MY LATEST VIDEO ON YOUTUBE



Read the story of this booktuber here ;D

Saturday, September 12, 2015

Unravel Me

Tahereh Mafi
337 Halaman
Allen & Unwin, February 2013
eBook

Our lips touch and I know I'm going to split at the seams. He kisses me softly then strongly like he's lost me and he's found me and I'm slipping away and he's never going to let me go.

Juliette has escaped to Omega Point. A place for people like her - people with gifts - and it is also the headquarters of the rebel resistance.

She's finally free from the Reestablishment, free from their plan to use her as a weapon, and free to love Adam. But Juliette will never be free from her lethal touch. Or from Warner, who wants Juliette more than she ever thought possible.

Haunted by her past, terrified of her future, Juliette knows that in her present, she will have to make some life-changing choices.

Choices that may include choosing between her heart - and Adam's life.

Keinginan kuat untuk membaca Unravel Me tiba-tiba muncul. Buku pertamanya, Shatter Me, meninggalkan bekas yang tidak begitu mengesankan. Tapi justru itu yang kucari. Lagian aku agak tertinggal dalam usaha untuk membaca lima buku seri di sisa tahun ini. Now, let’s review it :D

"I don’t know if I can trust myself to take pleasure in someone else’s pain."

Juliette Ferrans sulit untuk menganggap Omega Point sebagai jalan keluarnya lagi. Di markas rahasia di bawah tanah itu, dia memang mendapatkan perlindungan dan kehidupan yang lebih layak, tapi dia masih tertekan dengan sentuhan mematikannya. Dia belum juga bisa mengendalikannya dengan baik. Juliette bahkan kehilangan kendali saat melihat Adam Kent menjalani serangkaian tes untuk menemukan kekuatan tersembunyinya. Kekuatan itu yang membuat Adam mampu menyentuh Juliette. Tapi resiko jangka panjangnya terlalu besar sehingga Juliette harus menjaga jarak dengan Adam.

Castle, pemimpim Omega Point, lalu menugaskan Kenji untuk berlatih bersama Juliette. Walaupun sering kali mengesalkan, Kenji membuat Juliette sadar misi besar yang sedang direncanakan. Winston dan Brendan, teman baru Juliette, menceritakan ada keganjilan dalam patroli pasukan The Reestablishment. Warner, yang punya posisi tinggi, ikut bersama mereka dan itu tak pernah terjadi sebelumnya. Dia seperti mencari sesuatu atau mungkin seseorang.

"I think you’re hiding. I think you’r hiding underneath all of the destruction and I think you’re better than life you’ve chosen for yourself. I think you can change. I think you could be different. And I feel sorry for you!"

Seperti buku sebelumnya, Unravel Me masih membuatku bingung. Banyak hal yang aku tidak suka dan tak berhenti membuatku memutar mata dengan kesal. Lima hari yang kuhabiskan untuk menyelesaikan cerita Juliette ini terasa sangat berat dan menyiksa. Tiap hari berganti, aku merasa terbebani dengan jumlah halaman yang harus kubaca. Anehnya itu juga yang membuatku sedikit tertantang. Dan di balik segala drama yang melingkupi kehidupan Juliette, aku kini bisa melihat sisi positifnya. Bukan berarti aku sekarang suka dengan karakter Juliette loh. Aku masih nggak suka kalau dia mendeskripsikan segala hal terlalu detail dan puitis. Satu bab habis dipakai untuk menjelaskan betapa birunya warna mata Adam dan segala efek yang terjadi kepada seluruh tubuhnya. Dia selalu menyalahkan diri sendiri dan mencemaskan segala hal kecuali fakta bahwa semua penghuni Omega Point sedang sibuk mempersiapkan perlawanan kepada The Reestablishment.

Adam tak kalah menyebalkan. Alih-alih membuat Juliette merasa lebih baik, dia malah memicu drama lain yang lebih heboh dan tak pernah kupikirkan sebelumnya. Yang diperlukan hanya batang hidungnya dan semuanya jadi sangat rumit. Dulu dia tidak seperti ini. Apa yang terjadi? Kehadiran Adam untungnya tidak sedominan dulu karena Warner mendapat porsi yang lebih banyak dari buku sebelumnya. Secara tidak langsung dia mengambil ‘tugas’ untuk bermersaan dengan Juliette, yang sebelumnya milik Adam. Adegan itu masih super menggelikan. Aku juga bingung, apa yang Juliette lakukan saat Warner terus menyentuhnya? Diam bagai patung dengan otak sibuk merangkai kalimat-kalimat indah? Aku belum tahu apa aku harus suka atau jaga jarak dengan Warner ini. Untung ada Kenji yang dengan ‘baik’ mau menjelaskan segala hal yang seharusnya Juliette lakukan. Tokoh favoritku itu memberikan tamparan keras yang tak bisa kulakukan secara langsung. Sempurna! #TeamKenji

Lalu apa sisi positifnya? Banyak juga. Pertama, ceritanya makin seru. Belum jelas sih apa sebab dan sumber kekuatan yang dimiliki Juliette. Tetapi penjelasanan tentang kekuasaan The Reestablishment cukup banyak di sini. Lalu ada klimaks kecil di pertengahan cerita. Di buku pertamanya juga ada dan mengecawakan. Yang satu ini sudah aku perkirakan. Jadi aku tidak terlalu kaget atau heran kenapa tempo ceritanya jadi turun lagi setelahnya. Yang ini juga mengubah haluan cerita jadi lebih menarik dan menegangkan. Kedua, gaya tulisan detail dan puitis itu sebenarnya menggambarkan segala hal dengan pas. Seriusan, aku belum pernah baca bahasa kiasan yang indah tapi masih bisa dimengerti dengan mudah.

Ketiga, harus kuakui Juliette ini tokoh yang berbeda dari kebanyakan tokoh utama cerita dystopian. Keberanian dan ketangguhannya tidak datang dari langit. Tapi muncul perlahan dengan berbagai rintangan. Banyak pembaca bilang karakter Juliette ini mengalami perubahan yang signifikan secara bertahan. Aku mulai melihatnya, apalagi kalau dia tidak sedang bersama Adam. Di akhir cerita pun, walau masih terlalu puitis menurutku, kemarahan yang dulu kalah oleh air mata akhirnya muncul. Dia pasti akan sangat menarik di buku ketiganya nanti. Terakhir, ada twist pada hubungan Adam dan Warner. Aku tak menyangka sama sekali. Tapi aku penasaran melihat kelanjutannya. Semoga aja di versi tv show-nya nanti tidak mirip dengan The Vampire Diaries, if you know what I mean :p


At last, walaupun punya tokoh-tokoh yang kurang kusukai dan gaya bahasa yang kelewat indah, Unravel Me punya cerita yang seru. Ketegangan di tengah-tengah cerita membuat petualangannya semakin menarik. Penasaran dengan akhir dari semua konfliknya. Semoga aku tahan, ya. Aku hanya harus melihat sisi positif dari semua itu ;)

No comments:

Post a Comment

Thanks for leave your comment :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...