MY LATEST VIDEO ON YOUTUBE



Read the story of this booktuber here ;D

Tuesday, June 23, 2009

Coming For Nothing

Rencananya sih mau cap 3 jari tapi malah jadi nonton Boys Before Flowers. Aku pake seragam lagi. Padahalkan aku udah alumni! Dan ternyata cap 3 jarinya gak sekarang. Huaaa..!

Ok, ternyata episode serial Korea ini panjang banget dan gak jauh beda dengan Meteor Garden tapi i think this one better.. Aku nonton episode belasan sedangkan pengetahuan aku baru episode empat. Tak nyambung lah aku. Berkali-kali aku bertanya tentang keadaan para tokoh yang jauh beda.


Saat setengah hari terlewati, tak disangka temen aku itu ngajak nonton Twilight. Oh, gosh! Biasanya mereka gak jauh dari Korea, Taiwan, Jepang dan negara Asia lainnya. Belum lagi boysband and girlsband yang menari seenergik lagunya. Dan kini mereka nonton Twilight yang katanya belum mereka tonton. Ok, jadi berkhayal lagi punya cowok seperfect Edward.


Aku dulu nonton Twilight sendirian dan ngerasa konflik di film ini gak ketemu-ketemu. Itu buat ku saat itu. Tapi aku ngerasa beda saat nonton rame-rame. Belum lagi betapa mupengnya saat kissing scene! Edward gini, Edward gitu dan semacamnya. Menarik! Apalagi aku udah baca dua dari empat bukunya. Jadi aku bisa ngejelasin apa yang bikin mereka terheran-heran.


Something happen when I go home,

Ada kejadian aneh saat aku pulang dan itu terjadi diangkot. Selalu aja ada yang beda diangkot. Entah itu copet atau orang minta-minta seperti yang aku alamin.

Aku dan seorang temen aku ngobrol dengan semangat tentang mobil salah satu capres. Kemudian seorang ibu-ibu naik dengan kantong keresek yang cukup besar dan terlihat berat. Aku kira ibu itu baru belanja dari toserba Griya karena dia naik di jalan Buah Batu. Tapi keresek itu berwarna hitam dan polos.

Aku dan temanku masih asyik ngobrol. Obrolan itu terhenti ketika ibu-ibu yang duduk disebelah temanku itu meminta uang. Kita langsung terdiam dan ngerasa gak enak. Kita gak ngasih karena uang kita tinggal buat ongkos dan buat aku sulit percaya dengan hal seperti itu. Dia memang Cuma minta seribu, tapi maaf ya aku kurang yakin. Kenapa naik angkot kalo ongkosnya gak bisa bayar?

Ibu itu meminta temanku lagi. Aku jadi serba salah lebih memilih diem dan ngecek hp didalam tasku. Tak disangka tangan ibu-ibu terulur padaku. Mungkin dia kira aku mau ngambil dompet atau apa. Aku bener-bener gak enak hati.

Setiap ada yang naik angkot dan duduk didekat ibu itu, selalu dimintai uang seribu. Orang yang dimintai itu gak ngasih kayak aku. Aku sempat mikir ini adalah acara reality show di TV yang nguji rada tolong menolong kita. Tapi ini didalam angkot gitu. Masa kameranya ikutan ngetem buat ambil gambar si ibu?

Ketika seorang bapak-bapak naik di Pasar Kordon, ibu itu mendapat apa yang dimintanya. Aku sedikit lega bapak itu baik dan bisa ngasih uang seribu ke ibu itu. Jadi istilahnya uang itu emang udah rezeki si ibu walaupun bukan aku yang ngasih. Bapak itu pun turun dan ibu-ibu tak terdengar minta uang lagi.

Ketika ibu itu turun, aku jadi penasaran tentang ongkos yang dia bayar. Tujuannya ini takkan cukup dengan ongkos seribu. Kalo dia emang gak punya uang sedikitpun. Tapi ternyata seorang ibu muda bilang ke supir angkotnya kalo dia yang bakal bayar ongkos ibu-ibu itu. Aku sedikit kaget. Berarti dia masih minta uang ke orang lain dong!

Ibu-ibu dengan kantong keresek hitam itu pergi dengan cepat. Setelah itu ibu-ibu yang lain, yang baru naik dan sudah dari tadi, mulai berkomentar. Seorang ibu dengan anaknya bilang kalo ibu-ibu berkeresek itu udah dikasih uang seribu sama bapak-bapak. Sedangkan ibu yang baru naik bilang kalo dia pernah liat ibu-ibu berkeresek itu sebelumnya. Ibu muda yang ngebayarin ongkos si ibu berkeresek tentu kaget tapi dia tak ambil pusing. Dia ternyata merasa sedikit curiga dengan ibu berkeresek yang berwajah agak seram itu.

Ibu yang baru naik juga bilang kalo ada ibu-ibu lain yang pake trik kayak gini. Tidak hanya berpenampilan lusuh, ada juga yang ngendong bayinya yang berkepala besar, seperti kena kanker gitu. Ibu itu juga cerita kalo setelah turun, mereka biasanya nyebrang dan naik angkot lagi. Lalu mereka turun agak jauh dan nyebrang lagi balik lagi. Muter-muter gitu lah.

Aku bingung. Buat apa coba? Kalo mereka nyari uang, uangnya juga gakkan sebanding dengan ongkos angkotnya atau seperti dibayarin ibu muda tadi, ibu-ibu tadi gakkan dapet apapun kan. Kecuali jalan-jalan pake angkot dengan gratis.

No comments:

Post a Comment

Thanks for leave your comment :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...