Kandang Baca                    Riawani Elyta

Tertarik untuk baca juga? Ada banyak novel dan notes cantik dibagikan di blog berikut :)

giveaway berlangsung dari sampai 24 - 29 Januari 2016

review + giveaway [27 Januari - 2 Februari 2016]

review + giveaway [30 Januari - 5 Februari 2016]

review + giveaway [31 Januari - 6 Februari 2016]


Good luck! :D

3 comments:

  1. jujur terkesan sama reviewnya mbk.
    seakan-akan larut dalam isi novel Alias ini.
    apalagi cover novelnya itu, memberi isyrat tersendiri yang bikin penasaran mbk.e
    hhee

    ReplyDelete
  2. Rinai itu nama khayalanku :D Penasaran dengan campuran horor dan dunia kepenulisan ini. Nggak bayangin kalo hal tersebut benar-benar ada :3

    ReplyDelete
  3. Suka sekali dengan jalan cerita seperti ini, novel yang menceritakan tentang penulis novel, jadi ada novel di dalam novel. Apalagi genre-nya horor thriller, pasti seru dibaca. :D

    ReplyDelete

Thanks for leave your comment :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...