MY LATEST VIDEO ON YOUTUBE



Read the story of this booktuber here ;D

Wednesday, April 13, 2016

[Blog Tour] The Stardust Catcher – Review


Haloooo, Too Early menjadi host untuk blog tour dan giveaway lagi. Buku yang dibahas di kesempatan ini adalah salah satu karya terbaru Suarcani, The Stardust Catcher, yang masuk dalam lini Young Adult. Seperti biasa, ada ulasan dariku dan disusul dengan giveaway yang berhadiah novel tersebut. Sekarang, mari baca review-nya dulu yuk! :D

Suarcani
Desain Sampul: Orkha Creative
184 Halaman
PT. Gramedia Pustaka Utama, Maret 2016

“Apa harapanmu tahun ini?”

Joe: Punya alternatif lain untuk berbahagia selain dengan mencari pasangan.

Mela: Mendapat tambahan umur setidaknya empat tahun lagi, yah.... biar bisa main remi lebih lama lagi sih.

Bermula dari secarik kertas dalam jaket di commuter line, Joe dan Mela bercengkerama lewat ask.fm. Selama setahun, hanya lewat media sosial itulah mereka berhubungan. Hingga Joe tertinggal rombongan saat liburan bersama teman-teman kuliahnya. Ia tersesat di Bali. Sendirian.

Saat itulah Sally Cinnamon muncul dan mengaku sebagai peri yang akan mempertemukan Joe dengan jodohnya. Wait, peri jodoh? Yang benar saja? Ditemani Sally, Joe berusaha mencari rombongannya. Petualangan yang mempertemukannya dengan Mela, si spa therapist yang sekarat.

Apakah Mela jodoh yang dimaksud Sally? Apakah Joe benar-benar tersesat dan bukannya sengaja menghilang karena protes akan perceraian orangtuanya?

Selain cover-nya, apa yang menarik dari novel-novel Young Adult GPU? Sinopsis ceritanya. Itu yang kudapat dari The Stardust Catcher. Ada aplikasi sosial media, lokasi cerita yang bukan di pulau Jawa, dan jodoh. Siapa yang nggak jadi penasaran coba? Now, let’s review it! :D

"Kamu bisa lihat saya, berarti alarm saya tidak salah. Jodoh kamu memang sudah dekat." – halaman 40

Dari secarik kertas yang tertinggal di commuter line, Joe mengetahui akun ask.fm ‘stardustcatcher’ milik Mela dan rajin melempar pertanyaan. Di sisi lain, orangtua Joe sudah mantap untuk bercerai. Mereka bahkan sudah mempunyai pasangan baru sekaligus anak tiri yang membuat Joe merasa terabaikan. Maka, Joe tak ragu untuk pergi berdarmawisata ke Bali bersama teman-teman jurusan Teknik Mesin. Setibanya di Bali, Joe malah tertinggal bus dan tersesat. Dia bahkan bertemu dengan gadis misterius bernama Sally Cinnamon. Dia mengaku sebagai peri jodoh dan akan membantu Joe menemukan jodohnya.

Sementara itu, Mela sedang pusing mencari pinjaman uang untuk kuliah Ratih, adiknya, di Jakarta. Dia juga butuh uang untuk membeli obat. Penyakit yang dideritanya kambuh lagi dan membuatnya kurang produktif berkerja sebagai spa therapist. Salah satu pelanggan setianya, Oscar, bersedia menawarkan bantuan finansial. Tak lama setelah menerima uang tersebut, sekelompok orang tak dikenal menyerang kediaman Oscar dan membawa Mela.

"Tapi cahaya itu tidak akan pernah mati, Joe. Sekalipun sinarnya meredup, tapi hangatnya akan tetap terasa di dalam sini." – halaman 106

The Stardust Catcher membeberkan kehidupan Joe yang naik turun karena permasalahan serius yang mengundang simpati sampai kecelakaan kecil yang bikin ngakak. Aku nggak nyangka ceritanya bakal campur aduk gini. Di awal, semuanya serba serius dengan masalah keluarga Joe dan penyakit mematikan Mela. Kukira guyonan mereka di ask.fm adalah bentuk ironi atau pelarian mereka dari permasalahan masing-masing. Lalu semuanya berubah saat negara api menyerang Sally Cinnamon muncul dalam penampilan yang kurasa mirip kuntilanak. Sally ini ngakunya sebagai peri jodoh loh, tapi dia malah membuat perjalanan Joe penuh kejadian-kejadian asyik hahahaha. Detail Balinya jauh dari bayanganku. Tidak ada nama pantai-pantai yang sudah akrab di telinga. Joe malah diceritakan mengaungi gunung dan lembah di tengah malam. Menarik. Aku seharusnya tidak tertawa saat membaca bagian Joe kecelakaan di sana atau terungkapnya rahasia di nama lengkapnya. Tapi, mana tahan! XD

Tokoh yang menjadi favoritku tak lain adalah Sally Cinnamon. Asal usulnya memang kurang jelas, menyebalkan, dan merupakan peri jodoh yang buruk, tapi semangatnya menyenangkan dan bikin kangen. Dia mengingatkanku pada seri novel Angels Unlimited karya Annie Dalton dan seri film China, Happy Ghost. Ceritanya sangat jauh berbeda, tapi aku mendapatkan kesan yang sama. Untuk Joe, dia tidak bersikap seperti cowok 20 tahunan. Namun, hal tersebut membantu menciptakan banyak momen lucu, seperti saat dia terpesona dengan percikan cahaya yang Sally buat. Sedangkan Mela, aku merasa dia tertutupi oleh Sally. Mereka sama-sama pandai melemparkan lelucoan. Tapi porsi Sally lebih besar dan secara tidak langsung mengkukuhkan kelebihan itu menjadi ciri khasnya.

Don’t get me wrong, aku suka segala interaksi Joe dan Sally. Aku malah berharap mereka berjodoh ada sekalian dan kabur ke negeri peri untuk membangun biro jodoh yang lebih bagus. Tapi, inti ceritanya tidak begitu. Masih banyak hal yang harus dan menunggu dijelaskan. Sayangnya, hal itu juga tidak terjadi. Ceritanya cuma menyelesaikan masalah Joe dan perjodohan itu, meninggalkan banyak detail yang masih menjadi tanda tanya, bahkan terlupakan. Cerita dari sudut pandang para tokoh pendukung, seperti orangtua Joe dan Oscar, tidak cukup membantu. Tempo ceritanya malah sangat cepat menjelang akhir. Ini dua kemungkinan, tempo itu memang dibutuhkan untuk membangun mood komikal atau cerita ingin cepat selesai. Aaah, kalau saja halamannya lebih banyak, penyelesaiannya akan lebih baik. Mungkin saja di sana ada penjelasan bagaimana mendapatkan peri jodoh ;p


At last, The Stardust Catcher menceritakan persoalan serius dalam fase young adult dengan cara yang tak biasa. Lelucoan dan unsur fantasinya menjadi daya tarik sendiri berhasil mendorong pembaca untuk terus mengikuti perjodohan yang Sally Cinnamon rancang untuk Joe. Sedikit kecewa dengan pertanyaan yang belum terjawab dan jumlah halaman yang terbatas. Mungkin bisa diobati dengan buku sekuel atau prekuel? :))


Ada giveaway novel The Stardust Catcher dan tas Joger di sini  :)

2 comments:

  1. Maksudnya blog tour tu apaan ya?

    ReplyDelete
  2. eh, sally itu beneran peri? atau manusia yang ngaku jadi peri? kayaknya menarik nih ceritanya.

    ReplyDelete

Thanks for leave your comment :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...