MY LATEST VIDEO ON YOUTUBE



Read the story of this booktuber here ;D

Monday, March 31, 2014

Katsu De Poulet

Resep ketiga, Chicken Katsu, di tahun 2014 ini berasal dari YouTube channel milik Kokiku TV. Let's get cooking! :D


Bahan:
150 gram Dada ayam fillet
1 buah Telur ayam
200 gram Tepung roti
100 gram Tepung terigu
Garam secukupnya
Lada putih secukupnya

Pelengkap:
Irisan daun kol putih and timun
Saus tomat/sambal
Mayonaise
Nasi putih panas

Cara membuat:
1. Dalam wadah terpisah, siapkan telur, tepung roti, tepung terigu yang sudah dicampur dengan garam dan lada secukupnya. 

2. Celupkan dada ayam ke dalam telur yang telah dikocok.


3. Balur dada ayam dalam tepung terigu.


4. Masukkan kembali ke dalam telur.


5. Balur dengan tepung roti.



6. Goreng dalam minyak berapi panas sampai kuning kecoklatan. Tiriskan dan potong sesuai selera.


7. Sajikan di atas irisan kol putih. Santap dengan timun, saus tomat/sambal botolan, mayonaise dan nasi putih panas.


Kesulitan dalam memasak:
Hampir tidak ada. Tapi aku kurang yakin dengan dressing-nya. I have to learn more.

Catatan:
Enyak, enyak, enyak. Apalagi kalo ayamnya dicocol dengan perpaduan saus sambal dan mayonaise :)

Sunday, March 30, 2014

Trio


Hey life, look at me I can see the reality 
'Cause when you shook me, took me, outta my world 
I woke up 
Suddenly I just woke up to the happening 

When you find that you left the future behind 
'Cause when you find a tender love 
You don't need to take care of 
Then you better beware of the happening 

One day you're up 
When you turn around 
You find your world is tumbling down 
It happened to me and it can happen to you 

I was sure, I felt secure 
Until love took a detour, yeah! 
Riding high on the top of the world it happened 
Suddenly it just happened I saw my dreams torn apart 
When love walked away from my heart 
And when you lose a precious love you need to guide you 
Something happens inside you, the happening

Happy Sunday :)

Saturday, March 29, 2014

You Are The Apple of My Eye

Giddens Ko
350 halaman
Penerbit Haru, Februari 2014
Rp. 63.000,-

Kau sangat kekanak-kanakan – Shen Jiayi
Sedikitpun kau tidak berubah, nenek yang keras kepala – Ke Jingteng
Semua berawal saat Ke Jingteng, seorang siswa pembuat onar, dipindahkan untuk duduk di depan Shen Jiayi, supaya gadis murid teladan bisa mengawasinya. Ke Jingteng merasa Shen Jiayi sangat membosankan seperti ibu-ibu, juga menyebalkan. Apalagi, gadis itu selalu suka menusuk punggungnya dengan pulpen saat ia ingin tidur di kelas hingga baju seragamnya jadi penuh bercak tinta. Namun, perlahan Ke Jingteng menyadari, kalau Shen Jiayi adaah seorang gadis yang sangat spesial untuknya.
Karena masa mudaku, semua adalah tentangmu . .

Novel You Are The Apple of My Eye langsung aku beli sedetik setelah kemunculannya di Rumah Buku (agak lebay ya) tapi nggak langsung aku baca karena aku ingin menonton filmnya dulu. Yup, aku suka banget baca novel yang diadaptasi ke layar lebar. Hobiku ini seringkali menghasilkan kekecewaan karena kadang aku kurang puas dengan filmnya. Aku mengerti semua yang ada di novelnya tidak bisa dipindahkan ke bentuk audio visual dan untuk mengurangi kekecewaan aku memilih untuk menonton filmnya, baru deh membaca novelnya. Aku menulis review tentang filmnya di sini, sekarang waktunya me-review novelnya :)

You Are The Apple of My Eye menceritakan Ke Jingteng, siswa bandel dan pemalas yang mendadak jadi rajin belajar dan berprestasi di kelas. Perubahan drastisnya itu berkat dia duduk di dekat dengan murid perempuan yang rajin. Pertama dengan Shen Jiayi, gadis yang dia anggap membosankan dan kemudian dengan Li Xiaohua. Hubungannya dengan Li Xiaohua yang semula berjalan lancar berakhir dengan penuh kekakuan. Ke Jingteng kembali dekat dengan Shen Jiayi. Ke Jingteng agak berhati-hati karena dia tahu banyak murid laki-laki yang menyukai Shen Jiayi. Dia mulai mengatur strategi untuk memukul mundur saingannya tetapi tetap berteman dekat dengan Shen Jiayi.

Dibandingkan dengan filmnya yang banyak menampilkan adegan yang agak dewasa, You Are The Apple of My Eye lebih fokus pada kisah cinta Ke Jingteng dan Shen Jiayi dan juga perubahan karakter Ke Jingteng. Koq bisa ya? Padahal penulis novel dan sutradaranya orang yang sama loh hahahaha. Balik ke cerita, Giddens Ko alias di Ke Jingteng asli menuliskan kisah pribadinya begitu jujur, detail dan dewasa. Bukan ‘dewasa’ yang dia tampilkan di filmnya, tapi dewasa dalam cara berpikirnya. Setiap tanda tanya yang dia temukan di masa sekolah, terutama saat berurusan dengan Shen Jiayi, dijawabnya dengan bijaksana. Kamu yang membacanya di paragraph awal atau akhir di setiap babnya. Ke Jingteng versi dewasa sudah bisa melihat mengapa dia dipandang kekanak-kanakan oleh Shen Jiayi dulu dan dia belajar dari pengalaman tersebut. Itu menjadikan ceritanya ini lebih dari sekedar cinta monyet.

Untuk bagian teknis dan layout, aku tidak menemukan typo (horeeee). Tapi aku lihat paragraph spacing-nya cukup lebar. Entah kenapa begitu lebar dari novel-novel kebanyakan. Masih nyaman untuk dibaca sih tapi kayaknya jumlah halamannya akan lebih sedikit dan tentunya menghemat jika spasinya di perbaiki.


At last, You Are The Apple of My Eye aman untuk dibaca di tempat umum hehehehe. Ceritanya sederhana tapi bisa menyentuh, terutama untuk orang-orang yang (hobi) memendam rasa cintanya selama bertahun-tahun. Mungkin kamu bisa membaca novel ini untuk lebih berani dan tidak menyia-yiakan kesempatan yang ada :D

Thursday, March 27, 2014

Three Things Thursday: YouTube Cooking Channel

Three Things Thursday adalah tempat aku menjelaskan tiga hal yang mempunyai satu kesamaan, aku sukai! Tiga hal itu bisa saja merupakan tempat, makanan, minuman, buku, film ataupun lagu. Di post terbaru Three Things Thursday ini aku mau berbagi tiga YouTube cooking channel!

Tahun lalu, aku punya resolusi untuk mencoba satu masakan tiap bulannya. Resolusi tersebut masih berlanjut sampai sekarang. Untuk membantuku menemukan resep-resep yang tidak biasa tapi tetap bisa dicoba di rumah, aku mencari video memasaknya di YouTube dan inilah tiga channel yang paling sering aku buka. Check ‘em out!



Dapur Umami adalah program acara memasak yang tayang setiap jam sepuluh pagi di salah satu stasiun TV swasta. Durasinya lumayan singkat, tidak lebih dari sepuluh menit. Resep yang dipraktekan seringkali adalah masakan rumahan untuk sehari-hari. Jadi cocok untuk dicoba di rumah. Karena program ini adalah buatan produk penyedap masakan, jadi jangan heran kalau selalu ada penampakan salah satu produknya. Kadang pemakaiannya terlalu berlebihan dan membuat aku malas mencoba resepnya.

Resep yang sudah aku coba: Sandwich Telur, Jamur Crispy Saus Jeruk, Pempek Telur Puyuh, Telur Bumbu Rujak, Bihun Goreng Petai, Udang Saus Mayo, Nasi Goreng Mawut, dan Nasi Bakar Ikan Teri.



Kokiku TV adalah program acara memasak di YouTube. Chef yang mengisi beberapa tema masakan adalah chef yang lumayan terkenal, memenangkan kompetisi memasak atau punya acara sendiri di stasiun TV nasional. Mereka juga pernah menghadirkan chef internasional. Resep yang dipraktekan adalah resep makanan yang lumayan mewah dan up-to date. Para chefnya juga tidak ragu untuk bermodifikasi resep itu untuk membuatnya lebih cocok di lidah orang Indonesia. Sayangnya, tidak ada info kehalalan bahan-bahan yang digunakan. Aku hampir saja mau beli suatu minyak yang ternyata tidak halal. Untung aja aku sempat mencari informasinya dulu.

Resep yang sudah aku coba: Nasi Goreng Bola-Bola (gagal), Bakmi Ayam, Ayam Goreng Mentega dan Lumpia Pisang Cokelat.



Eugenie Kitchen adalah program acara memasak di YouTube yang dikelola oleh orang berdarah Korea. Resep yang dipraktekannya kebanyakan sekitar kue-kue manis, minuman dingin dan masakan yang sedang nge-tren seperti maracons dan tentunya masakan Korea. Uniknya, Eugenie juga membuat resep modifikasi di mana masakan tersebut hanya membutuhkan tiga bahan dasar atau bisa dibuat tanpa mixer. Tapi sama seperti channel sebelumnya, channel ini tidak mencantumkan info kehalalan bahan-bahan yang digunakannya. Jadi kita harus pintar-pintar mencari infomasi.

Resep yang sudah aku coba: Stawberry Yogurt Popsicles.

Itulah tiga channel memasak di YouTube yang aku suka. Kamu juga bisa coba klik dan lihat apakah jiwa memasakmu terbangunkan hehehe. See you in the next Three Things Thusday :D 

Monday, March 24, 2014

Jatuh Cinta Diam-Diam

Dwitasari
236 halaman
Plotpoint, Januari 2014
Rp. 39.500,-

Setiap orang punya caranya sendiri untuk mencintai; memilih untuk diam, memerhatikan dari jauh, atau mendoakan diam-diam. Setiap orang punya caranya sendiri untuk jatuh cinta tanpa membaginya dengan orang yang dia cinta. Setiap orang juga punya cara sendiri untuk berbagi tawa dan menyembunyikan tangisnya sendiri.

Setelah sukses dengan Raksasa Dari Jogja, Dwitasari kini mengumpulkan 14 kisah ini. Kisah tentang kebahagiaan mencintai dan kepedihan memendam cinta. Kisah tentang orang-orang yang menyimpan sebuah nama di hati mereka. Kisah yang akan membuat kita bertanya, "Apa halangan untuk nyatakan cinta?"

Walaupun pernah dengar kontroversinya lewat Twitter dan Kaskus, aku tetap penasaran dengan tulisan Dwitasari. Setelah Cerita Horor Kota, aku mau mencoba omnibook ketiganya, Jatuh Cinta Diam-Diam. Selain itu, aku ingin tahu bagaimana sebuah omnibook dari satu penulis yang sama, bukan rembukan seperti sebelumnya. Let’s review it :)

Jatuh Cinta Diam-Diam memuat 14 cerita pendek yang punya benang merah yang sama, para tokohnya jatuh cinta secara diam-diam. Kenapa diam-diam? Kenapa tidak dinyatakan saja? Karena selalu ada halangan yang menahan mereka menyampaikan perasaan tersebut. Berikut adalah ringkasan singkat dari setiap cerpennya :D
“Apa yang lebih sakit daripada ditinggalkan seseorang yang paling kamu sayangi? Tentu saja ada. Ada yang lebih sakit daripada itu. Mencintai seseorang yang begitu dekat, tapi cinta yang selalu bertumbuh itu tak pernah menyentuh dan menjamah.” – halaman 13
Rasa: Penjual Mie Ayam dari Wonogiri merantau ke Jakarta dan berteman dengan anak gadis pejabat yang menjadi pelanggan setianya.
Melihatmu: Seorang dokter berteman dengan seorang pelukis karena merasa bertanggung jawab atas kematian pacarnya.
Di Ujung Hari: Karena perusahaan Ayahnya sedang bermasalah, Fira terpaksa menunda keinginannya untuk kuliah di Fakultas Kedokteran dan terbang ke Palu untuk mengurus neneknya yang sudah mulai pikun.
Jari Manis: Di tengah kericuhan demo mahasiswa, Zaya diselamatkan oleh Damar, anak Fakultas Hukum, yang tidak pernah dia lihat sebelumnya.
Dalam Tawa: Alissa mengajari Haryo untuk menjadi stand-up comedian dan mengikuti kompetisi yang dia menangkan tahun lalu.

It’s okay, yang pertama selalu full of shit, kok. Itulah makanya lebih baik kita menikah dengan cinta terakhir daripada cinta pertama.” – halaman 65

Komedi Kampus: Raceya tertarik dengan dosen mata kuliah Kebudayaan Indonesia, Pak Jaran. Dia tidak patah asa sekalipun mendengar dosennya sudah punya tunangan.
Susu Kaleng: Hubungan Dian dan Reksa menjadi dekat setelah sering bertukar pesan dan menyukai hal yang sama. Tiap pagi, jauh sebelum kelas di mulai, mereka punya ritual khusus yang menimbulkan tanda tanya atas status mereka.
Memilih: Ayesha dan Janu, lebih dari sekedar teman tapi sulit untuk dibilang sepasang kekasih. Jilbab dan kalung salib yang mereka kenakan membuat mereka tak mampu memberi kejelasan pada status hubungan mereka.
Pertemuan: Cleo memilih untuk ke Jogya dengan menggunakan bus. Dia duduk di sebelah pemuda tampan yang menggunakan kacamata gelap. Mereka mulai mengobrol dan rasanya sulit untuk berhenti.
Melepas Matahari: Seorang mahasiswi rajin memasak dan membagikan sarapannya kepada temannya, Bagas. Hal ini sudah berlangsung lama tapi Bagas tidak pernah menyebut hubungan ini lebih dari pertemanan.
“Perbedaan yang paling indah adalah perbedaan yang mampu menciptakan penyatuan.” – halaman 83
Perpisahan Sunyi: Setelah lima tahun berlalu, seorang pendukung Persija bertemu kembali dengan cinta pertamanya, Dina, yang mendukung Persib. Diakhir pertandingan mereka berjanji untuk bertemu di suatu tempat.
Pergi: Nadea dan Regy sudah berteman sejak SD. Kedekatan mereka membuat pacar Regy, Tasya, cemburu dan meminta putus. Nadea lalu berusaha menyelamatkan hubungan tersebut, apapun syaratnya.
Harapan dan Bayangan: Seorang siswi SMA kelas XI menjalin hubungan lewat telepon dengan seorang siswa SMA kelas XII di Jogya. Mereka bertemu lagi ketika kuliah di universitas dan jurusan yang sama tapi semuanya sudah berubah.
Diakhiri Dengan Pelukan: Seorang mahasiswa berada di tengah persahabatan dua mahasiswi, Anesh dan Elma. Dia menyayangi salah satu, tapi akhirnya bersama dengan orang yang salah.

Ternyata membaca omnibook dari satu penulis menyenangkan. Gaya bahasanya tidak berubah-ubah si setiap judul cerpen dan itu jelas membuatku nyaman melahap semuanya. Tapi karena aku sudah tahu garis besar ceritanya, aku jadi sering menebak-nebak siapa jatuh cinta diam-diam pada siapa dan apa yang menjadi halangannya, entah status, agama, atau orang ketiga. Aku juga mempertanyakan, apakah jatuh cinta diam-diam itu termasuk friendzone? Karena tokohnya kebanyakan jatuh cinta mengurungkan perasaannya untuk diungkapkan karena salah satu pihak memasang status ‘teman’. Ckckck, kasiahan ya. Oh, ya, selain menebak siapa yang di-friendzone-in, aku punya kebiasaan aneh, mencari nama tokohnya di cover-nya hehehehe. Kamu mungkin bisa dengan gampang melihatnya di gambar cover di atas, tapi di buku yang aku pegang tidak begitu terlihat, jadi agak susah.

Entah apa maksud bagian belakang cover ini

Salah satu cerpen kesukaanku!

Karena kisah-kisahnya tampil dalam cerpen di mana medium ini lumayan singkat, informasinya setiap tokoh atau setting jadi agak menumpuk. Padahal hal-hal kecil yang tidak mendukung cerita tidak perlu dijelaskan. Ini terjadi di cerpen-cerpen awal. Untungnya, seakan bisa membaca pikiranku, cerpen-cerpen berikutnya jadi lebih baik. Cerpen yang menjadi favoritku adalah Komedi Kampus, Pertemuan dan Melepas Matahari. Sedangkan cerpen yang terasa agak konyol adalah Susu Kaleng dan Harapan dan Bayangan. Untuk masalah teknis, ada beberapa kata yang typo dan ada kalimat bahasa Sunda yang tidak diterjemahkan sedangkan bahasa Jawa dijelaskan. Seharusnya aku nggak protes ya, aku kan orang Sunda dan ngerti bahasanya. Untungnya, istilah stand-up comedy dijelasin, jadi lumayan nambah wawasan.

At last, omnibook Jatuh Cinta Diam-Diam ternyata lumayan asyik dinikmati, apalagi sambil dengerin mini album baru Girls’ Generation dan suara hujan di luar (maaf, jadi agak melankolis). Ada beberapa yang mengingatkanku pada pengalamanku sendiri dan bikin ketawa (miris) sendiri :p

Sunday, March 23, 2014

We Step to Leave


Eyes make their peace in difficulties 
With wounded lips and salted cheeks 
And finally we step to leave 
To the departure lounge of disbelief 

And I don't know where I'm going 
But I know it's gonna be a long time 
And I'll be leaving in the morning 
Come the white wine bitter sunlight 

Wanna hear your beating heart tonight 
Before the bleeding sun comes alive 
I want to make the best of what is left, hold tight 
And hear my beating heart one last time 

Before daylight In the canyon underneath the trees 
Behind the dark sky, you looked at me
I fell for you like autumn leaves 
Never faded, evergreen

Happy Sunday :)

Saturday, March 22, 2014

Divergent

Genre:
Sci-Fi/Action
Director:
Neil Burger
Cast:
Shailene Woodley, Theo James, Zoe Kravitz, Ansel Elgort, Maggie Q, Mekhi Phifer, Jai Courtney, Miles Teller and Kate Winslet

In a futuristic Chicago, society divided into five factions, Abnegation, Amity, Candor, Erudite, and Dauntless. When people turn to sixteen, they have to take a test to show which faction that fit for them. Whatever the result, they still freely to choose in the Choosing Day. Together they run their job to keep the world in peace. Beatrice Prior was born in Abnegation family but she never feels that she belongs there, unlike her bother, Caleb. She hopes the test result can answer her questions. But her result shows that she cannot be categorize. It means she is a divergent, something that everybody afraid of. In Choosing Day, Beatrice chooses to move to Dauntless. Surprisingly, her brother moves to Erudite, the faction that lead by Jeanine, and rumored planned to take the government control from Abnegation. Beatrice, who changes her name to Tris, has something else to worry about. One of them is Four, her cold yet handsome mentor who almost discover what she really is.



Divergent was fine. I mean it was great but still made me feel a little disappointed. Maybe I just really like the book. Kinda odd, because I bought the book after heard the news about the movie a year ago. The story changed a bit, particularly the ending. I think it is a good move. The original ending in the book probably would make the audience confuse. In the movie, they just make it is longer, give some explanation and open the new door for the sequel which coming in March 20, 2015. The ending is tolerable but not Tris’ face. How can her cheeks and eyelash look so red and beautiful after those jumps?

Beside those two things, I like the movie. The fight scene was good. It is so scary, so tense, make me wanna faint in my chair (maybe a little too much, dhyn?). It cannot be so powerful without  help from score and soundtrack department. I have to download that Beating Heart song asap! And I have no complain about the cast, especially Theo James as Four and Ansel Elgort. God, Kemal Pamuk and Gus are back from the death and still looking good like time doesn’t pass at all hehehehe.

At last, Divergent cannot be missed. I may be felt a little bit disappointed but it cannot make it a bad movie. My advice, you are better watch it before you read the book :)



Fun Fact!
I saw several men in my dad’s age inside the theater. I was wondering what they were expecting while purchase the tickets. Did they read the book or they were just Divergents? Who knows :p

Friday, March 21, 2014

Vampire Academy

Richelle Mead
332 pages
Razorbill, August 2007
eBook

St. Vladimir's Academy isn't just any boarding school--it's a hidden place where vampires are educated in the ways of magic and half-human teens train to protect them. Rose Hathaway is a Dhampir, a bodyguard for her best friend Lissa, a Moroi Vampire Princess. They've been on the run, but now they're being dragged back to St. Vladimir's--the very place where they're most in danger. . . .
Rose and Lissa become enmeshed in forbidden romance, the Academy's ruthless social scene, and unspeakable nighttime rituals. But they must be careful lest the Strigoi--the world's fiercest and most dangerous vampires--make Lissa one of them forever.

When vampires story (I mean, Twilight movie) was booming, I became hunger for more and more bloods and fang. Then I heard about Vampire Academy. I literally just hear about it and that is all. I did not make effort to read it or even search the books. It started to catch my attention again when I watched the teaser trailer for the film adaptation last year. Still, I was not searching for the books or every little thing about the story. I wanted to watch the film without expectation. But once I watched it last month, I expected something ‘wow’ from the book. Did I disappoint or not?

“If I let myself love you, I won't throw myself in front of her. I'll throw myself in front of you.”

Once again, did I disappoint or not? I did. I think I just love the movie so much.

Even though, Vampire Academy’s stories in both movie and book have not big differences, I did disappoint. I mean, the story was good but not as funny as the movie. I surprised to found the setting explanation is less but I still get it the perfect picture of the academy building. Oh, wait, I watched the movie. But deeply in my mind (and especially, in my heart) I expected more explanation of relationship of Rosa and Dimitri, then Dimitri and also Dimitri. That guy, Danila Kozlovsky, made me experience movie-hangover (Dhyn, there is not such a thing). I hope I also feel book-hangover like when I watched and read Twilight long time ago. But sadly, it is not so much. I think it is because I just read the first book. Their relationship must be mention more in the rest of the series then. Okay, I am gonna read them to cure my ‘hunger’. Aside my personal disappointed, the book did give me something more than the movie. It helps me to understand several odd things that I found in the movie. I finally understand the complicated relationship between Moroi-Dhampir-Stigoi, why it is taboo for Moroi to drink Dhampir’s blood, why there is no chance to Rosa dan Dimitri relationship and why Zoey Deutch’s chest dominated the screen. Thank you very much!


At last, Vampire Academy is just not another story of sparkling vampires or love triangle (yet?). It is complicated, it is full of blood and fang and I am so thankful for that. I am very looking forward to read the second book, Frostbite and hopefully watch it on screen in next two or three years? Hope for the best hehehe :D

Thursday, March 20, 2014

Three Things Thursday: Lift-My-Spirit-Up Movies

Three Things Thursday adalah tempat aku menjelaskan tiga hal yang mempunyai satu kesamaan, aku sukai! Tiga hal itu bisa saja merupakan tempat, makanan, minuman, buku, film ataupun lagu. Di post terbaru Three Things Thursday ini aku mau berbagi tiga lift-my-spirit-up movies. Apakah itu? Maksudnya film-film yang membangkitkan semangatku. Aku cuma menyimpan sedikit film di laptop, untuk menghindari kasus dimana aku malah nonton film bukannya nulis. Ketiga film ini di antaranya dan mau tak mau aku terus menontonnya. Tapi kemudian aku menyadari ada satu kesamaan lain dari ketiga film ini. Ketiganya sama-sama punya wanita sebagai tokoh utama! So, should I called it as Girl Power Movies? Let’s check ‘em out :)

1. The Devil Wears Prada

Genre:
Drama
Director:
David Frankel
Cast:
Meryl Streep, Anna Hathaway, Emily Blunt, Stanley Tucci, Simon Baker and Adrian Grenier

Andrea ‘Andy’ Sachs, baru saja lulus dan pindah ke New York untuk mencari pekerjaan sebagai jurnalis. Dia malah mendapat panggilan untuk bekerja sebagai asisten editor majalah fashion, Miranda Priestly. Bosnya ini perfeksionis dan hobi memberikan perintah yang tidak masuk akal. Andy terus bertahan karena setelah bekerja selama satu tahun, pintu untuk bekerja di majalah besar akan terbuka. Perlahan, dia mulai mengorbankan pacar, teman dan dirinya sendiri.

My favorite scene: when Andy’s going to Paris! :D

Lessons Learnt: kerja keras Andy dalam menyesuaikan diri bekerja di majalah fashion patut diacungi jempol. Walaupun sebagian besar pekerjaan dia adalah menerima telepon dan mengantarkan kopi, dia tetap perlu tahu seluk-beluk kantornya agar bisa bekerja lebih sigap dan tanggap.

2. Morning Glory

Genre:
Drama
Director:
Roger Michell
Cast:
Rachel McAdams, Harrison Ford, Diane Keaton, and Patrick Wilson

Becky Fuller baru saja dipecat dari pekerjaannya sebagai executive produser sebuah acara berita pagi di New Jersey. Setelah itu dia mendapat pekerjaan baru di New York. Sayangnya acara yang dia produseri, Day Break, termasuk acara pagi yang punya rating yang buruk. Becky lalu memperbaharui segalanya, dari segi program sampai pembawa acaranya dengan merekruit anchor favoritnya, Mike Pomeroy.

My favorite scene: Di hari pertama bekerja kembali, Becky menampung dan menjawab semua pertanyaan staff secara beruntun dan tidak ada yang terlewat. Bravo!

Lessons Learnt: Becky sangat menjunjung tinggi pekerjaannya. Saat pengangguran, dia memperbaharui resumenya secara berkala. Setelah bekerja kembali, dia selalu datang pertama dan pergi terakhir. Walaupun pada awalnya banyak orang yang meremehkan, Becky tetap berusaha dan buah keberhasilannya terasa begitu manis!

3. I Don’t Know How She Does It

Genre:
Drama
Director:
Douglas Gigliotti
Cast:
Sarah Jessica Parker, Pierce Brosnan, Greg Kinnear, Christina Hendricks, Olivia Munn, Seth Meyers and Busy Philips

Kate Reddy, ibu dari dua anak dan manajer investor yang super sibuk. Suami dan anak-anaknya cuma bisa protes. Dia harus pergi ke luar kota saat proposal investasinya disetujui dan bertemu dengan parner kerja yang rupawan. Kate berusaha menyeimbangkan dua kehidupannya sampai dia harus memilih salah satu.

My favorite scene: Kate’s son, Ben, spoke for the first time!

Lessons Learnt: menjadi working woman memang tidak mudah. Kadang dilema saat harus membagi waktu antara anak-anak, suami dan pekerjaan. Kehidupan Kate di sini tidak menawarkan solusi tapi cukup menginspirasi dan membuka wawasan tentang working woman. Tiru semangatnya!

Itulah tiga film yang membuat semangatku berkobar kembali. Kamu juga punya film yang bikin kamu termotivasi lagi? Let me know on comment box below. See you in the next Three Things Thursday :D

Tuesday, March 18, 2014

Nulis Itu "Dipraktekin"

Tim Wesfix
160 halaman
Grasindo, February 2014
Rp. 43.000,-

Menulis itu mudah, menyenangkan, dan tentu bisa dipelajari. Bukan dengan teori-teori atau duduk di sebuah seminar, tapi dengan... “DIPRAKTEKIN”.

Dengan halaman full-color dan gaya penyampaian yang serba visual, serta pembahasan yang singkat-padat, Anda akan merasakan perbedaannya. Buku ini tidak sekadar membuat informasi Anda bertambah, tapi juga akan membuat Anda tersenyum, terperangah, sekaligus manggut-manggut. Asyik dibaca!

Sikat buku ini terutama buat Anda: remaja, pekerja kantor, manajer, entrepreneur, hmmm, artis, penulis, dan semuanya yang tertarik untuk jadi PENULIS.

Bukan hanya warna dan judulnya yang menarik perhatian dan membuatku membeli Nulis Itu "Dipraktekin", tapi rasa penasaran sama Tim Wesfix, yang menulisnya. Siapa dia? Kenapa aku baru mendengar namanya? Dan kenapa ada buku-buku lain yang ditulisnya dalam judulnya yang serupa? Jawabannya aku temukan saat mulai membaca buku ini. Let’s review it then :D

Nulis Itu "Dipraktekin" diawali dengan dua buah pengantar, ‘how to use this book’ yang menerangkan bahwa buku ini bisa dibaca dari halaman berapapun dan ‘mengapa harus “nulis”?’ yang berisi alasan-alasan sederhana tapi ampuh membakar semangat untuk menulis. Lalu bab utamanya ada sembilan, Test You Passion, Siapkan Meja Anda, Lima Pilar Cerita, Catch Your Ideas!, Memulai Novel Anda, Konsistensi di Tengah Cerita, Memasuki Penghujung Cerita, Menghadapi Writer’s Block, dan Segala Hal tentang Penerbitan. Lalu ada bagian Checklist, Kepustakaan dan Tentang Penulis. Tim Wesfix ternyata kumpulan dari beberapa penulis. Tidak jelas siapa saja penulisnya, tapi mereka memiliki tujuan untuk memberikan informasi dalam bentuk buku. So, it explained a lot.

Buku ini sangat membantu membangkitkan semangat dan memotivasi aku, sebagai pembaca, untuk benar-benar mempraktekan apa yang aku mau, dalam hal ini adalah menulis. Setiap bahasan tiap babnya dijelaskan secara singkat dan sangat padat, sekitar satu sampai dua halaman. Itu juga hanya dalam beberapa paragraf kecil. Pembahasan seperti itu membuatku fokus pada inti yang pentingnya. Tapi hal tersebut juga menjadi kekurangan buku ini. Terlalu singkat, membuatnya mudah terlupakan. Buku ini juga tidak cocok untuk pemula, yang belum tahu seluk beluk dan detail struktur tulisan fiksi yang baik, seperti plot, dialog dan karakter. Untungnya halamannya punya warna-warna yang menarik, dengan quotes yang inspiratif.

At last, Nulis Itu "Dipraktekin" mungkin tidak bisa diandalkan jika kita mau sesuatu yang mendetail, tapi untuk mengingatkan alasan kenapa kita harus menulis, buku ini cocok sekali! Karena satu yang pasti, sebanyak apapun kita membaca cara menulis yang baik dan benar, pada ujungnya nulis itu harus dipraktekin :)



Sunday, March 16, 2014

My Day is Yours


[Korean]
Harue han beonman geudaen tteoollyeojwoyo miss you 
Harue han beonman naneun ijeobolgeyo 
Geugeotdo andwaeyo geugeotdo andwaeyo 
Geugeotdo andoemyeon geureom nan eotteokhanayo 

Geudae han madie naneun useoyo 
Geoulcheoreom maeil sarayo 
Naui haruneun geudaeui geosijyo 

Can’t stop me now can’t stop me now 
Geudaereul darmeun bom hyanggiga ajik chaneyo 
Can’t stop me now can’t stop me now 
Naneun meomchul su eomneyo i can’t stop loving you 

Heutnallineun barame geudae tteoolla 
Nun busin haessare geudae tteoolla 
Naneun meomchul su eomneyo i can’t stop loving you 

[English]
Just once in a day, I remember you, miss you 
Just once in a day, I try to forget 
This can’t be right, this can’t be right 
If this isn’t right, then what am I supposed to do? 

With your one word, I laugh 
I live day by day, like a mirror 
My day is yours

Can’t stop me now Can’t stop me now 
I still smell your scent of spring 
Can’t stop me now Can’t stop me now 
I can’t stop, I can’t stop loving you 

You come to me in the fluttering wind 
You come to me in the blinding sunshine 
I can’t stop, I can’t stop loving you

Happy Sunday :)

Friday, March 14, 2014

Good Fight

Christian Simamora
514 halaman
GagasMedia, 2012 (cetakan ketiga)
Rp. 57.000,-

Dia tak benar-benar mencintaimu, kau dan aku sama-sama tahu itu.
Dibawakannya kau bunga, tetapi bukan kesukaanmu. Digenggamnya jemarimu, tetapi tidak cukup mesra. Dia mencium bibir indahmu, lalu cepat-cepat menyudahinya.

Puaskah kau dengan cinta seperti itu?
Sampai kapan kau terus duduk di situ, menunggu dia berbalik menginginimu?

Berhentilah mengabaikanku.
Tak bisakah kau memberiku kesempatan juga? Lirik aku sebentar saja. Dengarkan aku sebentar saja. Biar aku buat kau percaya, hanya aku yang bisa membuatmu bahagia.

Hanya aku—bukan dia.

Beli Good Fight adalah dosa besar! Karena ini menjadi novel keempat yang aku beli di bulan Februari. Padahal aku udah bikin resolusi (atau semacam aturan maksa) buat beli buku maksimal tiga buah tiap bulannya. Bukan karena nggak ada duit, tapi karena nggak ada tempat! Buku, terutama novel-novel yang terbeli karena covernya mencrang abis, menumpuk dan bikin kamarku kayak gudang. Enough said about my book shopping and room problems, let’s review the book! :)

Good Fight menceritakan hubungan anjing dan kucing antara Teresia dan Jethro di kantor mereka. Pekerjaan mereka sebagai fashion stylist dan fotographer di sebuah majalah fashion, Mascara dan Manner, membuat mereka sering bertemu tapi komunikasi mereka tidak pernah berjalan baik-baik. Jet selalu punya cara untuk membuat Tere naik darah dan yang diusilin sering kali keabisan akal untuk membalasnya. Suatu hari mereka terjebak di dalam lift berdua. Tere dan Jet mulai membuka rahasia masing-masing yang tak pernah diceritakan ke teman terdekat mereka sekalipun. Mereka pun menemukan satu kesamaan yang mendekatkan mereka, baik Tere dan Jet menjadi selingkuhan orang. Tere dengan Indra, mantan pacarnya yang sudah bertunangan dengan wanita pilihan orangtuanya dan Jet dengan Nadine, pengusaha dan istri seorang pria yang sedang sekarat di Singapura. Permusuhan mereka tiba-tiba hilang yang digantikan dengan ketertarikan satu sama lain.

“Nggak ada yang lebih nyakitin daripada terpaksa ngelepasin orang yang lo cintai sepenuh hati,” – halaman 473

Good Fight ini ceritanya panjaaaaang dan muter-muter banget tapi untungnya bisa aku nikmatin dan tetep jadi guilty pleasure-ku! Jumlah halamannya yang fantastis, dibandingkan dengan seri J-Boyfriend yang aku baca sebelumnya, bisa dibilang pas karena perjalanan hubungan Tere dan Jet ini juga sama panjangnya. Mulai dari benci-bencian, lalu gencetan senjata, kemudian berusaha menjadi temen, tapi eh malah saling suka dan ditambah konflik mereka sebagai selingkuhan orang. Nggak cuma ribetnya hubungan Tere dan Jet, sedikit love life-nya temen kerja di majalah tersebut juga diceritakan. Tapi kenapa bagian si Indra dan Nadine dikit banget ya? Bukannya mereka yang terlibat langsung dengan konflik ‘selingkuhan’ ini. Kenapa malah Rian dan Dani yang malah punya ruang cerita? Nggak hanya itu, orang dari masa lalu juga dibawa kembali buat memanaskan hubungan Tere dan Jet. Pokoknya complicated banget lah! Untungnya semuanya dihiasi keramean kerja di majalah fashion, referensi pop culture dari yang biasa seperti film dan lagu, sampe yang berkaitan dengan fashion, gosip selebriti internasional dan Twitter. Lucunya, ada sedikit selipan cerita dari Pillow Talk. Yes, Emi dan Jo! So good to hear from them again :p

Untuk masalah teknisnya, nggak terlalu dipikirin karena aku lebih konsen ke cerita. Seperti typo, hmm, ada nggak ya? Mungkin ada sedikit tapi aku nggak ngeh banget. Terus aku udah terbiasa dengan trademarknya penulis ini, contohnya seperti kata-kata yang dicetak tebal, icon smiley (J L) dan dialog kosong (“…”), jadi oke lah.

At last, ke-complicated-an Good Fight tidak menghalanginya untuk menjadi guilty pleasure-ku dan sekaligus memberiku rasa penasaran pada seri J-Boyfriend yang belum aku baca, With You. Semoga aku bisa baca buku itu tanpa melanggar ‘aturan paksa’ dan tentunya harus dibaca sebelum Guitly Pleasure terbit XP

Thursday, March 13, 2014

Three Things Thursday: Girl Crush

Three Things Thursday adalah tempat aku menjelaskan tiga hal yang mempunyai satu kesamaan, aku sukai! Tiga hal itu bisa saja merupakan tempat, makanan, minuman, buku, film ataupun lagu. Di post terbaru Three Things Thursday ini aku mau berbagi tiga wanita yang aku suka alias girl crushMenurut Urban Dictionary, girl crush adalah rasa ketertarikan dan kekaguman seorang wanita terhadap wanita lain tanpa adanya konteks seksual. Jadi aku masih normal ya hahahaha. Tiga wanita di bawah ini punya sesuatu yang aku suka, tapi aku sulit untuk iri atau membencinya. Aku malah suka banget nyari-nyari berita terbaru tentang mereka. Inilah tiga wanita tersebut :)

1. Kate Upton


I’m attracted to her . . body!

Aku pertama tahu Kate Upton dari berita cover Sport Illustrated yang diambil di kutub utara. Covernya memang . .  wow! That hot bod! Begitu tahu umurnya baru 21 tahun, aku makin kagum aja.  Berbeda dengan orang lain yang bilang Upton ini terlalu gendut untuk jadi model, aku malah pikir model harusnya kayak dia, tidak kurus kerempeng. Newest news about her, dia melakukan pemotretan di sebuah ruang anti gravitasi dan main film bareng Cameron Diaz. I’m definitely gonna watch it!

2. Chelsea Elizabeth Islan


I’m attracted to her . . hair style!

Aku sudah sering ngeliat fotonya di fashion spread majalah kesukaanku, GoGirl! Tapi nggak begitu ngeh karena make up dan pakaiannya yang distracted. Aku baru bener-bener ngeh saat dia main sebagai Anna di film Refrain. Aktingnya yang masih terlihat kaku. Tapi potongan rambutnya lucu dan sesuai sama wajahnya, yang harus kuakui, manis dan unik. Aku lalu berani potong rambut pendek (so, it was not broken heart case). Aku juga bela-belain nonton film keduanya, Street Society which is surprisingly good!

3. Kaley Cuoco-Sweetings


I’m attracted to her . . love life!

Aku tidak pernah tertarik nonton Big Bang Theory. Kalo nonton potongannya pernah, tapi itu juga karena dosen menjadikannya sebagai contoh di kelas. Pokoknya aku clueless banget soal serial comedy itu. Tapi aku nggak bisa tiis aja begitu denger salah satu pemainnya, si Kaley ini, tunangan setelah pacaran tiga bulan saja. Ah, nanti juga putus atau nikahnya bertahun-tahun kemudian, pikirku. Ternyata dia menikah dalam waktu yang cepat, di malam tahun baru 2014. Penampilannya dalam dress bunga-bunga bersama Ryan Sweetings di Golden Globe mencuri hatiku. Semenjak itu aku tertarik untuk liat setiap momen yang dia habiskan bersama suaminya. It’s like she is living in a fairy tale!

Itulah tiga girl crush aku.Memang agak aneh, apalagi alasan kenapa aku suka mereka, tapi mau gimana lagi. Mungkin kalian juga punya girl crush atau boy crush, cuma nggak nyadar aja hahahaha. See you in the next Three Things Thusday :D

Sunday, March 9, 2014

Frenemies


I remember how it used to be You never were this nice 
You can't fool me 
Now you talkin' 
Like you made a change 
The more you talk 
The more things sound the same 
What makes you think 
You can just walk back 
Into her life 
Without a good fight 
I just sit back 
And watch you make a fool of yourself 
You're just wasting your time 

No, you're never gonna get it, never ever gonna get it, my lovin'

Happy Sunday :)

Saturday, March 8, 2014

You Are the Apple of My Eye

Genre:
Drama/Comedy
Director:
Giddens Ko
Cast:
Ko Chen-tung, Michelle Chen, Owodog, Steven Hao, Tsai Chang-hsien, Yen Sheng-yu, and Wan Wan

Siswi paling pintar, Shen Chian-yi sangat populer dan disukai banyak siswa di kelas. Walaupun keempat teman dekatnya mencoba mendekati Chen-yi, Ko Ching-teng aka Ko-teng, siswa paling nakal dan pemalas, mengaku tidak tertarik sedikitpun. Suatu hari Ko-teng dan Boner tertangkap sedang masturbasi. Sebagai hukuman, tempat duduk mereka dipindahkan. Ko-teng yang asalnya duduk paling belakang jadi duduk di depan Chian-yi. Di kelas bahasa Inggris, Chian-yi lupa membawa buku. Ko-teng meminjamkan bukunya dan menerima hukuman dengan sukarela. Sebagai ucapan terima kasih, Chian-yi membantu Ko-teng untuk belajar menghadapi ujian. Mereka juga bertaruh tentang siapa yang mendapat nilai paling tinggi. Sejak saat itu Ko-teng jadi rajin belajar dan sangat dekat dengan Chian-yi. Ketika kelulusan datang, mereka berpisah untuk kuliah di kota berbeda tapi tetap menjalani komunikasi lewat telepon. Saat libur Natal tiba, mereka bertemu dan berkencan secara tidak resmi. Ko-teng mengungkapkan perasaannya tapi melarang Chian-yi untuk memberikan jawaban karena dia takut ditolak. Dia hanya ingin terus menyukai Chian-yi.



Karena pengen banget baca bukunya, aku bela-belain nyari film You Are the Apple of My Eye dan menontonnya (agak males-malesan sih). Menurutku, ini film remaja (menuju dewasa) yang lengkap. Ada drama percintaannya, persahabatan, dan tentunya lucu banget. Karena tokoh utamanya di sini adalah seorang cowok, drama cinta-cintaannya nggak menye-menye. Pernyataan cinta Ko-teng kepada Chian-yi begitu sederhana tapi tetep bikin hati miris dan pengen nangis. Ending itu loh, ending-nya! Dan karena tokoh utamanya cowok juga, ada ehem, banyak adegan yang cukup dewasa. Kadang bikin ketawa, kadang bikin terpesona dan tentunya kadang bikin aku risih sendiri. Untungnya (atau anehnya) para cowok itu nggak mikirin cewek yang disukainya ketika membayangkan hal dewasa tersebut. Kenapa ya?

When you really like a girl, you'd be happy for her. When you see her finding her Mr. Right, you will want them to be together and to live happily ever after.”

Selain ceritanya yang menarik, seorang cowok menyukai seorang cewek selama bertahun-tahun, kisah dibelakangnya juga menarik. Giddens Ko, sutradaranya yang juga menulis skenario dan lirik untuk beberapa lagunya, merupakan penulis novelnya juga. You know what, this film is actually his story, his experience and his love life. Di ujung film malah ada adegan di mana Ko-teng  dan teman-temannya membicarakan kemungkinan cerita hidup mereka ditulis dalam novel. Tapi tidak semuanya kejadian sama persis di film ini sih. Katanya ada beberapa adegan yang dirubah agar lebih dramatis. Tapi tetep aja menarik. Novel dan film menjadi wadah untuk mengingat pengalaman sendiri dan menambahkan ‘bumbu-bumbu’ yang kita inginkan. I think I’m gonna do the same with my (love) life. Again.

At last, You Are the Apple of My Eye bagus dan wajib banget ditonton. Film ini bisa menjadi pilihan kamu untuk mengingat masa-masa menyenangkan di sekolah, persahabatan di kala suka dan duka dan indahnya menyukai seseorang. Namun, ingat sama konten dewasanya ya hehehe. You’ve been warned. Recommended! :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...