MY LATEST VIDEO ON YOUTUBE



Read the story of this booktuber here ;D

Tuesday, November 12, 2013

Unfriend You

Dyah Rinni
286 Halaman
Gagas Media, Juni 2013
Rp. 42.000,-

Aku adalah noda untuk dosa yang tak kulakukan.
Aku mencoba bertahan, berusaha mengerti;
mungkin ada bagian dari dirimu yang tak bisa kuraih.
Namun, yang tak kunjung kupahami,
mengapa ada persahabatan yang menyakiti?

Unfriend You adalah novel hadiah #17anGagas ketiga yang aku baca. Cara milihnya sama seperti saat aku mau baca Andai Kau Tahu, di kocok ala arisan. Aku sempet kecewa sih pas nama ini keluar. Tapi berdasarkan pengalaman sebelumnya – dimana Andai Kau Tahu ternyata rame banget – aku optimis kalo Unfriend You juga bakal ngasih sesuatu yang bagus dan memorable. Ah, sudah lupakan saja judulnya yang kayak salah satu fitur Facebook itu atau sinopsis di bagian cover belakang yang tidak membantu sama sekali. Mari nikmati sama cerita di dalamnya ;)

Unfriend You menceritakan persahabatan tiga siswi yang bersekolah di Eglantine High. Aura Amanda, si queen bee yang punya pacar cakep bernama Jonas, lalu ada Milani, anak orang kaya tapi memiliki masalah dengan berat badan dan ada Katrissa, seorang itik yang menjelma menjadi angsa di tahun keduanya. Rissa, panggilan Katrissa, tidak tau kenapa Aura mengajaknya ke dalam cliquenya. Rissa asalnya tidak populer sama sekali. Dia hanya seorang gadis berkacamata yang punya minat pada paper art. Agar tetap bisa berteman dengan Aura, Rissa harus mengikuti ‘perintah-perintah’nya, tidak berbeda pendapat dan tidak merebut apa yang diklaim menjadi miliknya. Tapi dalam hati, Rissa naksir berat dengan Jonas. Di tengah pergolakan perasaannya, datang siswi baru bernama Priska dan dalam sekejap dia dekat dengan Aura. Priska mati-matian mengikuti semua keinginan Aura, sampai ikut mencuri di sebuah toko. Tapi Aura bisa mencium kalau ‘dayang’ barunya itu punya rasa lebih terhadap Jonas. Aura dibantu Milani dan Rissa memberi Priska ‘pelajaran’ yang tidak kecil. Rissa tahu yang dilakukannya itu salah tapi dia tidak mau mengkhianati temannya sendiri. Tidak sampai Langit Lazuardi datang dan mengajaknya ikut Anti-Bullying Awareness Week.

“Yang jelas, hidupnya berantakan. Bullying itu kayak gitu, Rissa. Dia ngehancurin hidup siapa aja. Pelakunya. Korbannya. Orang-orang yang diam saja dan menyesal mengapa mereka tidak melakukan sesuatu. Nggak ada yang diuntungkan. Karena itu, gue nggak bisa ngebiarin Priska, Rissa.” – halaman 184

Seperti yang aku duga, Unfriend You memberikan sesuatu yang berbeda dan aku sukaaaa! Novel ini mengambil tema bullying, tema yang sudah jarang aku temui. Aku agak ngeri sih membaca kelakuan Aura, Milani dan Rissa saat ngebully Priska. What the hell they were thinking? Masalah kecil kayaknya dibesar-besarin dan ditanggapi secara berlebihan. Tapi begitulah anak yang masih berusia belasan. Labil dan egonya masih setinggi langit. Mereka belum ngalamin stresnya ngerjain skripsi kali ya (ups, curhat!)

Tokoh Rissa menarik ya. Dia punya hobi yang unik, paper art. Aku sih paling suka saat masalah datang bertubi-tubi menghampirinya (naksir pacar temen sendiri, ikut ngutil, ikut ngebully) dan membuat ceritanya makin complicated. Loh, aku bukan ngebully Rissa koq. Aku cuma kagum dengan plot yang diatur sedemikian rupa dan aku juga penasaran bagaimana semua masalah itu terselesaikan. Tokoh Aura juga menarik. Aku agak miris dan ironis saat menemukan bagian flashback yang menceritakan awal pertemanan Aura dan Rissa. Aura yang itu bukanlah Aura di rabu bully. Lalu apakah yang terjadi padanya? Dari novel ini sih aku menangkap bahwa pelaku bullying seperti Aura biasanya anak broken home, dulunya pernah dibully, ikut-ikutan agar ikut eksis atau kurang percaya diri sehingga ada rasa takut dirinya tidak lagi populer dan dilupakan. Ckckck, capek ya jadi cewek populer :O

Judul di setiap babnya bagus ;)

Saat selesai membacanya, aku jadi berpikir tentang kehidupan sekolah aku, terutama SMA. Aku bukanlah cewek populer atau punya pacar kakak kelas. Aku biasa aja. Sempet sih, aku iri dan pengen jadi salah satu cewek yang eksis di sekolah. Mereka di kagumi, gampang bergaul dengan cowok dan tidak ada yang lupa dengan nama mereka. Aku lalu mencoba berpakaian seperti mereka, membaca majalah fashion, mendengarkan lagu yang lagi trend dan berbicara dengan istilah yang lebay. Tapi kemudian, aku menyerah. Karena walaupun mendapat pujian, aku merasa cewek itu bukanlah diriku. Itu hanya diriku yang berpura-pura menjadi cewek eksis. Aku tidak terlalu suka jalan ke mall tiap hari, seharian di salon atau pamer gadget terbaru. Aku cuma pengen ke toko buku (kebetulan ada beberapa toko yang berada di dalam mall). Capek sendiri jadinya. Apalagi aku berasa bersaing dengan semua cewek di sekolah (eksis atau tidak) demi mempertahankan kepopuleran itu. Nah, aksi bullying bisa dimulai dari perasaan takut tersaingi itu. Untungnya, aku bisa berpikir waras dan mulai melupakan obsesi bodoh itu, jadi diri sendiri, mengenakan apapun yang aku mau dan berteman dengan siapa pun :D

Dan jangan kira bullying itu hanya terjadi di bangku sekolah. Sekarang di media sosial juga banyak. Acara ngebully itu paling terlihat kalo ada sebuah kasus atau berita hangat yang memojokkan seseorang. Di Twitter langsung muncul berbagai mention dengan hashtag tertentu yang menjelek-jelekkan bahkan beberapa diantaranya tidak nyambung dengan masalah yang sebenarnya. Aku yang tidak mengerti masalahnya, memilih untuk menutup laman tersebut dan membaca novel aja -.-

Walaupun ada beberapa bagian dari cerita itu yang gampang ditebak dan typo masih bertebaran, aku tetap menikmati Unfriend You. Aku juga suka dengan pesan moral yang disampaikannya. Dalam jumlah halaman yang terbatas, novel ini menyajikan cerita yang cukup dalam dan bisa menjadi cermin kelakuan kita. Kisah bullying ini membuat mata kita terbuka dan berpikir tentang kelakuan diri kita sendiri. Semoga para pembaca, terutama pelaku dan korban bullying, bisa mengambil pesan berharganya dan menjadi individu yang lebih baik. Why don’t you read it too? ;)

1 comment:

  1. Jadi... Berapa persen kakak yakin aku harus baca? Krn aku udah lama minat dgn buku ini, nyari second-nya di Blok M Square dulu gampang ._. Ahhh... jd nyesel gk beli

    ReplyDelete

Thanks for leave your comment :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...