MY LATEST VIDEO ON YOUTUBE



Read the story of this booktuber here ;D

Friday, July 31, 2015

The Infinite Sea – Lautan Tak Bertepi

Rick Yancey
400 Halaman
PT. Gramedia Pustaka Utama, Juni 2015
Rp. 78.000,-

Bagaimana cara melenyapkan miliaran manusia penghuni Bumi?
Lenyapkan sisi kemanusiaan mereka.

Nyaris mustahil rasanya selamat dari empat Gelombang pertama. Tetapi Cassie Sullivan berhasil, dan sekarang ia hidup di dunia baru, dunia tanpa rasa percaya pada sesama. Saat Gelombang 5 menyapu segalanya, Cassie, Ben, dan Ringer dipaksa berhadapan dengan tujuan utama para Makhluk Lain: pemusnahan umat manusia.
Maka mereka pun terlibat dalam pertempuran terdahsyat: antara hidup dan mati, cinta dan benci, harapan dan kenyataan.

"Novel 
sci-fi epik yang penuh romance, aksi, dan ketegangan."
—Seventeen.com

Karena terlalu excited menanti film adaptasi The 5th Wave, aku sempat lupa dengan buku sekuelnya. Kabar terbit versi bahasa Indonesia The Infinite Sea – Lautan Tak Bertepi datang begitu saja dengan cover yang .. well, kurang kusuka. Kenapa gadis berambut hitam itu harus menoleh ke arah calon pembaca? Saat berhasil memegangnya di toko buku, aku kaget dengan jumlah halamannya yang terbilang lebih tipis dari buku pertamanya. Ada yang terjadi di dalam ceritanya? Let’s review it :D

"Senjata utama untuk memusnahkan manusia yang masih tersisa adalah manusia itu sendiri. Dan begitu manusia ‘terinfestasi’ terakhir tewas, Vosch dan komplotannya akan menyudahi Gelombang 5. Pemurnian selesai. Rumah telah bersih dan siap untuk ditempati." – halaman 75

Setelah ledakan hebat yang menghancurkan Kamp Heaven, Cassie Sullivan, Sammy, Ben ‘Zombie’ Parish, Ringer, dan sisa prajurit dari regu mereka berlindung di sebuah hotel kumuh. Hotel itu menjadi tempat pertemuan yang dijanjikan Evan Walker. Cassie masih mencoba bertahan dengan janji Evan itu. Padahal dia tidak tahu apa-apa dan ceritanya pun membuat yang lain kebingungan. Karena Evan tidak kunjung datang, Ringer pergi untuk menyelidikinya.

Sepeninggalan Ringer, mereka baru sadar Teacup menghilang. Keadaan makin kacau dengan suara pesawat dan kemunculan teman lama Sam yang bersikap ganjil. Di tempat lain, Evan Walker mengalami luka parah yang membuatnya tak berdaya. Grace, yang juga merupakan seorang Peredam, merawatnya dan mengingatkannya pada masa lalu. Evan menyusun rencana untuk memenuhi janjinya kepada Cassie. Dia tak mau Grace tahu yang sebenarnya dan mencurigainya.

Wednesday, July 29, 2015

Random Thought

Brooklyn Nine Nine Season 2 Episode 17 - Boyle-Linetti Wedding

Tuesday, July 28, 2015

The Unexpected Wedding Guest

Aimee Carson
314 Halaman
Elex Media Komputindo, 2015
Rp. 49.800,-

Hanya tinggal enam hari lagi, dan dia datang, mengacaukan segalanya …

Tinggal selangkah lagi, Reese Michaels akan mewujudkan pernikahan impiannya. Kastel pinggir kota, dekorasi mewah, serta calon suami yang tampan dan mapan. Impian seluruh wanita di dunia ada di tangannya.

Tapi semuanya berubah ketika Mason Hicks datang. Mantan suaminya yang bekas Marinir itu tanpa diduga datang di tengah-tengah persiapan pernikahannya dan membawa masa lalu yang – tanpa disadarinya – tak pernah bisa berhasil dilupakannya.

Apakah Reese akan menghadapi mimpi-mimpinya yang ada di depan mata atau justru menerima kembali kenyataan masa lalu dan kembali pada mantan suaminya?

Aku mendapatkan The Unexpected Wedding Guest ini bersama dengan paket untuk blog tour Not a Perfect Wedding. Aku jarang baca genre ini. Maka dari itu aku yakin kalau buku ini baru akan dibaca beberapa tahun kemudian. Eh, taunya, malah lebih cepat! Aku membacanya sebagai referensi untuk kompetisi menulis yang ingin kuiikuti. Daripada beli buku judul lain yang belum tentu disuka, mending pilih-pilih dari tumpukan buku yang belum terbaca. Let’s review it :D

"Kelihatannya kau lebih fokus pada cara agar acara pernikahan ini terlaksana dengan benar dibandingkan masa depan kita bersama." – halaman 64-65

Seminggu menjelang hari pernikahannya, Reese Michaels mendapatkan tamu tak terduga. Dia adalah Mason Hicks, mantan suaminya yang seorang mantan Marinir. Pernikahan mereka yang hanya berusia satu tahun berakhir tidak baik sehingga Reese menyimpan kebencian yang sangat besar pada Mason. Dylan, tunangan Reese, malah menganggap kedatangan Mason sebagai cara agar Reese bisa lepas dari masa lalu dan siap menyambut masa depan. Oleh karena itu, Dylan memutuskan untuk menunda pernikahan. Reese jadi stres berat. Tapi dia masih mengizinkan Mason untuk menginap satu malam. Untuk Mason sendiri, dia berusaha berdamai dengan Reese, yang terbukti cukup ampuh mengobati trauma yang dialaminya di medan perang. Kehadiran Mason itu cukup berguna untuk membantu Reese membereskan perlengkapan pernikahan yang tidak terpakai dan menyulapnya menjadi sebuah pesta yang mewah. Dalam kerjasama tersebut, Reese dan Mason sedikit demi sedikit teringat kenangan hubungan mereka dulu.

Wednesday, July 22, 2015

Monday, July 20, 2015

The Chronicles of Audy: 4/4

Orizuka
314 Halaman
Penerbit Haru, Juni 2015
Rp. 59.000,-

Hai. Namaku Audy.
Umurku masih 22 tahun.
Hidupku tadinya biasa-biasa saja,
sampai aku memutuskan untuk bekerja di rumah 4R dan jatuh hati pada salah seorang di antaranya.

Kuakui aku bertingkah (super) norak soal ini,
tapi kenapa dia malah kelihatan santai-santai saja?
Setengah mati aku berusaha jadi layak untuknya, tapi dia bahkan tidak peduli!

Di saat aku sedang dipusingkan oleh masalah percintaan ini, seperti biasa, muncul masalah lainnya.

Tahu-tahu saja, keluarga ini berada di ambang perpisahan.
Aku tidak ingin mereka tercerai-berai, tapi aku bisa apa?

Ini, adalah kronik dari kehidupanku yang masih saja ribet.
Kronik dari seorang Audy.

The Chronicles of Audy: 4/4 adalah hadiah dari Sari Agustina, penulis Love Fate, untuk partisipasiku di kegiatan blog tour bukunya beberapa bulan yang lalu. Bersama buku ini, aku juga mendapatkan oleh-oleh dari Aachen dan pengalaman berbelanja di toko buku online di Facebook. Aku nggak pernah ngira jual beli buku bisa begitu rame di social media yang sudah lama kutinggalkan itu. By the way, let’s review it now :D

"Ya Tuhan. Aku jatuh cinta terhadap seorang kutu buku. Ini benar-benar hal yang baru buatku." – halaman 61

Walaupun tidak tinggal bersama Regan, Romeo, Rex dan Rafael lagi, Audy Nagisa masih rajin mengunjungi rumah 4R. Dengan rutin, dia mengantarjemput Rafael ke sekolahnya dan mengurus beberapa keperluan penghuni rumah lainnya, sekaligus mencari kejelasan hubungannya dengan Rex. Audy tidak pernah menyangka dia akan tertarik pada seseorang yang lebih muda. Tapi Rex lebih peduli pada kemajuan proses skripsi Audy. Mereka jadi sering berselisih paham karena Rex bertindak seolah tidak peduli dan Audy yang tidak percaya diri dengan kemampuannya. Audy menumpahkannya ke Missy, teman dekatnya, Maura, tunangan Regan, dan Romeo, yang ternyata cukup mengerti. Tak hanya itu, muncul masalah-masalah lain yang berpotensi memisahkan keempat bersaudara itu.

Tuesday, July 14, 2015

The Winners of Take Off My Red Shoes’ Giveaway


Terima kasih untuk teman-teman yang sudah mengikuti giveaway Take Off My Red Shoes. Komentar kalian, terutama di postingan review yang menebak apa yang terjadi pada Atha, sangat menarik. Walaupun belum ada yang berhasil menebaknya dengan tepat, beberapa sudah bisa menangkap garis besarnya. Dari postingan Interview with Author dan Review, ada dua pemberi komentar beruntung. Selamat untuk …

Neneng Lestari
[@ntarienovrizal]

Hikari Mio/Rina Eko Wati
[@HikariMio]

Kalian mendapatkan masing-masing satu eksemplar Take Off My Red Shoes karya Nay Sharaya. Pemenang diharap segera mengirimkan nama, alamat lengkap dan nomor hp ke email dhynhanarun[at]gmail[dot]com untuk proses pengiriman hadiah. Jika dalam waktu 2x24 tidak ada konfirmasi, pemenang yang baru akan dipilih.


Yang tidak menang, bisa coba lagi di giveaway selanjutnya yang akan ada di blog ini pada awal Agustus 2015. Detailnya menyusul, ya. Sampai jumpa di giveaway selanjutnya ;D

Friday, July 3, 2015

Take Off My Red Shoes – Giveaway

Halooo, ini adalah bagian ketiga dari pembahasan Take Off My Red Shoes, novel terbaru dari Nay Sharaya. Pagi tadi, aku sudah berbagi wawancara singkatku dengan penulis bersangkutan. Lalu siangnya ada review tentang isi ceritanya. Dan kini adalah bagian yang ditunggu-tunggu, giveaway!! ;p


Take Off My Red Shoes mengikuti Atha, si kutu buku, yang terobsesi pada warna merah, terutama dalam bentuk sepasang sepatu. Dia melihat sepatu merah bisa sukses mendekatkan Alia, saudari kembarnya, dengan Ares, kakak angkat mereka. Sepatu merah juga yang menarik minat Atha untuk bergabung menjadi anggota cheerleader sekolahnya. Kegan, tetangga dan sahabat Ares, menganggap ide itu menggelikan tapi membantu Atha mengikuti audisi cheerleader. Cerita Atha ini terinspirasi dari dongeng ‘Sepatu Merah’ karya Hans Christian Andersen.

Ada dua buah novel Take Off My Red Shoes karya Nay Sharaya yang akan dibagikan untuk dua pemenang beruntung. Bagaimana cara mendapatkan salah satunya? Ikuti syarat dan ketentuan berikut :)

- Peserta berdomisili atau mempunyai alamat di Indonesia

- Berikan komentarmu di postingan interview with the author atau review Take Off My Red Shoes. Tolong jangan berikan komentar spam.

- Tweet mengenai giveaway ini. Jangan lupa mention @InayahSyar @grasindo_id dan sertakan tagar #TakeOffMyRedShoes

Contoh:

Aku ikutan giveaway #TakeOffMyRedShoes di http://dhynhanarun.blogspot.com/2015/07/take-off-my-red-shoes-giveaway.html berlangsung sampai 13 Juli loh ;D cc. @InayahSyar @grasindo_id

- Tulis data kamu di postingan ini. Agar lebih rapi, tulis dengan format di bawah ini

Nama Kamu | Akun Twitter Kamu | Domisili
Aku sudah komen di postingan .. (Interview with the Author atau Review Buku) dengan nama .. (nama kamu)
Link tweet

Contoh:

Dhyn | @dhanarun | Bandung
Aku sudah komen di postingan Interview with the Author dengan nama Dhyn Hanarun
http://twitter.com/dhanarun/status/blablabla

Giveaway berlangsung dari 3 Juli – 13 Juli 2015. Pemenang akan diumumkan pada tanggal 14 Juli 2015 di blog ini dan akan ku-mention akun Twitter-nya. Pemenang ditentukan tak hanya dari komentar yang paling menarik, tapi juga terpenuhinya persyaratan seperti tweet tentang giveaway. Jika ada yang kurang jelas, bisa ditanyakan lewat akun Twitter-ku, @dhanarun. GOOD LUCK! :D

Take Off My Red Shoes – Review

Halooo, ini adalah bagian kedua dari pembahasan Take Off My Red Shoes, novel terbaru dari Nay Sharaya. Pagi tadi, aku sudah berbagi wawancara singkatku dengan penulis bersangkutan. Sekarang saatnya bahas isi novel yang terinspirasi dongeng klasik berjudul ‘Sepatu Merah’ karya Hans Christian Andersen. Jangan lupa ikuti giveaway-nya yang akan dibuka sore nanti :)

Nay Sharaya
240 Halaman
Grasindo, Juni 2015
Rp. 58.000,-

Atha
Aku hanyalah seorang gadis yang terlalu lama memendam kesunyian. Hanya dua hal yang paling kuinginkan dalam hidupku. Mendapat tempat yang sama seperti Alia, saudara kembarku. Dan mendapat perhatian dari Ares, kakakku yang sempurna. Aku tak pernah ingin menyingkirkan siapa pun.

Alia
Aku memiliki semuanya. Memiliki semua yang tak dimiliki Atha. Mama dan Ares menyayangiku lebih dari segalanya. Tapi, ada seseorang. Dia satu-satunya orang yang selalu berada di samping Atha. Apakah salah jika aku ingin memilikinya juga?

Ares
Aku menyayangi kedua adikku dengan caraku sendiri. Dengan cara yang salah. Saat aku menyadarinya, semuanya sudah terlambat. Salah satu dari mereka menempuh jalannya sendiri dan akhirnya tersesat.

Kegan
Ada seseorang yang mengacaukan pikiranku. Seorang gadis bersepatu merah yang aneh. Kau tak akan pernah tahu apa yang ada dalam pikirannya. Tapi yang kutahu, sejak awal mengenalnya, matanya tak pernah berhenti menatap Ares, kakak lelakinya yang sekaligus adalah sahabatku sendiri.

Take Off My Red Shoes sudah masuk daftar buku yang akan aku beli bulan kemaren. Aku tertarik dengan judulnya yang panjang (?) dan warna cover-nya yang cukup mencolok. Tak disangka sang penulis menawariku untuk me-review buku tersebut, jadi aku dapet gratisan hehehe. Now, let’s review it :D

"Karena merah selalu terlihat menarik. Selalu menonjol di manapun dia berada dan kamu nggak perlu kesulitan nemuin dia walaupun berada di tengah-tengah orang asing." – halaman 32

Atha dan Alia adalah sepasang saudari kembar yang memiliki warna kulit dan gaya rambut yang berbeda. Hobi mereka juga berbeda. Atha lebih suka membaca buku sedangkan Alia pandai menari. Sejak kecil mereka tinggal di sebuah panti asuhan sampai akhirnya diadopsi oleh sepasang suami istri. Pada awalnya mereka hanya ingin mengadopsi Alia untuk menjadi teman main Ares, anak laki-laki mereka. Tapi karena tak bisa dipisahkan, Atha akhirnya ikut serta. Atha sempat berpikir terpilihnya Alia disebabkan oleh sepatu berwarna merah yang dipakainya. Atha jadi menyenangi warna itu, terutama dalam bentuk sepatu.

Saat mereka menginjak bangku SMA, Atha masih terobsesi dengan sepatu berwarna merah. Dia ingin membeli sepasang sepatu baru dengan warna tersebut. Dia membutuhkannya dengan harapan Ares akan dekat dan mengajaknya jalan-jalan, seperti yang selalu dia lakukan bersama Alia. Tapi mama angkatnya tidak menyetujuinya, apalagi melihat barang merah Atha sudah terlalu banyak. Atha mendapatkan solusinya saat melihat kelompok cheerleader sekolahnya menggunakan sepatu merah setiap penampilan. Kegan, tetangga dan sahabat Ares, menganggap ide itu menggelikan tapi membantu Atha mengikuti audisi cheerleader. Perlahan Kegan sadar bahwa Atha tidak diperlakukan sebaik Alia oleh keluarganya. Dia bingung kenapa tidak seorang pun menyadari hal tersebut.

Take Off My Red Shoes – Interview with the Author

Halooo, Too Early mendapat kesempatan untuk membahas novel terbaru karya Nay Sharaya, Take Off My Red Shoes.


Take Off My Red Shoes mengikuti Atha, si kutu buku, yang terobsesi pada warna merah, terutama dalam bentuk sepasang sepatu. Dia melihat sepatu merah bisa sukses mendekatkan Alia, saudari kembarnya, dengan Ares, kakak angkat mereka. Sepatu merah juga yang menarik minat Atha untuk bergabung menjadi anggota cheerleader sekolahnya. Kegan, tetangga dan sahabat Ares, menganggap ide itu menggelikan tapi membantu Atha mengikuti audisi cheerleader. Cerita Atha ini terinspirasi dari dongeng ‘Sepatu Merah’ karya Hans Christian Andersen.

Ini sebenarnya bukan blog tour, tapi tetap ada giveaway yang berhadiah dua eksemplar novel tersebut untuk dua orang yang beruntung. Giveaway-nya akan dibuka sore nanti, setelah review lengkap bukunya. Untuk sekarang mari kenalan dulu dengan penulisnya :D

Nay Sharaya lahir pada 26 April 1989, di Bulukumba, Sulawesi Selatan. Saat kecil sempat menciptakan dongeng-dongeng yang terinspirasi dari kartun Jepang yang bermata lebar. Setelah dewasa, drama Korea, Jepang dan Thailand menjadi kegemarannya dan membuatnya ingin membuat cerita manis yang membekas di hati pembaca. Sejak 2013, Nay menjalani kuliah di Bandung dan sedang sibuk menyelesaikan tesisnya. Novel yang sudah diterbitkan ada Forgotten (Media Pressindo, 2013), (Me)mories (Grasindo, 2014), Interval yang berduet dengan Dion Sagirang (Grasindo, 2015). Take Off My Red Shoes adalah novel keempatnya.

Aku mendapat kesempatan untuk menanyakan beberapa pertanyaan. Mari disimak :D

Halo, Nay. Selamat untuk terbitnya Take Off My Red Shoes (TOMRS). Aku mau menanyakan beberapa hal yang menyangkut TOMRS dan lainnya. Dimulai dari siapa penulis yang menjadi inspirasi terbesar dalam Nay dalam menulis?

Penulis pertama yang aku suka cerpen-cerpennya dan bikin aku mulai nulis, Mbak Helvy Tiana Rosa. Pertama kali baca kumpulan cerpennya waktu SD. Kemudian pas SMP aku suka banget dengan novel-novel R.L. Stine. Aku nggak habis pikir bagaimana dia bisa menulis begitu banyak novel seru dan nggak kehabisan ide sama sekali. Sebetulnya sih banyak yang menginspirasi, tapi mereka berdua yang paling berpengaruh di awal-awal sejarah kepenulisanku.

Ngomong-ngomong soal ide, darimana munculnya pikiran untuk memasukkan dongeng klasik ke dalam cerita TOMRS?

Jujur ide untuk membuat novel adaptasi dongeng ini datang dari editorku, Mbak Anin. Waktu itu aku lagi proses nulis Interval. Trus tiba-tiba dapat email dari Mbak Anin berisi ajakan untuk membuat novel ini. Di Grasindo sendiri udah terbit empat novel adaptasi dongeng termasuk TOMRS. Penulis lainnya ada Ida R.Yulia, Stefiani Emasurya dan Valerie Aurellia.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...