MY LATEST VIDEO ON YOUTUBE



Read the story of this booktuber here ;D

Friday, December 12, 2014

#JBoyfriend Series by Christian Simamora


#JBoyfriend adalah seri novel karya Christian Simamora dengan ciri khas tokoh utama laki-lakinya yang berawalan dengan huruf J. Novel-novel ini mempunyai formula cerita yang sudah sering ditemui di berbagai novel Indonesia, seperti diam-diam suka sahabat, benci jadi cinta. Tapi ceritanya selalu menarik, gaya bahasanya asyik dan didukung oleh adegan-adegan dewasa yang cukup panas XD

Dari tahun 2010 sampai akhir tahun 2014 ini, sudah ada tujuh novel. Beberapa judul bahkan diterbitkan ulang dengan cover baru dan dilengkapi bonus paper doll. Aku sudah membaca semuanya tapi hanya mempunyai enam novel. Aku tidak pernah tidak tertawa ataupun tersipu-sipu sendiri selama membaca semua serinya. Makanya aku membuat semacam recap/wrap up post ini. Aku ingin kalian yang belum baca, bisa membacanya sesegera mungkin. Tenang saja, tidak perlu membacanya secara berurutan. Aku sendiri mulai dari All You Can Eat yang merupakan seri ke empat. Hanya saja tokoh-tokoh di novel sebelumnya seringkali muncul lagi, paling tidak namanya di-mention. Itu bikin aku penasaran dan akhirnya membaca semua novelnya hehehe :)

***

(JBoyfriend #4)
472 Halaman
GagasMedia, 2013 (cetakan kedua)
Rp. 60.000,-

All You Can Eat menceritakan Sarah, seorang penulis skenario, yang baru saja mendapat pengakuan selingkuh dari pacarnya, Rifat. Di bantu sahabat baiknya, Anye, Sarah mengeluarkan semua barang milik Rifat dari apartemennya. Anye juga memperbolehkan Sarah terbang ke villa keluarganya di Bali untuk memenangkan diri dan mencari inspirasi untuk menulis. Jandro, adik Anye yang lebih muda tujuh tahun, ternyata menjadikan villa tersebut sebagai tempat pelarian juga. Beda dengan Sarah, dalam kisah cintanya, cowok yang pandai memasak ini malah jadi selingkuhan. Dia memilih untuk putus daripada terus-terusan menjadi orang ketiga antara Nuna dan tunangannya. Kesamaan itu lah yang membuat mereka jadi dekat dan menghabiskan waktu bersama. Sarah tidak bisa menampik dia terpesona dengan Jandro yang sudah dewasa dan sukses dengan bisnis keluarga. Jandro juga diam-diam mengagumi teman kakaknya itu yang merupakan cinta pertamanya. Jandro pernah menyatakan cintanya saat masih mengenakan seragam putih biru dan dia ditolak. Apakah jika dia mencobanya lagi, Sarah akan tetap menolaknya?

All You Can Eat ini di ceritakan dalam tiga sudut pandang, dari mata Sarah, Jandro dan Nuna (walaupun cuma sedikit). Untuk sudut pandang milik Sarah dan Jandro lucunya nggak ketulungan dan ehem! sangat dewasa hehehe. Sarah dan Jandro terus-terusan memikirkan bentuk fisik lawannya masing-masing. Deskripsinya itu bikin (aku) gerah banget. Gerahnya lebih-lebih dari nonton adegan *sensor* di series yang tayang di HBO. Jika menonton dalam bentuk audio visual, that’s that. Tapi ketika membaca dalam bentuk tulisan, imajinasi kita bisa sangat liar. Jadi untuk kalian yang belum cukup umur, tunda dulu rasa penasaran kalian atau minta pengawasan orang yang lebih tua. Dan pastikan orang yang mengawasi kalian itu tidak suka mikir yang aneh-aneh (kayak aku :p).

Baca selengkapnya di sini :)

---

(JBoyfriend #1)
430 halaman
GagasMedia, 2013 (cetakan kesembilan, edisi repackege)
Rp. 65.000,-

Pillow Talk menceritakan persahabatan antara Emilia dan Joshua yang sudah terjalin dari kecil. Emi dan Jo, biasa mereka dipanggil, selalu berbagi dan selalu tahu cerita kehidupan masing-masing. Dari hal-hal tidak penting, masalah kerjaan sampai sex life. Hubungan mereka sangat dekat sampai membuat pacar masing-masing cemburu buta. Begitu Dimas, melamar Emi, Jo lah menjadi orang pertama yang ditemuinya. Jo tidak percaya Emi yang sudah lama menganut open-relationship, serius dengan hubungan monogaminya dengan cowok yang lebih tua 15 tahun dan berpikir untuk menikah. Jo ingin melarang Emi tapi dengan itu dia akan membeberkan bahwa selama ini dia memendam perasaan khusus, lebih dari sahabat, terhadap Emi. Tanpa Jo ketahui, Emi juga sempat memendam rasa untuk Jo. Semua itu tetap tersimpan dengan rahasia karena keduanya mengetahui bahwa hubungan sahabat-jadi-pacar membuat Emi trauma. Jadi kesempetan mereka untuk menjalin hubungan lebih jauh sudah tertutup rapat.

Emang sih cerita sahabat-jadi-pacar dalam Pillow Talk ini bukan sesuatu yang baru lagi, tapi dengan balutan humor dan sisi ‘dewasa’, hal itu masih bisa dinikmati. Sayangnya, aku merasa ceritanya terlalu dipanjang-panjangkan. Seperti tokoh yang, bisa dibilang, hanya sekali lewat dibahas habis-habisan atau pergolakan batin Emi dan Jo terlalu didramatisir. Cerita baru mulai terasa bergerak *thank God* mulai halaman 100an. Tapi aku tetap enjoy koq bacanya. Selain cover-nya, aku juga senang dengan isinya yang sesuai dengan harapanku. Deskripsi fisik karakter yang bikin mikir yang ‘aneh-aneh’, bagian-bagian ‘panas’ yang bikin kipas-kipas dan lainnya hehe *dirty mind*. Favorite part? Ketika Emi dan Jo liburan di Bali dong :p

Baca selengkapnya di sini :)

---

(JBoyfriend #2)
514 halaman
GagasMedia, 2012 (cetakan ketiga)
Rp. 57.000,-

Good Fight menceritakan hubungan anjing dan kucing antara Teresia dan Jethro di kantor mereka. Pekerjaan mereka sebagai fashion stylist dan fotographer di sebuah majalah fashion, Mascara dan Manner, membuat mereka sering bertemu tapi komunikasi mereka tidak pernah berjalan baik-baik. Jet selalu punya cara untuk membuat Tere naik darah dan yang diusilin sering kali keabisan akal untuk membalasnya. Suatu hari mereka terjebak di dalam lift berdua. Tere dan Jet mulai membuka rahasia masing-masing yang tak pernah diceritakan ke teman terdekat mereka sekalipun. Mereka pun menemukan satu kesamaan yang mendekatkan mereka, baik Tere dan Jet menjadi selingkuhan orang. Tere dengan Indra, mantan pacarnya yang sudah bertunangan dengan wanita pilihan orangtuanya dan Jet dengan Nadine, pengusaha dan istri seorang pria yang sedang sekarat di Singapura. Permusuhan mereka tiba-tiba hilang yang digantikan dengan ketertarikan satu sama lain.

Good Fight ini ceritanya panjaaaaang dan muter-muter banget tapi untungnya bisa aku nikmatin dan tetep jadi guilty pleasure-ku! Jumlah halamannya yang fantastis, dibandingkan dengan seri J-Boyfriend yang aku baca sebelumnya, bisa dibilang pas karena perjalanan hubungan Tere dan Jet ini juga sama panjangnya. Mulai dari benci-bencian, lalu gencetan senjata, kemudian berusaha menjadi temen, tapi eh malah saling suka dan ditambah konflik mereka sebagai selingkuhan orang. Nggak cuma ribetnya hubungan Tere dan Jet, sedikit love life-nya temen kerja di majalah tersebut juga diceritakan. Tapi kenapa bagian si Indra dan Nadine dikit banget ya? Bukannya mereka yang terlibat langsung dengan konflik ‘selingkuhan’ ini. Kenapa malah Rian dan Dani yang malah punya ruang cerita? 

Baca selengkapnya di sini :)

---

(JBoyfriend #5)
410 halaman
GagasMedia, Mei 2014
Rp. 65.000,-

Devika Kirnandita, seorang pemain sinetron yang sering memerankan tokoh antagonis sampai mendapat julukan ‘TV Bitch’, tak sengaja menarak mobil mewah milik Julien Ang, seorang pengusaha buah premium. Tanggung jawab Dev untuk mengganti kerusakan itu membuahkan sesuatu yang mengejutkan, Julien ternyata seorang pria yang menyenangkan dan menarik. Tapi setelah mobilnya selesai, Dev dan pria yang berumur kepala empat tidak berkomunikasi lagi. Mereka tak sengaja bertemu di acara sepupu Julien, Pamela Ang, seorang perancang busana. Di sana, Dev juga bertemu dengan mantan pacarnya, Hezekiel Rupawan, yang sudah punya pacar baru. Dev sakit hati karena teringat dengan kenangannya dengan cowok yang juga artis itu. Julien menghiburnya dan menawarkan diri untuk menjadi obat untuk lukanya. Dev tentu sangat senang tapi itu sebelum Dev tahu kalau Julien belum benar-benar melupakan Miranda.

Walaupun sebenernya aku tetep nikmatin ceritanya, gaya bahasa yang bikin ketawa-ketiwi, dan ke-guilty-pleasure-annya (aka adegan-adegan panasnya), kayaknya harapan aku terlalu tinggi deh buat Guilty Pleasure ini. Soalnya aku ngerasa agak kecewa dengan cerita dan penyajiannya. Pertama, JBoyfriend-nya tidak se-hot seri sebelumnya. Julien, yang punya nama panggilan Jules (seriusan?) ini emang digambarnya yummy tapi koq nggak sesuai dengan umurnya yang menginjak 40an ya? Dewasa sih, tapi entah lah cowok-cowok single umur segitu kayak gimana. Dan kayaknya dia punya sedikit kecenderungan terobsesi sama satu hal. Dalam kurun waktu sekitar 2-3 harian, dia udah tau segala hal tentang Dev sampe sempet nonton sinetronnya di tengah aktivitas kantor.

Baca selengkapnya di sini :)

---

(JBoyfriend #3)
316 Halaman
GagasMedia, Juni 2012
Rp. 50.000,-

Selesai pemotretan di majalah Mascara, Cindy beradu mulut dengan Kelly, di telepon. Sahabatnya itu lagi-lagi tergoda omongan Ramon, laki-laki yang sudah beristri. Karena Ramon, janji ketemu Cindy dan Kelly batal. Pertengkaran heboh itu terdengar oleh Jere, rekan model dalam pemotretan tersebut. Jere mengajaknya untuk makan malam, sebagai mengobat acara Cindy yang batal. Cindy sempat ragu karena dia tidak begitu kenal dengan Jere. Tapi akhirnya dia bersedia makan malam dengan cowok itu di sebuah tempat bernama Guitar.

Dibandingkan dengan seri JBoyfriend yang sudah aku baca, Cinderella Rockefella ini agak berbeda. Yang ini terasa lebih romantis dan menonjolkan karakter dua tokoh utamanya. Adegan yang bikin ‘kipas-kipas’-nya masih ada. Hanya saja tidak terlalu banyak atau berlebihan. Mungkin itu karena jumlah halamannya yang terbatas. Kalau dikasih 500 halaman, seperti Good Fight, beda lagi ceritanya hahahaha. Tapi aku tetep suka dengan ceritanya koq. Aku akhirnya ‘kenalan’ dengan Cindy dan Jere yang dulu aku temukan di bagian akhir All You Can Eat dan banyak referensi ke seri JBoyfriend lain, seperti majalah Mascara dari Good Fight dan clothing line (yang mungkin) milik Emi dan Jo dari Pillow Talk.

Baca selengkapnya di sini :)

---

(JBoyfriend #6)
450 halaman
Twigora, Juni 2014
Rp. 69.000,-

Setelah enam bulan berhenti dari pekerjaannya, Kantata ‘Tata’ Maulinda tinggal kembali dengan kakaknya, Adagio. Status pengangguran Tata yang tak kunjung berakhir membuat Ada memperkerjakannya di tokonya, Crystal Clear yang menjual segala barang yang terbuat dari kristal. Karena sepeninggalan kedua orangtuanya, Ada adalah keluarga Tata satu-satunya, Tata menerima pekerjaan itu. Tak hanya itu, Ada juga menjodohkan Tata dengan Noel, anggota paduan suara gereja. Tata dengan terang-terangan hanya menganggap Noel sebagai teman. Itu membuat Noel kecewa dan Ada memarahi Tata.

Suatu hari, Tata melayani pembeli baru, Jermaine Morton, lelaki yang mempunyai dua warna bola mata yang berbeda. Jermaine datang untuk memesan kotak musik dengan lagu ‘Für Elise’. Hadiah itu untuk pacarnya, Liz, yang akan diberikan saat makan malam perayaan anniversary mereka. Jermaine juga berencana untuk melamar Liz. Tanpa disangka, Liz menolak lamaran itu. Lalu mereka memutuskan untuk break beberapa minggu. Untuk menghapus kenangan memalukan itu. Jermaine berniat mengembalikan kotak musik itu ke toko. Peraturan toko tidak mendukung rencana itu sehingga Jermaine memberikannya kepada Tata dengan sukarela.

Kotak musik mahal itu membuat Tata membuat mempunyai hutang. Dia membayarnya dengan mentraktir Jermaine di sebuah café. Di sana mereka mengobrol, saling cocok dan mulai sering menghabiskan waktu bersama. Jermaine tak segan mengajak dan memberi Tata minuman gratis di beerhouse miliknya, Cliché Guerava. Tata yang frustasi dengan urusan Ada dan Noel, minum sampai mabuk dan tak sadar mencium Jermaine. Jermaine menikmati sekaligus merasa bersalah dengan ciuman itu. Perasaan Jermaine makin tidak karuan saat Liz datang berkunjung dan menjelaskan alasan dibalik penolakannya.

Come On Over masih punya formula yang sama dengan seri #JBoyfriend sebelumnya. Cerita yang asyik buat ikutin, gaya penulisan yang ceplas-ceplos, banyak bagian yang bikin sesak nafas dan tak lupa me-mention nama dan perkembangan tokoh dari seri #JBoyfriend seperti Cindy Tan, Jere, Devika dan Julien Ang. Perkembangan hidup mereka bisa dilihat di laman Twitter milik National Riches Magazine, yang juga punya topik dengan hastag #hawtlist. Mirip-mirip Gossip Girl gitu, lah. Yang berbeda adalah tokoh utama perempuannya, Tata, yang agak tomboy. Aku rasa Tata ini tokoh paling sederhana dan tidak repot dengan urusan cewek di seri #JBoyfriend yang aku baca. Maka tak heran Jermaine gampang akrab sampai menganggapnya sebagai ‘bro’. Untuk bagian sexy time-nya terbilang sedikit.

Baca selengkapnya di sini :)

---

(JBoyfriend #7)
484 Halaman
Twigora, November 2014
Rp. 80.000,-

Kendra ‘Ken’ Rey dan Javier ‘Javi’ Bungsu Vimana saling mengenal dari kecil dan bersahabat dekat. Javi membuka sebuah kafe bernama Tolstoy di sebuah mall dan Ken dipercaya untuk menjadi operational manager. Mereka sering melewatkan waktu senggang di sana dengan menonton film Peter Pan. Di rumah Javi, mereka menjadi ‘orangtua’ untuk sepasang anjing. Diam-diam, Ken jatuh cinta dengan Javi yang dikenal sebagai playboy. Javi lebih suka melakukan one night stand dan tidak terlalu pilih-pilih teman kencan. Walaupun begitu Ken selalu berharap Javi sebenarnya merasakan hal yang sama dengannya.

Teman mereka, Laura Winarno dan Mario Hardiansyah, baru saja bertunangan. Mereka berempat pergi dan menginap di sebuah vila untuk merayakannya. Laura mengadakan permainan truth or dare untuk membantu Ken mengetahui perasaan Javi kepadanya. Javi ternyata hanya menganggap Ken sebagai teman. Dia bahkan mengungkapkan dirinya tidak tertarik secara seksual terhadap Ken. Itu membuat Ken patah hati dan membuat berbagai perubahan drastis. Ken mengundurkan diri dari Tolstoy dengan alasan ingin menekuni bisnis bonekanya, dia mengecat rambutnya dengan warna pink, dan mengenakan dandanan yang berbeda.

Javi tergabung dalam Komunitas Shylock Indonesia. Saat ada acara konvoi ke Bandung, Javi mengajak serta Ken. Di sana Ken berkenalan dengan Orion Sentosa dan temannya, Niagara. Orion sangat tertarik dengan Ken. Ken tak ragu menerima perhatian Orion. Javi merasa kesal karena tidak hanya lelaki itu sama playboy-nya dengannya, dia mulai merasakan sesuatu yang lebih untuk Ken. Segala perubahan Ken yang dia benci malah memperlihatkan sisi wanita yang selama ini tak terperhatikan olehnya.

As Seen On TV is the best #JBoyfriend novel EVER! Novel yang satu ini punya plot yang lebih rapi, naik turunnya cerita lebih terasa, gaya bahasanya lebih formal, perkembangan karakter kedua tokoh utama lebih terlihat dan masalah percintaan lebih diutamakan. Ini sangat berbeda dan cukup mengejutkan buatku. Setiap membaca 100 halaman, aku mencoba mencari ‘kelemahan’ yang selalu aku keluhkan di setiap review novel #JBoyfriend yang aku baca. Tidak ada yang bisa aku temukan karena cerita tidak berputar-putar ke hubungan kedua tokoh utama terlalu lama, konflik utamanya tidak tiba-tiba muncul di 150 halaman terakhir, bagian yang bikin ‘kipas-kipas’-nya tidak menjadi ‘bumbu’ semata, bahkan tidak ada typo! Rasanya penulis ‘mendengar dan menjawab’ semua kritikanku. Aku seneng sekaligus terharu. Nggak sia-sia mengikuti seri ini :’)

Baca selengkapnya di sini :)

***

Di antara ketujuh novel di atas, novel favoritku adalah As Seen On TV, cover favoritku Guilty Pleasure dan #JBoyfriend favoritku adalah Jet dari Good Fight! Kalau kalian bagaimana? Nggak sabar ya menanti novel-novel selanjutnya XD Bagi yang penasaran tapi masih ragu memulai dari mana atau belum ada dana, bisa coba baca Meet Lame, cerita bersambung yang di-upload di Wattpad. Nama #JBoyfriend adalah Janiel. Terakhir aku baca ceritanya belum beres. Jadi kalian bisa mengejarnya dari sekarang hehehe. Semoga kalian juga bisa menyukainya seperti aku.

Good day y’all. Or as Simamora always write in his books, selamat jatuh cinta :D

3 comments:

  1. Dindooonn aku seneng banget baca review buku dari kamu, jadi punya second opinion kl mau beli buku hehehhe

    Aku selalu nungguin postingan terbaru kamu, entah review buku atau film ataupun drama serial. Salah satunya review novel ini, pantesan aku sering liat bukunya dipajang di bagian best seller. Ternyata ceritanya juga bagus :)

    Makasih ya reviewnya sangat membantu, jangan bosen2 ya kalo aku mau minta saran :)

    ReplyDelete
  2. @ Eka: makasih udah jadiin blog aku referensi *terharu* gabung di Goodreads gak? Di sana lebih banyak lagi referensi tentang berbagai macam buku :D

    ReplyDelete
  3. wah makasih reviewnya^^

    yang suka nonton Film Box Office yuk dimari

    ReplyDelete

Thanks for leave your comment :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...