MY LATEST VIDEO ON YOUTUBE



Read the story of this booktuber here ;D

Sunday, November 30, 2014

Don't Trust My Hands


Saw you out by the pool on the 8th of July 
Didn't think much about it at the time 
Didn't know that I'd have to cross this line 
Didn't know, didn't know 
I remember the guy who lost his pants 
Took the hit and you laughed and then we danced 
Now I'm around you and I don't trust my hands 
Help me out, help me out 

 Now that we're cool, we can just chill 
We can be friends 
The problem with that it's I've gotten in over my head 

I can't think about anybody but you, sugar 
I can't think about anybody but you (but you) 
I can't think about anybody but you, sugar 
I can't think about anybody but you (but you) 

Take your time, work it out with a bottle of wine 
Give a word, give a wink, or give a sign 
Let me know it before I lose my mind 
Let me know, let me know (let me know) 
How far do you think that this could go? 
Would you sign your name with an X or an O? (Sign your name) 
We could rush it or we could go slow (we could rush) 
Go slow

Happy Sunday ;D

Saturday, November 29, 2014

Aceh Nouille

Halooo, di bulan ini aku masak Mie Aceh. Resepnya aku dapat dari Youtube channel-nya Kokiku Tv. Walaupun temen-temenku sering banget ngajak ke restoran masakan Aceh, aku sendiri belum pernah nyobain yang namanya Mie Aceh. Apa yang bikin mie itu unik dan berbeda? Maka saat menemukan resep ini, aku sangat tertarik untuk mencobanya. Let's get cooking :)


Bahan-Bahan:
2 bungkus mie goreng instan
Dada ayam fillet, potong dadu
1 bh tomat, iris tipis
1/2 kol, iris tipis
2 bh bawang merah, iris tipis
1 bh bawang putih, iris tipis
Daun bawang, iris tipis
Kecap manis
Kecap asin
Minyak goreng
Air

Bumbu yang dihaluskan:
3 bh kemiri, sangrai
1 bh kapulaga
1/4 sdt jintan
1/4 ketumbar bubuk
1/2 sdt lada putih
6 bh bawang merah
6 bh bawang putih
2 cm kunyit
2 bh cabai merah
minyak goreng

Cara Membuat:
1. Rebus mie goreng instan sesuai selera. Tiriskan dan sisihkan.


2. Blender bahan-bahan bumbu halus.



3. Siapkan penggorengan, tuang minyak dan tumis irisan bawang merah dan putih sampai harum


Friday, November 28, 2014

Forever Monday

Ruth Priscilia Angelina
320 Halaman
PT. Gramedia Pustaka Utama, Oktober 2014
Rp. 62.000,-

Ingga akhirnya mendapatkan hari Senin untuk menjadi pacar Eras, playboy yang punya begitu banyak pacar, satu gadis untuk satu hari. Sampai Ingga bertemu Kale, playboy lainnya yang berparas tampan.

Kale mengubah hidup Ingga, memberikan warna di hari-hari kelam gadis itu, mengajarinya bagaimana bersenang-senang dan bagaimana menyayangi dirinya sendiri. Kale membuat hati Ingga jungkir balik, membuat dunia gadis itu porak-poranda dengan segala kasih sayangnya yang aneh.
Namun itu bukan berarti Ingga telah berpaling dari Eras. Gadis itu tetap mencintai Eras. Bahkan sampai pada saat Kale memintanya secara resmi untuk menjadi pacarnya, Ingga tetap mempertahankan posisinya sebagai pacar hari Senin-nya Kale.

Hari-hari bergulir, di samping kisah cinta yang rumit, fakta demi fakta bermunculan. Fakta bahwa Eras dan Kale dulu adalah sahabat dekat. Dendam lama yang disimpan rapi selama bertahun-tahun belakangan kini menuntut pembalasan. Pembalasan yang akan menghancurkan hidup Ingga dan orang-orang yang disayanginya.

Buatku novel Forever Monday punya judul, premis cerita dan cover sederhana yang sangat menarik. Tapi aku masih ragu untuk membeli novel dari penulis yang belum aku tahu. Jadi aku memilih meminjamnya di Pitimoss saja. Sempet males sih buat minjemnya, masih banyak novel lain yang lebih menjanjikan ceritanya. Namun beberapa review singkat di Goodreads, yang spoiler abis, memantapkan keinginanku untuk membawanya pulang selama seminggu. Now, let’s review it :D

"Percayalah, tinggal dengan orang yang nggak pernah peduli denganmu rasanya lebih buruk dibandingkan tinggal sendirian." – halaman 73

Ingga Yatalana sangat mencintai Eras Uparengga sehingga dia rela mengemis cintanya. Tak disangka Eras memberinya hari Senin, hari yang paling sibuk dan Eras sangat benci. Tiap hari Senin, Eras tidak bertindak sebagai pacar yang baik, berbeda dengan perlakuannya kepada pacarnya di hari lain. Gino Airlangga, adik Ingga, menentangnya. Dia sulit menerima bahwa mendiang ayah mereka memilih Eras menjadi wali mereka dan mewarisi perusahaan keluarga mereka, Panah Nusantara. Dia jadi jarang pulang ke rumah yang Eras dan Ingga tinggali bersama.

Rara Andari, teman Ingga, cukup mengerti dengan cinta gila tersebut. Bertahun-tahun dia mengharapkan kasih sayang ayahnya, Adinata Sakti. Dia rela dipukuli dan dijadikan pertaruhan bisnis. Kali ini Rara disiapkan untuk memikat Kale Samapta, penerus perusahaan Earth Line. Ternyata Kale lebih tertarik dengan Ingga dan tidak mempedulikan status ‘pacar hari Senin Eras’. Dia malah sering memacari mantan pacar Eras dan begitu juga sebaliknya. Mereka dulu bersahabat tapi berpisah jalan karena perempuan bernama Sandra. Ingga menyukai kehadiran Kale. Kale memberinya segala yang dia inginkan dari Eras. Tiap hari, termasuk hari Senin, milik Ingga jadi lebih berwarna. Tapi sebaik apapun Kale, yang Ingga inginkan adalah Eras seorang.

Di hari ulang tahun Ingga, Gino mempersiapkan kejutan  bersama Rara dan Kale. Dia menjemput Ingga dan membawanya ke rumah lama mereka. Ingga terkesan dengan kejutan tersebut. Tapi kemudian dia mendapat potongan-potongan masa lalu yang menyakitkan. Dia mengamuk dan berusaha mencekik Kale sampai mati.

Thursday, November 27, 2014

Three Things Thursday: Film Adaptation 8

Three Things Thursday adalah tempat aku menjelaskan tiga hal yang mempunyai satu kesamaan, ketiganya aku sukai! Tiga hal itu bisa saja merupakan tempat, makanan, minuman, buku, film ataupun lagu. 

Di post terbaru Three Things Thursday ini aku mau kasih tahu kamu tiga film dari luar negeri yang diadaptasi dari novel yang bakal tayang di akhir tahun 2014. Postingan ini sekaligus menjadi postingan tentang film adaptasi dari luar negeri terakhir. Ini diaaaaa :)

1. Love, Rosie
Diadaptasi dari novel karya Cecelia Ahern

Mulai Tayang:
22 Oktober 2014

Sutradara:
Christian Ditter

Cast:
Lily Collins
Sam Claflin
Tamsin Egerton
Suki Waterhouse
Jaime Winstone
Art Parkinson
Christian Cooke
Nick Lee
Lily Laight
Max Cleary
Marion O'Dwyer
Nick Hardin
Jake Manley
Jamie Beamish

Sinopsis:
Alex dan Rosie bersahabat dan tak terpisahkan sejak kecil. Di suatu malam, Alex bertemu dengan Bethanny. Ini membuat Rosie agak cemburu, sehingga dia juga pergi bersama laki-laki lain. Kemudian kencan satu malam yang dilakukan Rosie membuatnya hamil. Itu menghancurkan rencananya untuk kuliah di Boston. Dia tidak memberi tahu Alex dan membiarkannya pergi untuk kuliah di Harvard. Hubungan persahabatan mereka mulai renggang dengan rahasia dan perpisahan tersebut.

Udah nonton filmnya? Beluum.

Udah baca novelnya? Beluuum juga.

Trailer!


Diadaptasi dari novel karya Suzanne Collins

Mulai Tayang:
21 November 2014

Sutradara:
Francis Lawrence

Cast:
Jennifer Lawrence
Josh Hutcherson
Liam Hemsworth
Woody Harrelson
Elizabeth Banks
Julianne Moore
Philip Seymour Hoffman
Jeffrey Wright
Stanley Tucci
Donald Sutherland

Sinopsis (diambil dari situs 21cineplex):
Pasca Peeta ditangkap oleh President Snow, Katnis kini memimpin pemberontakan bersama pimpinan Distrik 13, Presiden Coin. Bersama teman-teman terdekatnya Katnis mencoba meruntuhkan Capitol dibawah pimpinan Presiden Snow.

Wednesday, November 26, 2014

Fangirl

Rainbow Rowell
456 Halaman
Penerbit Spring, November 2014
Rp. 74.000,-

Cath dan Wren—saudari kembarnya—adalah penggemar Simon Snow. Oke, seluruh dunia adalah penggemar Simon Snow, novel berseri tentang dunia penyihir itu. Namun, Cath bukan sekadar fan. Simon Snow adalah hidupnya!

Cath bahkan menulis fanfiksi tentang Simon Snow menggunakan nama pena Magicath di Internet, dan ia terkenal! Semua orang menanti-nantikan fanfiksi Cath.

Semuanya terasa indah bagi Cath, sampai ia menginjakkan kaki ke universitas. Tiba-tiba saja, Wren tidak mau tahu lagi tentang Simon Snow, bahkan tak ingin menjadi teman sekamarnya!

Dicampakkan Wren, dunia Cath jadi jungkir balik. Sendirian, ia harus menghadapi teman sekamar eksentrik yang selalu membawa pacarnya ke kamar, teman sekelas yang mengusik hatinya, juga profesor Penulisan Fiksi yang menganggap fanfiksi adalah tanda akhir zaman.

Seolah dunianya belum cukup terguncang, Cath juga masih harus mengkhawatirkan kondisi psikis ayahnya yang labil. Sekarang, pertanyaan buat Cath adalah: mampukah ia menghadapi semua ini?

Setiap channel booktuber yang aku tonton pasti membuat review mengenai Fangirl, atau novel karya Rainbow Rowell lainnya. Itu membuatku penasaran, ingin ikut membacanya. Senang sekali rasanya saat mendengar Penerbit Spring, imprint dari Penerbit Haru, mengeluarkan novel ini sebagai novel terjemahaan pertama mereka. Saking tidak mau ketinggalannya, aku membeli novel ini sesegera mungkin di Gramedia. Aku tidak punya waktu untuk menunggunya muncul di toko buku diskon atau membelinya secara online. I wanted it ASAP! Now, let’s review it :D

"Rasanya menyenangkan menulis di kamarnya sendiri, di tempat tidurnya sendiri. Terhanyut dalam Dunia Mage dan terus begitu, tidak mendengarkan suara apa pun di dalam kepalanya kecuali suara Simon dan Baz. Bahkan tidak juga suaranya sendiri. Ini sebabnya Cath menulis fanfiksi." – halaman 102

Cather ‘Cath’ Avery memulai kehidupan kuliahnya dengan kegelisahan. Semua yang dulu begitu terkendali dan stabil perlahan mulai berubah. Wren, saudari kembarnya, menolak menjadi teman sekamarnya. Itu membuat Cath merasa kesepian. Dia takut dan canggung berkenalan dengan orang-orang baru. Reagan, teman sekamarnya, malah membuatnya lebih buruk. Teman laki-laki Reagen kerap kali mampir ke kamar asmara mereka. Salah satu laki-laki itu bernama Levi, yang Cath yakini sebagai pacar Reagan. Levi tidak berhenti tersenyum kepadanya, atau siapapun. Itu membuat Cath agak gugup saat berada di dekat laki-laki yang lebih tua itu. Lalu Cath juga mencemaskan ayahnya, yang punya masalah mental, tinggal sendirian di rumah. Ayahnya kerap kali berkerja berlebihan dan mengabaikan obat-obatannya.

Hanya menulis lah yang menjadi obat dan pelarian Cath. Di dunia maya, dia dikenal dengan nama pena ‘Magicath’ dan punyai fanfiksi yang dibaca ribuan orang. Fanfiksinya mengenai Simon Snow dan Tyrannus ‘Baz’ Basilton Pitch, dua tokoh penting dari cerita tentang penyihir karya Gemma T. Leslie. Dulu Wren ikut menulis cerita percintaan Simon dan Baz bersama Cath. Kini ada Levi yang memaksa Cath membacakan untuknya. Di dunia nyata, Cath mendapat kesempatan mengikuti kelas Penulisan Fiksi. Di sana dia mengenal Nick dan menjadi rekan untuk salah satu tugas. Setelah itu mereka tetap membuat janji menulis bersama di perpustakaan. Dunia menulis ini mulai membuat Cath putus asa saat Professor Piper menilai tugasnya yang merupakan fanfiksi sebagai salah satu bentuk plagiarisme.

Tuesday, November 25, 2014

Monday, November 24, 2014

S.C.H.O.O.L : Tomodachi

Winna Efendi
360 Halaman
GagasMedia, Juli 2014
Rp. 57.000,-

Pernahkah kau bertemu seorang perempuan yang tak pernah lelah menyalakan harap di hatinya? Dalam Tomodachi, kau akan bertemu perempuan itu. Perempuan biasa, tetapi punya harap luar biasa. Baginya, berlari dan menemukan garis akhir adalah sebuah keharusan. Tidak akan ada kata menyerah. 

Pernahkah kau memiliki seseorang yang selalu bisa menghapus cerita sedihmu? Dalam Tomodachi, kau akan menemukan tangan-tangan yang terikat pada satu kata: sahabat. Mereka yang keberadaannya membuat kau tak lagi merisaukan hari esok yang mungkin masih gelap. 

Juga dalam Tomodachi, kau akan bertemu seorang laki-laki yang berlari dengan sepasang sayap. Yang selalu mengejar garis akhir, tetapi tak pernah ragu untuk diam sejenak menunggu.

Tomodachi dipersembahkan untukmu yang sedang melewati masa-masa pahit-manis dalam cinta dan persahabatan. Juga untuk setiap orang yang pernah melewati dan merindukannya. 

Selamat menyusuri kisahnya.

- Editor S.C.H.O.O.L

S.C.H.O.O.L : Tomodachi adalah novel kedua dari seri Seven Complicated Hours of Our Life yang disingkat menjadi S.C.H.O.O.L. Aku udah baca novel pertamanya, Chemistry, dan lumayan suka. Seperti novel pertama, novel ini juga fokus pada salah satu mata pelajaran atau ekskul di sekolah. Di sini yang dibahas adalah olahraga lari estafet. Waaah, menarik banget! Tapi aku menyayangkan judul novelnya yang tidak to the point ke tema tersebut, tidak seperti novel pertamanya. Tapi aku optimis dengan seri dan novel ini, apalagi penulisnya Winna Efendi. Now, let’s review it :)

"Mengakhiri rasa suka untuk seseorang tidak sesederhana mengucapkan selamat tinggal; apa pun yang kau katakan, perasaan yang ada tidak akan pergi hanya karena kau menginginkannya." – halaman 123

Yamaguchi Tomomi memulai tahun pertamanya di sekolah Katakura Gakuen bersama teman baiknya, Sawada Chiyo. Di hari pertama, Tomomi mendapat masalah dari Yamashita Tomoki. Sialnya, mereka sekelas dan mendapat nomor bangku yang bersebelahan. Tapi Tomomi tetap menikmati sekolahnya karena dia akhirnya satu sekolah lagi dengan kakak kelas yang ditaksirnya, Hasegawa Kazuya. Dia bahkan mengajukan diri menjadi manajer klub sepak bola, di mana Hasegawa sensei bergabung. Sayangnya posisi itu sudah diisi oleh Miyazaki Tabitha, salah satu teman sekelas Tomomi dan Chiyo yang mempunyai penampilan asing dan kerap menjadi bulan-bulanan.

Tomomi akhirnya memilih untuk masuk klub lari estafet. Tomoki dan teman dekatnya, Ryuu juga bergabung. Tomomi mulai menyukai olahraga yang tidak sengaja dia pilih ini. Di bawah bimbingan pelatihnya, Oga, dia bertekad mengikuti Ekiden, lomba lari, tingkat nasional. Tomomi juga menemukan hal-hal baru dan menarik dari teman-temannya. Mereka mengisi ruang kesepian Tomomi setelah ayahnya meninggal dan ibunya lebih sibuk bekerja.

Sunday, November 23, 2014

The Farther You Got, I Thought of You More


[Korean]
(Hello) manhi bakkwieonne jjarbajin heeoseutaildo 
(Hello) jiteun hwajangdo ttansaram gateunde 
(Hello) ije ara naran saram negen uimieopdangeol neukkyeo neukkyeo 

kkameokgetji mwo dareun yeoja mannamyeon dwae 
uimi eobsi tto dareun namja manna ppeonhagetji 
japji motage ye dwido dorabojima no way yeah 

nan geureoke joheun sarami anya 
neomu eoryeopge saenggakhajineun mara no 
chakhan cheok doo doo roo doo doo roo 
urin wollae geureon sarang don’t say yeah 

neol saranghangeol jiwo (jiwo) you 
ni jeonhwabeonho jiwo (jiwo) moreuge 
urin andwae no no wollae geureon sai yeah 

(Good bye) maebeon gateun mal jigeutjigeutae babe 
(Good bye) urin galsurok gabyeowojyeotjanha 
(Good bye) ije ara naran saram deo uimieopdangeol neukkyeo 

Saturday, November 22, 2014

The Hunger Games: Mockingjay Part 1

Genre:
Drama/Action
Director:
Francis Lawrence
Cast:
Jennifer Lawrence, Josh Hutcherson, Liam Hemsworth, Woody Harrelson, Elizabeth Banks, Julianne Moore, Philip Seymour Hoffman, Stanley Tucci, Donald Sutherland, Natalie Dorner, Sam Claflin dan Jena Malone


Setelah diselamatkan oleh, Katniss Everdeen, beberapa peserta dan sebagian warga Distrik 12 menyesuaikan diri dengan kehidupan di Distrik 13 yang berada di bawah tanah. Oleh Presiden Distrik 13, Alma Coin, Katniss diminta untuk menjadi lambang pemberontakan mereka. Katniss tidak setuju sebelum dia melihat Peeta diwawancarai di Capitol TV. Setiap wawancara, Peeta terlihat semakin kurus dan tersiksa. Tim khusus lalu dipersiapkan untuk merekam aksi Katniss sebagai Mockingjay. Dia mengunjungi Distrik-Distrik yang hancur dan kacau, merekamnya sebagai propaganda kemudian disisipkan di acara Capitol TV untuk membalas program Peeta.



Walaupun pemberontakan Katniss dan Distrik 13 di The Hunger Games: Mockingjay Part 1 ini sangat menarik, aku merasa secara keseluruhan ceritanya tidak ada puncak konflik alias agak datar gitu. Kalau saja ceritanya tidak dibagi menjadi dua film, mungkin tidak akan seperti itu. Film ini jadi terasa sebagai ‘pemanasan’. Di sisi lain, film ini mengekplorasi detail kehidupan baru Katniss dan orang terdekatnya di Distrik 13 dengan cukup baik. Di bagian akhirnya, aku sedikit tertipu saat layar tiba-tiba gelap. Aku kira itu akhir filmnya, yang aku pikir bagus karena sangat ngegantung dan bikin penasaran. Tapi ternyata ada adegan lagi -.-

Friday, November 21, 2014

Recap Post: STPC Seri 2 GagasMedia


Tahun lalu, GagasMedia dan Bukune mengeluarkan seri novel bertema traveling yang diberi nama Setiap Tempat Punya Cerita (STPC). 12 cerita berlatar kota di luar negeri, seperti Paris, Bangkok dan New York, disajikan bersama sampul yang eye catching, ilustrasi menarik dan bonus kartu post unik.  Untuk lebih lengkapnya, kamu bisa baca recap post seri pertama STPC di sini. Kesuksesan seri tersebut membuat GagasMedia mengeluarkan seri keduanya. Aku yang sangat menyukai seri ini excited menyambut cerita-cerita selanjutnya. Mari kita lihat tiga kota yang sudah aku ‘jelajahi’ ;D

***

Erlin Natawiria
374 Halaman
GagasMedia, Desember 2014
Rp. 56.000,-

Widha nekat berlibur sendirian ke tempat impiannya, Athena. Perjalanan Widha ini juga membawa misi dan secuil harapan akan mantan kekasihnya, Wafi, yang dia ketahui sedang berada di sana juga. Sebelum berhasil bertatap muka dengan mantannya yang sudah punya kekasih seorang penulis, Keira, Widha berkenalan dengan Nathan, wisatawan dari Perth yang bisa berbahasa Indonesia dengan lancar. Bersama-sama, mereka merasakan teriknya Athena, mencicipi makanan asli (walaupun akhirnya kembali ke mie goreng instan) dan berbagi sedikit kisah pribadi. Tanpa Widha bercerita, Nathan tahu gadis itu sedang gelisah, memikirkan seseorang. Tapi dia tidak menyangka orang itu adalah lawannya di masa lalu.

“Hei, cinta itu kayak rinai hujan. Jatuh tanpa melihat-lihat siapa yang akan tertimpa. Jatuh tanpa memperhatikan secepat apa mereka sampai ke bawah. Tahu-tahu, kamu merasa basah. Tahu-tahu, kamu merasakan desiran-desiran itu lagi.” – halaman 218

Mungkin karena ekspetasiku yang tinggi akan kesuksesan STPC musim sebelumnya, maka Athena: Eureka ini tidak terasa begitu memuaskan. Aku bahkan sempat membanding-bandingkannya dengan Melbourne: Rewind, karena sama-sama menggunakan lirik lagu sebagai judul bab (so sorry). Aku tidak paham jelas konflik utamanya di sini karena ada tiga karakter yang terlibat, Widha, Wafi dan Nathan. Apakah ini tentang gadis yang belum bisa move on? Apa ini cerita dendam karena pemberebutkan seorang gadis? Apa malahan ini cerita tentang sesuatu yang serba kebetulan? Iya, ‘kebetulan’ menjadi hal yang lumrah di cerita ini. Aku nggak terlalu keganggu sih tapi membaca halaman thanks to dari sang penulis yang mengaku overdosis jurus ‘kebetulan’ sebelumnya membuatku bertanya, separah apa porsi ‘kebetulan’ muncul di naskah draft pertama? Ketiga karakter itu juga membuat penjelasan tentang tempat wisata jadi berulang-ulang. Mungkin maksudnya ingin mengambarkan tempat tersebut dari tiga kacamata berbeda tapi ternyata penjelasannya tidak jauh berbeda. Baca review selengkapnya di sini :)

***

Dahlian
336 Halaman
GagasMedia, Mei 2014
Rp. 57.000,-

Vanda Cahyanto kabur dari segala persiapan pernikahannya dan pergi ke Casablanca sendirian. Dia merasa pernikahan ini tidak seharusnya terjadi. Dia masih ragu untuk menikahi tunangannya, Rommy. Mungkin itu karena dia masih memikirkan cinta pertamanya, Ardi. Tapi dia mendapat tekanan dari keluarganya, yang menyuruhnya untuk cepat menikah atau dia akan dilangkahi adiknya Vanessa, yang sudah ingin menikah dengan pacarnya.

Di lobi hotel tempat dia menginap, Vanda dihampiri seorang warga Indonesia, Laz. Laki-laki itu sangat menyebalkan dengan mengikuti dan ikut campur semua kegiatan Vanda. Vanda sampai memberinya julukan ‘ulat bulu’. Tapi dia harus mengakui Laz punya penampilan yang memikat dan membuat hatinya berdesir. Diam-diam, Laz juga mengalami keterarikan yang sama dengan Vanda. Dia sedikit terhibur dengan keberadaan Vanda dan rasa sakit hati karena ditinggal Nadia, mantan pacarnya yang memilih menikah dengan laki-laki lain, terlupakan. Namun dia menahan perasaan itu demi sebuah rencana. Untuk melancarkan rencana itu, Laz terus mendesak Vanda untuk membatalkan pernikahannya dengan Rommy.

 “Well, semua orang pasti punya ketakutan saat akan menghadapi perubahan besar dalam hidup. Kecemasan pada sanggup atau tidaknya kita menjalani, itu soal biasa. Tapi, membayangkan kita akan menjalani hidup bersama orang yang kita cintai, biasanya membuat kita bisa melawan ketakuran itu.” – halaman 182

Wednesday, November 19, 2014

Monte Carlo: Skenario

Arumi E.
316 Halaman
GagasMedia, 2014
Rp 55.000.-

Pembaca tersayang,

Monako menawarkan kemewahan yang berkilau. Lewat jemarinya, Arumi E. akan mengajak kita berkeliling di Monte Carlo dengan cerita cinta penuh kejutan.

Kiara Almira ingin menjauh dari seremoni membosankan pekerjaannya di Cannes. Ia nekat membeli tiket kereta menuju Kota Nice dan melarikan diri. Seoang lelaki asing yang dijumpainya di kereta membawanya ke Monte Carlo, menjelajah tiap sudut Old Town yang memukau. Kala Kiara ingin mengenalnya lebih dekat, lelaki itu menghilang di tengah senja di Kafe Le Portrait, menyisakan rasa penasaran yang tidak bisa dihapusnya.

Obsesi yang tidak masuk akal terhadap lelaki asing itu membuatnya sulit menemukan kekasih hati, sampai ia bertemu Alaric Kanigara. Meski sang Sutradara mampu membuat perasaannya melambung tinggi, hati kecil Kiara masih bertanya-tanya, ke mana pria yang tiba-tiba meninggalkannya di Monte Carlo?

Setiap tempat punya cerita.

Dari negeri Ratu Grace Kelly, scenario kisah cinta hadir terduga.

Salam,
Editor

Monte Carlo: Skenario adalah novel ketiga sekaligus terakhir dari seri Setiap Tempat Punya Cerita (STPC) musim kedua dari GagasMedia. Aku bersemangat untuk menikmati novel ini. Faktanya aku selalu menyambut setiap novel STPC dengan optimis. Kota yang menjadi setting utamanya lumayan aku kenal dari film dibintangi Selena Gomez, Leighton Meester dan Cassidy yang mempunyai judul yang sama. Cover-nya yang mempunyai warna menarik dan design yang diberi ilustrasi salah satu bangunan khas, agak berbeda dengan cover novel-novel sebelumnya. Lalu, sinopsis dibagian belakang cover menggambarkan garis besar cerita cukup bagus dan jelas. Jarang-jarang nih penerbit ini tidak menggunakan blurb yang puitis dan ‘mengecoh’. Sayang sekali, novel ini tidak kunjung tersedia di toko buku diskon langgananku (ehem, RB). Penampakannya di toko buku biasa, seperti Gramedia, sudah susah. Aku akhirnya memilih meminjamnya saja di Pitimoss. Now, let’s review it :D

"Monte Carlo adalah tempat yang indah untuk menyaksikan matahari tenggelam. Ayolah, itu tidak jauh dari sini. Dengan kereta, kita bisa cepat sampai. Setelah itu mungkin kita bisa makan malam sebentar, lalu kembali lagi ke Nice, atau bisa juga langsung ke Cannes. Dari Monte Carlo ada kereta yang langsung menuju Cannes, hanya satu setengah jam perjalanan." – halaman 4-5

Kiara Almari, seorang aktris Indonesia yang sedang naik daun, melakukan perjalanan kerja ke Cannes sebagai duta sebuah produk kecantikan. Kegiatannya padat dan membosankan. Itu membuat Kiara berani kabur ke Nice, sendirian, meninggalkan Livia, asisten pribadi dan sahabat baiknya kelimpungan. Di kereta menuju Nice, Kiara berkenalan dengan Bertrand LaForce, fotografer lepas yang sukarela menjadi pemandunya dan menantangnya ke Monte Carlo. Tapi lelaki itu meninggalkan Kiara tanpa pamit atau alasan di sebuah kafe di mana mereka menikmati makan malam. Di hari selanjutnya, dia bertemu dengan Alaric Kanigara, sutradara kelahiran Indonesia yang bermukim di Paris. Lelaki itu menarik tapi pengalaman Kiara dengan Bertrand membuatnya sangat berhati-hati.

Setahun kemudian, Kiara mendapatkan peran utama di sebuah film yang menggunakan Monte Carlo sebagai salah satu setting-nya. Kiara ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk mencari jawaban atas kepergian Bertrand yang misterius. Namun Kiara malah bertemu dengan Alaric, yang didapuk menjadi sutradara film tersebut. Baik Kiara dan Alaric sempat kaget dengan pertemuan kedua itu. Kiara menemukan sisi menyebalkan dari Alaric saat mereka mulai menjalani syuting di Monte Carlo. Kiara memutuskan untuk kabur sejenak. Dia memutuskan untuk mengunjungi kafe yang dia kunjungi bersama Bertrand.

Tuesday, November 18, 2014

Monday, November 17, 2014

Dari Kirara Untuk Seekor Gagak

Erni Aladjai
192 Halaman
PT. Gramedia Pustaka Utama, Agustus 2014
Rp. 45.000,-

"Bolehkah aku memanggilmu burung gagak?" Mae mengalihkan pembicaraan dengan spontan. Sehingga Ken tertawa.
"Kenapa mesti gagak?"
"Itu semacam panggilan sayang. Lagi pula kamu berpakaian hitam-hitam melulu, aku jadi teringat burung gagak." Ken tersenyum kecil.
--------------------------------------------
Mae gadis Indonesia memulai kehidupan baru di Sapporo. Di Sapporo ia hanya memiliki satu kawan, Kakek Yoshinaga – tetangga apartemennya, yang selalu meminta dia membacakan surat-surat cinta masa lalu. Mae bahagia, hari-harinya di Sapporo tak terasa muram. Namun di suatu waktu, Kakek Yoshinaga di temukan wafat di kamar mandi.
Kepergian Kakek Yoshinaga yang mendadak, membuat hidup Mae jauh berubah. Dia kemudian bertemu Nenek Osano – seorang nenek tangguh penjual mi ramen. Dia berkenalan dengan Tamia – seorang kawan yang ditabraknya. Tapi yang paling membuat hidupnya semakin pahit-manis adalah ketika dia bertemu Ken, pemuda berantakan dan bertingkah misterius yang tiba-tiba datang menempati apartemen Kakek Yoshinaga
Ken datang seperti seekor burung gagak. Membawa keburukan, kegelapan hidup keluarganya, tapi di sisi lain dia juga membawa kebaikan buat Mae. Mengajarkan Mae bahwa rasa sakit, rasa kehilangan, rasa bahagia adalah hidup yang sesungguhnya. Bahwa hidup adalah juga sebuah belantara.

Aku membeli Dari Kirara Untuk Seekor Gagak tanpa tahu pasti sinopsis ceritanya seperti apa. Aku mengandalkan nama sang penulis, yang mendapat banyak komentar bagus dengan Kei-nya, yang belum aku baca dan design cover-nya yang unik dan menurutku sangat nyastra, karena ada novel sastra dari penerbit yang sama menggunakan design seperti itu. Dua faktor tersebut meninggikan ekspetasiku terhadap novel ini. Apakah ekspetasi itu terpenuhi? Let’s review it now :D

"Ramen selalu punya kaitan dengan emosi pembuatnya. Jika jiwamu sedih, orang akan merasakan ramen-mu hambar. Jika bahagia, orang akan makan ramen-mu dengan puas. Ramen menyerap jiwa pembuatnya, dan seperti begitulah semua makanan." – halaman 130

Mae tinggal di Sapporo sendirian, demi menimba ilmu Humaniora. Keputusannya ini kurang lebih berkat almarhum ibunya yang membiarkannya menikmati sastra. Dia punya tetangga bernama Kakek Yoshinaga yang kerap membantunya, yang juga tinggal sendirian. Mae membalas bantuan itu dengan membacakan surat-surat lama dari pasangan Kakek Yoshinaga. Mereka juga sering melewatkan waktu dengan menonton film dan menyantap makanan. Suatu hari, Kakek Yoshinaga meninggal dunia, membuat Mae sangat kehilangan. Dia mulai menyibukan diri dengan kuliah dan mencari pekerjaan agar meringankan beban kakaknya, Jo, yang sebentar lagi mempunyai anak. Dia tak sengaja menemukan kedai ramen milik Nenek Osano. Dia mulai berkerja di sana walau tanpa bayaran yang pasti.

Ken Shimotsuke minggat dari rumahnya dan menempati apartemen bekas Kakek Yoshinaga. Mahasiswa yang jarang kuliah itu merupakan hacker yang handal. Dia meninggalkan rumah ayahnya, Tuan Shibata, seorang politikus yang terlalu sibuk untuk mengurus anaknya. Dia juga menemukan titik terang tentang pembunuh ibunya. Kedatangan penghuni baru menarik perhatian Mae. Dia berkali-kali mencoba menyapa Ken, memberinya semangkuk ramen, tapi selalu diabaikan lelaki itu. Sampai suatu hari Ken datang meminta pertolongan Mae untuk mengeluarkan peluru di lengannya. Sejak saat itu, baik Mae dan Ken merasakan sesuatu yang mereka rindukan, perhatian dan kasih sayang.

Sunday, November 16, 2014

Bad Guy Good For A Weekend


Nice to meet you, where you been? 
I could show you incredible things 
Magic, madness, heaven, sin 
Saw you there and I thought 
Oh my God, look at that face 
You look like my next mistake 
Love's a game, wanna play? 

New money, suit and tie 
I can read you like a magazine A
in't it funny, rumors fly 
And I know you heard about me 
So hey, let's be friends 
I'm dying to see how this one ends 
Grab your passport and my hand 
I can make the bad guys good for a weekend 

So it's gonna be forever 
Or it's gonna go down in flames 
You can tell me when it's over 
If the high was worth the pain 
Got a long list of ex-lovers 
They'll tell you I'm insane 
'Cause you know I love the players 
And you love the game 

'Cause we're young and we're reckless 
We'll take this way too far 
It'll leave you breathless 
Or with a nasty scar 
Got a long list of ex-lovers 
They'll tell you I'm insane 
But I've got a blank space, baby 
And I'll write your name

Happy Sunday ;D

Saturday, November 15, 2014

Mr. Grey Will See You, Again

The official trailer of Fifty Shades of Grey just released yesterday! I was so excited. Yet it was so difficult for me to watch the trailer. The WiFi at my place was off for unspecific reason, maybe because of rain or I don't know. Then I forced myself to watch it on my phone. It buffered all the time. I had to repeat the trailer, again and again, every second of it. But not getting bored at all!  And I am not took any screen shoot from this trailer, not like I did to the teaser trailer here. I think I am just too lazy to do that ;p Here's the trailer ;D


The trailer shows several new scenes like Ana and Christian's routine in the morning, what happen before and after the interview, a longer explanation about Christian's taste of pleasure, a contract and more of sexy time in 'The Red Room of Pain'. My favorite scene is when Ana and Christian parted in the elevator and greet each other. Too bad I can't see Christian's face. Meanwhile, I laughed at the scene when Ana and Christian are dancing. According to the dress that Ana wears, they must be at Christian's parents house and have a dinner. In the book, Ana went there pantiesless. So, how can she so confident doing that spinning? ;p

Still, I was satisfied with the trailer. It left me breathless and literally, haunted me. Can't wait to watch the movie next year ;D

Friday, November 14, 2014

Unforgettable

Winna Efendi
183 Halaman
GagasMedia, 2012 (cetakan pertama)
Rp. 43.000,-

Ini adalah satu kisah dari sang waktu tentang mereka yang menunggu. Cerita seorang perempuan yang bersembunyi di balik halaman buku dan seorang lelaki yang siluetnya membentuk mimpi di liku tidur sang perempuan.

Ditemani krat-krat berisi botol vintage wine yang berdebu, aroma rasa yang menguar dari cairan anggur di dalam gelas, derit kayu di rumah usang, dan lembar kenangan akan masa kecil di dalam ingatan.

Pertemuan pertama telah menyeret keduanya masuk ke pusaran yang tak bisa dikendalikan. Menggugah sesuatu yang telah lama terkubur oleh waktu di dalam diri perempuan itu. Membuat ia kehilangan semua kata yang ia tahu untuk mendefinisikan dan hanya menjelma satu nama: lelaki itu.
Sekali lagi, ini adalah sepotong kisah dari sang waktu tentang menunggu. Kisah mereka yang pernah hidup dalam penantian dan kemudian bertemu cinta.

Aku baca free sample Unforgettable yang berjumlah 31 halaman di Google Play Store dan langsung terhanyut ke dalam ceritanya. Aku sangat ingin tahu apa yang terjadi di halaman 32 dan seterusnya. Lalu aku cari deh buku ini di Pitimoss dan yang sudah aku kasih tau sebelumnya, aku malah dapetin Truth or Dare. Mbak penjaganya sampe bantuin nyari novel ini, bolak-balik cek data di komputer dan menelusuri tiap rak. Aku sempet ‘berhalusinasi’ melihat novel tipis berwarna cokelat ini. Karena tidak juga ditemukan, padahal di computer tertulis satu eksemplar available, aku memutuskan minjem novel lain (yang adalah With You). Saat mengembalikan With You, aku menemukan novel ini agak mencuat di rak, seakan menungguku untuk mengambilnya. Kegirangan, aku ambil, pinjam dan bawa pulang! Now, let’s review it :)

"Cinta. Orang-orang kesulitan mendefinisikannya. Lalu, bagaimana caranya kita mengetahui bahwa rasa itu adalah cinta?" – halaman 61

Sepasang kakak beradik mengelola sebuah kedai wine bernama Muse. Sang kakak, Rangga dan calon istrinya, Lyla, sibuk melayani tamu. Sedangkan adiknya, seorang perempuan, lebih banyak menghabiskan waktu duduk di dekat jendela dan menulis cerita fiksi. Mata sang perempuan bertemu dengan seorang laki-laki yang menyendiri di sudut kedai. Laki-laki itu menghampiri perempuan dan memulai percakapan. Ditemani berbagai macam wine, hal ini berlangsung di malam-malam selanjutnya. Tanpa saling mengenalkan nama, mereka membahas masa lalu dan masa depan. Tidak ada yang berani atau mencoba menanyakan masa kini. Mereka diam-diam takut segala kenyamanan ini akan hilang.

Thursday, November 13, 2014

Three Things Thursday: TV Series I Stop Watching

Three Things Thursday adalah tempat aku menjelaskan tiga hal yang mempunyai satu kesamaan, aku sukai! Tiga hal itu bisa saja merupakan tempat, makanan, minuman, buku, film ataupun lagu. Di post terbaru Three Things Thursday ini aku mau berbagi tiga judul TV Series yang tidak menarik untuk ditonton lebih lanjut :O

Di postingan Gotta Get Down on the Friday, aku berbagi judul-judul TV Series yang aku ikuti. Di musim tahun ini, ada beberapa yang masih aku ikuti seperti Downton Abbey, Revenge, Brooklyn Nine-Nine, dan Pretty Little Liars. Ada beberapa juga yang aku stop tonton. Apa aja judul dan alasannya?  Here they are :)

1.  New Girl


I stopped at . . Season 4 Episode 4

WhyJessica Day isn’t a new girl anymore. Di awal musim pertama, Jess mencari apartemen baru karena baru putus dengan mantan pacarnya. Di akhir musim ketiga, Jess putus dengan Nick tapi dia tetep tinggal di apartemen tersebut, bersama Nick. Kenapa dia nggak pindah aja? Lalu kesialan-kesialan yang dialami para tokohnya nggak bikin aku terhibur, malah bikin aku depresi dengan hidupku sendiri.

Wednesday, November 12, 2014

Tuesday, November 11, 2014

With You

Christian Simamora & Orizuka
316 Halaman
GagasMedia, Juni 2012
Rp. 50.000,-

365 hari dalam setahun,
24 jam dalam sehari.
Di antara semua waktu yang kita punya,
kau sengaja memilih hari itu.
keluar dari mimpi indah,
lalu hadir dalam hidupku...
sebagai cinta yang selama ini aku tunggu.

WITH YOU adalah Gagas Duet, novella dari dua penulis GagasMedia: Christian Simamora dan Orizuka. Keduanya mempersembahkan dua cerita cinta yang menemukan takdirnya dalam satu hari saja.

Setelah dua buku GagasDuet yang aku baca sebelumnya, kenapa aku masih mau mencoba judul lain? Karena dua penulis di seri berjudul With You ini lumayan unik dan agak berlawanan genre tulisannya. Tulisan Christian Simamora yang aku tahu itu tidak akan lepas dari adegan-adegan yang bikin ‘kipas-kipas’. Sedangkan tulisan Orizuka yang aku tahu (Cuma Audy: 4R) bikin ngakak sampe nangis. Bagaimana jadinya membaca karya dua penulis ini di satu buku? Dan bagaimana konsep duetnya? Let’s review it now! :)

Cinderella Rockefella by Christian Simamora

Selesai pemotretan di majalah Mascara, Cindy beradu mulut dengan Kelly, di telepon. Sahabatnya itu lagi-lagi tergoda omongan Ramon, laki-laki yang sudah beristri. Karena Ramon, janji ketemu Cindy dan Kelly batal. Pertengkaran heboh itu terdengar oleh Jere, rekan model dalam pemotretan tersebut. Jere mengajaknya untuk makan malam, sebagai mengobat acara Cindy yang batal. Cindy sempat ragu karena dia tidak begitu kenal dengan Jere. Tapi akhirnya dia bersedia makan malam dengan cowok itu di sebuah tempat bernama Guitar.

"Kata senior gue di kampus dulu, jangan pernah percaya sama cewek yang bilang ‘terserah’. Itu artinya dia lagi bad mood dan bakal nyari cara buat bikin lawan bicaranya bad mood juga."

Dibandingkan dengan seri JBoyfriend yang sudah aku baca, Cinderella Rockefella ini agak berbeda. Yang ini terasa lebih romantis dan menonjolkan karakter dua tokoh utamanya. Adegan yang bikin ‘kipas-kipas’-nya masih ada. Hanya saja tidak terlalu banyak atau berlebihan. Mungkin itu karena jumlah halamannya yang terbatas. Kalau dikasih 500 halaman, seperti Good Fight, beda lagi ceritanya hahahaha. Tapi aku tetep suka dengan ceritanya koq. Aku akhirnya ‘kenalan’ dengan Cindy dan Jere yang dulu aku temukan di bagian akhir All You Can Eat dan banyak referensi ke seri JBoyfriend lain, seperti majalah Mascara dari Good Fight dan clothing line (yang mungkin) milik Emi dan Jo dari Pillow Talk.

Sunday, November 9, 2014

Take It With The Pain


Tell me something I need to know 
Then take my breath and never let it go 
If you just let me invade your space 
I'll take the pleasure, take it with the pain 

And if in the moment I bite my lip 
Baby, in the moment, you'll know this is 
Something bigger than us and beyond bliss 
Give me a reason to believe it 

'Cause if you want to keep me, you gotta gotta gotta gotta got to love me harder 
And if you really need me, you gotta gotta gotta gotta got to love me harder 
Gotta love me harder 
Love me, love me, love me 
Harder, harder, harder 

I know your motives and you know mine 
The ones that love me, I tend to leave behind 
If you know about me and choose to stay 
Then take this pleasure and take it with the pain 

And if in the moment you bite your lip 
When I get you moaning you know it's real 
Can you feel the pressure between your hips? 
I'll make it feel like the first time 

Happy Sunday ;D

Saturday, November 8, 2014

Truth or Dare

Winna Efendi & Yoana Dianika
304 halaman 
GagasMedia, Mei 2012 
Rp. 48.000,- 

LONG TIME NO SEE
Suaramu seperti embusan udara segar saat terdengar di gagang telepon. Apa kabarmu, Teman? Semoga waktu memperlakukanmu dengan baik. Oh ya, tentu saja aku juga kangen padamu. Bahkan sampai detik ini, kau selalu ada di speed dial handphone-ku—dan juga hatiku.

MISS YOU LIKE CRAZY
Banyak yang ingin aku ceritakan padamu saat bertemu nanti. Tentang teriknya matahari, tentang indahnya rembulan. Tentang ceritaku yang terjadi di antaranya.

WISH YOU WERE HERE
Tahukah kamu, sampai kau kembali lagi, akan selalu ada dua kursi di teras rumahku? Dan setiap sore,  changesaku duduk di sana, membaca buku dan menunggu. Aku ingin, saat kau datang nanti, akulah orang yang pertama kali kau temui. Yang berlari ke arahmu sambil memekik senang.
Menjadi orang pertama yang akan memberimu pelukan selamat datang....
--------------
TRUTH OR DARE adalah Gagas Duet, novella dari dua penulis GagasMedia: Winna Efendi dan Yoana Dianika. Keduanya mempersembahkan cerita pahit manis sebuah persahabatan.

Sebelumnya, Winna Efendi sudah pernah menulis
Ai (2009), Refrain (2009), Unbelievable (2009), Remember When (2011), dan Unforgettable (2012). Sedangkan Yoana Dianika merilis Till We Meet Again (2011) yang merupakan pemenang lomba 100% Roman Asli Indonesia.

Bulan ini aku ingin fokus menyelesaikan reading challenge buku-buku Winna Efendi. Tadinya mau baca Unforgettable dulu, aku bahkan udah baca sample-nya di play store. Tapi ternyata novelnya tidak ada di tempat peminjaman novel langgananku. Dari lima buku yang belum aku baca, hanya Truth or Dare dan Tomodachi yang tersedia. Aku pilih yang pertama aja deh. Karena aku masih penasaran dengan konsep duetnya dan pengen nyoba baca tulisan Yoana Dianika. Let’s review it now! :)

"Heraclitus bilang, perubahan adalah satu-satunya hal konstan di dunia ini. Everything changes. Dalam beberapa tahun ke depan, akan ada pusat perbelanjaan baru yang dibangun di tengah kota. Teman-teman sekelas kita akan meninggalkan kota ini untuk kuliah. Orang-orang datang dan pergi. Sesuatu yang dulunya begitu penting, mungkin nggak akan terlalu berharga di masa depan. Ironis, tapi itulah yang terjadi." – halaman 43 – 44

Di atas perbedaan yang mereka miliki, Alice Bells dan Catherine ‘Cat’ Collins mempunyai persahabatan yang erat. Alice, mengidap disleksia, dan mempunyai ibu kandung yang tidak bisa keluar rumah, kerap jadi bahan olokan teman-teman sekelas. Cat, cerdas tapi agak pemalas dan tidak peduli kata orang, selalu melindungi Alice. Di kota kecil tempat mereka lahir dan besar, Belfast, mereka kerap melakukan berbagai kegiatan bersama. Salah satunya adalah permainan truth or dare. Alice selalu memilih truth, sedangkan Cat sebaliknya.

Saat Alice dan Cat membentuk kelompok untuk mengerjakan tugas sejarah, Julian ‘Jul’ Danuwijaya, siswa pertukaran pelajar dari Indonesia, bergabung dengan mereka. Kehadiran Jul membuat tugas dan pertemanan mereka lebih menarik. Tanpa mereka sadari, Alice dan Cat merasakan perasaan asing yang menyenangkan. Jul sendiri merasakan hal serupa, tapi hanya kepada Cat.

Friday, November 7, 2014

Thursday, November 6, 2014

Three Things Thursday: Youtubers Part II

Three Things Thursday adalah tempat aku menjelaskan tiga hal yang mempunyai satu kesamaan, sesuatu yang menarik dan aku suka! Tiga hal itu bisa saja merupakan tempat, makanan, minuman, buku, film ataupun lagu. Di post terbaru Three Things Thursday ini aku mau berbagi tiga Youtubers favoritku, bagian kedua :D

Seperti yang sudah aku jelaskan di postingan sebelumnya, Youtubers itu artinya orang-orang yang terkenal karena suka membuat dan mengunggah video di YouTube. Selain terus mengikuti unggahan video dari tiga Youtubers yang aku tulis di sini, aku mulai melihat-lihat channel lain. Aku menemukan hal-hal baru yang tak kalah menariknya. Mari aku tunjukan para creator-nya ;D


Aku lupa bagaimana ceritanya aku ‘tersesat’ di channel milik Matthias ini. Yang kuingat adalah aku sangat ‘kecanduan’ dengan video movie quote challenge  dan bentuk challenge lainnya yang melibatkan beberapa Youtubers lain. Lalu aku mulai menonton video lain yang tak kalah lucunya. Jokes-nya termasuk fresh, cerdas dan berbeda. Dia juga membuat video yang membahas hal-hal yang cukup serius. Terasa sangat real dan menginspirasi. Jadi aku kaget banget melihat jumlah subscribers-nya yang masih di bawah satu juta. This awesome man deserves more than that. Guys, go watch his videos, like and subscribe!

My favorite video (so far):


Find out more about him:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...