MY LATEST VIDEO ON YOUTUBE



Read the story of this booktuber here ;D

Wednesday, December 31, 2014

2014 Reading Challenges – 2nd Recap

Pertengahan tahun, aku sudah membuat recap pertama untuk reading challenge yang kuikuti. Dari enam tantangan, kemajuanku tidak terlalu bagus. Setelah itu aku mulai mengatur bacaanku agar bisa pas dengan tantangan tersebut dan bisa menambah satu tantangan lagi, New Author Reading Challenge. Hasilnya aku berhasil menyelesaikan lima tantangan secara penuh, satu tantangan yang bisa dibilang berhasil dan gagal dan satu tantangan yang gagal. Di post ini aku merangkum semua itu. Enjoy ;D

1. Goodreads Reading Challenge
Status: COMPLETED
The books:

            


2. Indonesia Romance Reading Challenge
Status: COMPLETED
The books:

2014 Kaleidioscope: Music

Setiap hari Minggu, di blog aku akan mengepostkan satu lagu baru yang sedang aku dengerin, yang aku suka atau baru aku temukan. Postingan itu disertain sebagian lirik lagunya lalu diberi judul dengan kalimat pendek dari lirik yang menjadi kesukaanku. Harapanku, lagu itu bisa menghibur pengunjung blog yang sedang menikmati hari liburnya. Tapi ternyata banyak yang kebingungan. Maka aku putuskan untuk bercerita sedikit tentang lagu-lagu tersebut. Di post ini aku hanya memilih lagu-lagu yang benar-benar aku suka. Enjoy ;D

Shakira ft. Rihanna - I Can't Remember to Forget You

The story: lagu ini jadi soundtrack buat baca Relung Rasa Raisa.

Girls' Generation - Mr.Mr.

The story: my favorite Korean girlband. Music video-nya agak telat dan hasilnya kurang bagus. Lagu ini jadi soundtrack saat membaca Vampire Academy.

CNBlue - Can't Stop

The story: Ini lagu jadi soundtrack saat nulis Jangan Jatuh Cinta.

Ellie Gouling - Beating Heart

The story: original soundtrack film Divergent.

Ariana Grande ft. Iggu Azalia - Problem

The story: Promosi lagu ini kenceng banget di Instagramnya Grande. Ini lagu juga jadi soundtrack saat nulis The Sweet Escape.

Toheart - Delicious

The story: Coba dengerin karena Key berasal dari SHINee. Lama-lama jadi enakeun. Ini lagu jadi soundtrack saat nulis The Sweet Escape.

2014 Kaleidioscope: Movies


Di tahun 2014 aku tidak terlalu sering menonton film di bioskop, DVD bajakan ataupun download di forum-forum. Entahlah. Mungkin karena harga tiket sekarang cukup mahal dan muncul niat kecil untuk berhenti menonton film secara ilegal. Kalaupun menonton, aku memilih film yang diadaptasi dari novel atau film yang merupakan sekuel. Film-film tersebut punya semacam 'jaminan'. Memang banyak yang di bawah ekspetasi, tapi sebagian besar aku suka koq. Di post ini aku merangkum semuanya. Enjoy ;D 

Indonesia 
- Supernova: Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh

Hollywood 
- Rio 2 
- The Best of Me 
- The Hunger Games: Mockingjay Part 1 

Keputusanku untuk mengutamakan film adaptasi dan sekuel, membuatku kehilangan kesempatan untuk menikmati film-film orisinal dari dalam atau luar negeri. Karena itu, untuk tahun 2015 mendatang, aku tidak akan terlalu pilih-pilih dalam menonton film dan lebih banyak memberi kesempatan untuk film Indonesia. Kalau kamu punya resolusi apa buat tahun depanHappy new year, guys:D

2014 Kaleidioscope: Recipes

Sejak tahun 2013, aku mencoba memasak satu makanan setiap bulannya. Resepnya aku dapatkan dari saluran memasak di YouTube dan blog bahkan mamaku sendiri. Untuk tahun 2014, aku pada awalnya ingin mencoba masakan yang bahannya mudah didapatkan dan cara memasaknnya sederhana saja. Tapi ternyata aku masih tergoda untuk mencoba resep-resep makanan ‘wah’. Hasilnya ada yang sukses, seringnya sih gagal, dari segi rasa dan tampilan. Di post akhir tahun ini aku rangkum semuanya dilengkapi dengan pendapat pribadiku. Enjoy :D

JANUARY
source: My Mom
It taste . . good.
Gonna try it again? Yes!

FEBRUARY
source: Kokiku TV
It taste . . good.
Gonna try it again? Naaaah!

MARCH
source: Kokiku TV
It taste . . good.
Gonna try it again? Yes!

APRIL
source: Eugenie Kitchen
It taste . . good.
Gonna try it again? Yes!

Friday, December 26, 2014

Somewhere In Paris

Vira Safitri
304 Halaman
PT. Gramedia Pustaka Utama, Desember 2014
Rp. 63.000,-

Dunia Cecilia Rodin jungkir-balik ketika ia mengalami kecelakaan di kota Paris. Selain merenggut sahabatnya, peristiwa itu juga membuat Cecilia kehilangan sebagian memori di otaknya.

Dengan gamang ia mencoba melanjutkan hidup di Marseille, berusaha mengingat kenangan menyakitkan yang muncul satu per satu, termasuk ingatan tentang Ethel Black, sosok yang diingat Cecilia harus ditemuinya di Kilometer Nol, Paris, tepat sebelum kecelakaan itu. Sosok yang diyakininya sebagai cinta pertamanya.

Namun, dr. Fernand-Joseph Carlotti yang teramat setia merawat, mendukung, kemudian mencintainya, membuat Cecilia terombang-ambing. Terlebih saat ia menemukan kotak musik di loteng rumahnya di Bandung yang menyimpan petunjuk dari serangkaian misteri. Dan ketika kotak Pandora menguakkan kebenaran, siapakah yang layak Cecilia cintai?

Ada tiga alasan yang cukup pribadi dan aneh yang membuatku tertarik membaca Somewhere In Paris. Judulnya yang menyantumkan kata ‘Paris’, cover-nya yang menampilkan menara Eiffel dan premis cerita tentang amnesia. Tapi tidak berhasil mendorongku untuk membelinya. Hanya berani meminjamnya di Pittimos. Nama penulisnya masih asing dan satu-satunya ulasan di laman Goodreads mengatakan ceritanya mengecewakan. Aku coba baca sendiri untuk membuktikannya. Let’s review it now :D

"Lihat ke sekelilingmu. Ketulusan orang yang mencintaimu seperti Fernand, seharusnya bisa membuka matamu bahwa cinta sejati memang ada. Nyata dan berwujud. Hanya saja keberadaannya jadi tak terlihat karena tertutup egomu." – halaman 162

Cecillia Rodin mengalami kecelakaan di Paris. Kecelakaan itu menghilangkan sebagian ingatannya dan merenggut nyawa teman baiknya, Mina. Setahun setelah kecelakaan tersebut, Cecillia bekerja sebagai guru bahasa Inggris di Sekolah Dasar Saint Lazare, Marseille, Prancis. Tapi dia belum bisa mengingat apa yang hilang itu. Mimpi-mimpinya kerap membawanya ke Paris dan bertemu dengan seorang anak laki-laki bernama Ethel Black. Hal di sekelilingnya pun selalu berkaitan dengan Paris sampai kepala sekolah, Madame Morgenthaler memintanya menjadi guru pengganti di Paris. Cecillia akhirnya meneguhkan diri untuk pergi ke kota itu.

Kepindahan Cecillia ke Paris disambut hangat oleh Fernand-Joseph Carlotti, dokter yang merawatnya setelah kecelakaan. Setelah perawatan selesai, mereka jadi akrab. Fernand bahkan menyatakan perasaannya dan serius melamarnya. Cecillia benar-benar terbantu dengan kehadiran Fernand, tapi dia masih terbayangi oleh misteri ingatannya. Dia menemukan kotak musik yang menceritakan tentang Ethel, mengunjungi Kilometer Nol dan bertemu dengan orang-orang yang punya hubungan dengan Edgar Réault.

Wednesday, December 24, 2014

Simple Thinking about Blood Type 2

Park Dong Sun
320 Halaman
Penerbit Haru, Juli 2014
Rp. 63.000,-

Pernahkah kamu merasa tidak diperhatikan oleh orang lain? Pernahkah kamu mendapat luka dari perkataan teman baikmu?

Itu semua karena setiap manusia memiliki sifat yang berbeda-beda. Dalam berinteraksi dengan orang lain, tidak ada salahnya kita mencoba mengerti apa yang dirasakan oleh teman dekat ataupun orang lain yang belum kita kenal.

Nah, di komik Simple Thinking about Blood Type 2 ini, kamu akan menemukan bermacam-macam cerita terbaru dan sifat-sifat unik berdasarkan golongan darah.

Semoga komik ini bisa membantumu mencari jawaban yang selama ini dicari, ya. Semoga kamu juga dapat tersenyum saat membacanya.

Aku menginginkan bacaan ringan, menghibur dan bisa cepat dibaca untuk menggenapkan jumlah buku yang aku baca jadi 100 buku hehehe. Aku pilih Simple Thinking about Blood Type 2 karena aku sudah membaca buku pertamanya. Sempet kaget sih karena harga sewanya hampir dua kali lipat harga sewa satu novel untuk seminggu. Aku harus sering mengingatkan diri sendiri kalau isinya pasti bagus. Pasti. Now, let’s review it ;D

Simple Thinking about Blood Type 2 adalah komik strip berwarna yang membahas kepribadian seseorang berdasarkan golongan darahnya. Di dalamnya terdapat empat bagian pembahasan. Bagian pertama, ‘Taman Kanak-Kanak’, membahas apa yang dilakukan keempat golongan darah dalam proses pembelajaran di taman kanan-kanak yang sederhana tapi bisa bercerita banyak tentang kepribadian. Contohnya menggambar, main rumah-rumahan, dan lomba olahraga. Bagian kedua, ‘Sekolah’,  membahas sikap keempat golongan darah tentang seragam sekolah, ambisi untuk menang, membayar iuran dan lainnya. Lalu bagian ketiga, ‘Kantor’, keempat golongan darah ditempatkan dalam situasi yang menyangkut waktu janjian rapat, presentasi, leadership, menulis laporan dan lainnya. Dan bagian keempat, ‘Kehidupan Pribadi’, membahas kebiasaan yang keempat golongan darah jika sedang melakukan kegiatan sehari-hari seperti berbelanja, meminta maaf dan lainnya.



Cerita di Simple Thinking about Blood Type 2 ini lebih banyak dibandingkan buku sebelumnya. Penjelasan, kalimat-kalimat dan dialognya juga lebih banyak dan harus ‘berdesakan’ di kolom kecil tersebut. Pertama membacanya, aku merasa agak pusing karena harus ikut berpikir. Tapi ceritanya sangat menarik dan lucu. Kadang aku berhenti untuk tertawa, mengulangi bagian lucu tersebut dan tahu-tahu aku udah nyampe halaman 100 sekian. Aku lanjut deh sampai halaman terakhir. Bagian kesukaanku? Semuanyaaaa, terutama kalau cerita tentang golongan darah A-nya sangat cocok denganku. Kebiasaan datang tepat waktu, sangat taat dengan aturan, membuat daftar belanja, mempersiapkan segala sesuatu dengan teliti dan juga rencana cadangan, aku kira kebiasaan itu terbentuk karena lingkungan dan prinsip hidup saja. Ternyata golongan darah juga berpengaruh ;p

Tuesday, December 23, 2014

Épicé Piment Poulet

Halooo, di bulan terakhir di tahun 2014 aku memasak Ayam Mercon, yang resepnya aku dapat dari KokikuTV. Aku agak kaget saat belanja bahan-bahannya. Masa harga seraup cabe rawit merah hampir setengah harga dua dada ayam tanpa kulit. Unbelievable. Jadi mengingat harga cabe yang lagi tinggi-tingginya, masakan dengan bahan-bahan sederhana ini cukup 'mewah'.  Now, let's get cooking ;D


Bahan:
2 paha/dada ayam fillet
50 gram bayam
7 bh cabai keriting
7 bh cabai rawit merah
3 siung bawang putih
Garam
Mentega/margarin
Minyak goreng

Alat:
Oven
Penggorengan
Pisau
Talenan

Cara Membuat:
1. Bumbuin ayam dengan garam.


2. Panaskan minyak goreng, goreng ayam dengan kulit menghadap ke bawah. Tambahkan mentega/margarin, masak hingga kedua sisi ayam kuning kecoklatan.



3. Panggang ayam dengan suhu 180oC selama 8-10 menit.


4. Sementara menunggu ayam, buat sambel merconnya dengan blender kasar cabai keriting, cabai rawit merah, 2 buah bawang putih, dan garam


Sunday, December 21, 2014

The Hurt Won't Pause


I drew a broken heart 
Right on your window pane 
Waited for your reply 
Here in the pouring rain 
Just breathe against the glass 
Leave me some kind of sign 
I know the hurt won't pause, yeah 
Just tell me it's not the end of the line 
Just tell me it's not the end of the line 

 I never meant to break your heart 
I won't let this plane go down 
I never meant to make you cry 
I'll do what it takes to make this fly 
You gotta hold on 
Hold on to what you're feeling 
That feeling is the best thing 
The best thing, alright 
I'm gonna place my bet on us 
I know this love is heading in the same direction 
That's up 

You drew a question mark 
But you know what I want 
I wanna turn the clock, yeah 
Right back to where it was 
So let's build a bridge, yeah 
From your side to mine 
I'll be the one to cross over 
Just tell me it's not the end of the line 
Just tell me it's not the end of the line

Happy Sunday ;D

Saturday, December 20, 2014

Never Fade - Takkan Pernah Pudar

Alexandra Bracken
624 Halaman
Fantasious, November 2014
Rp. 89.500,-

Setelah menghapus jejak dirinya dalam benak Liam dan meninggalkan teman-temannya demi melindungi mereka, Ruby terjun dalam misi-misi berbahaya untuk Liga Anak. Walau tujuan Liga Anak adalah menyelamatkan anak-anak yang diculik dari keluarga mereka dan dikurung dalam kamp-kamp karena kekuatan yang nyaris tak sadar mereka miliki, Ruby menjadi mengerti bahwa orang-orang baik tak selamanya baik.

Dengan kemampuan yang dimilikinya, Ruby terlibat dalam misi untuk mencari flashdrive penting berisi rahasia mengenai penyakit yang menewaskan sebagian besar anak di Amerika. Namun, untuk itu ia harus melakukan hal yang paling tidak ia inginkan lagi di dunia: bertemu Liam.
Dalam perjalanannya melintasi negara putus asa dan tak kenal hukum untuk mencari Liam dan jawaban atas segala musibah yang telah mengoyak hidupnya, ia harus memilih antara sumpahnya pada Liga, teman-temannya, serta pemuda yang paling dicintainya. Ruby bersedia melakukan apa pun demi mereka.

Namun, bagaimana seandainya bertahan hidup bukanlah pilihan?

Ketika aku melihat novel Never Fade - Takkan Pernah Pudar terselip di rak di Pittimos, jantungku berhenti berdetak sesaat, saking bahagia dan terharunya. Akhirnya aku bisa melanjutkan apa yang menggantung di buku sebelumnya, The Darkest Mind. Langsung aku ambil dan pinjam untuk seminggu. Ternyata aku hanya butuh 48 jam saja untuk mencapai halaman terakhir. Let’s review it now :D

"Cate pernah memberitahuku, dulu sekali, bahwa satu-satunya cara untuk keluar dari masa lalu adalah mencari cara untuk menutupnya di belakangmu, menutup satu pintu sebelum melewati pintu lain ke kamar yang lebih terang. Aku takut. Itulah kebenarannya. Aku takut akan rasa bersalah dan malu yang akan membanjiriku saat menelusuri jejakku kembali, memutar kunci, dan menemukan anak perempuan yang telah kutinggalkan." – halaman 212 - 213

Setelah meninggalkan Charles ‘Chubs’ dalam keadaan sekarat dan menghapus sebagian ingatan Liam Stewart, Ruby Daly bergabung dengan Liga Anak yang dipimpin oleh John Alban. Karena kemampuannya sebagai Oranye, dia menjadi ketua dalam kelompok kecil Psi yang terdiri dari Vida (Biru), Jude (Kuning) dan Nico (Hijau). Enam bulan kemudian, Ruby melaksanakan sebuah operasi penyelamatan seorang agen bersama Vida dan tim agen yang dipimpin Rob Meadow. Sebuah serangan kecil yang hampir membunuh dirinya dan Vida, yang dicurigai dirancang oleh Rob. Lalu Jude dan Nico memberitahu Ruby bahwa ada pemberontak di dalam Liga Anak. Pemberontak itu, termasuk Rob, tidak sabar dengan langkah lambat pemimpin mereka dan berencana menjadikan anak-anak Psi sebagai umpan untuk meruntuhkan pemerintahan Presiden Gray.

Perhatian Ruby sedikit teralih kepada agen yang dia selamatkan. Agen itu adalah Cole Stewart, kakak kandung Liam. Cole sedang melakukan sebuah operasi mengenai penelitian tentang penyakit Idiopathic Adolescent Acute Neurodegeneration (IAAN) – Degenerasi Saraf Akut Remaja saat ditangkap. Dia menyimpan semua data di sebuah flash drive yang dijahitkan ke jaketnya. Saat Ruby masuk ke pikiran Cole, terungkaplah jaket itu tertukar dan terbawa oleh Liam. Ruby dan Cole lalu merancang sebuah operasi rahasia untuk mengambil flash drive itu tanpa memberitahu siapapun demi melindungi Liam. Saat melakukan operasi selanjutnya, Ruby harus kabur dari Rob, melindungi Jude, berlari dari kejaran Vida dan juga Chubs yang kini bekerja sebagai Pelacak Jejak.

Friday, December 19, 2014

Winna Efendi’s Books Reading Challenge 2014: Wrap Up Post


Ini reading challenge di tahun 2014 kelima yang selesai. Huraaa- eh, sebenernya belum beres sih, tapi aku tidak gagal juga. Jadi, gini, reading challenge yang digagas oleh Luckty ini menantang para pembaca untuk membaca karya Winna Efendi yang sekarang sudah mencapai 11 novel. Tiga di antaranya, Draf 1, Refrain, dan Melbourne: Rewind sudah ada baca. Aku juga berhasil melahap enam buku yang lain. Daftar judul novelnya sebagai berikut :)

1. Unbeliveable
2. Remember When
3. Ai
4. Truth or Dare 
5. Unforgettable
6. S.C.H.O.O.L Tomodachi

Nah, dihitung-hitung, dari 11 novel yang ada, aku cuma baca 9 saja. Buku yang tidak aku baca itu, The Journey, sudah sangat sulit ditemukan. Di tempat peminjaman buku pun, buku bertema traveling itu sedang dipinjam dan telat dikembalikan sebulan lebih! Lalu ada juga Happily Ever After, yang baru terbit sekitar seminggu yang lalu. Peredaran novel ini belum merata di toko-toko buku. Jadi belum ada kesempatan untuk membacanya. Tapi diingat-ingat reading challenge ini tidak ada 'level-levelan'. Tapi aku tidak berhasil membaca semua novel. Tapi, tapi tapi . . aku sebenernya berhasil menyelesaikan tantangan ini atau tidak?

Meskipun masih bingung dengan hasil reading challenge ini, aku harus mengakui aku menyukainya. Karena saat membaca satu persatu karya dari penulis yang sama, aku bisa merasakan perkembangan dan gaya khasnya. Di antara 9 novel yang aku baca, Remember When dan Unforgettable adalah dua novel yang paling berkesan buatku. Kalian harus coba baca kalo sempat.

Sekian laporan reading challenge-ku. Mungkin tahun depan aku akan mencoba membaca karya dari penulis yang sama, mungkin John Green, Dahlian, Rainbow Rowell dan Windry Ramadhina. Tapi itu tidak melakukannya atas nama 'reading challenge'. Just try it for fun. Kalau beneran jadi, nanti aku tulis perkembangannya di blog ini. Good day y'all! :D

Thursday, December 18, 2014

Self Reading Challenge – Books to Movies 2014

Aku lupa sejak kapan aku punya kebiasaan dan ketertarikan ini, yang jelas buku yang diadaptasi ke layar lebar selalu ‘bersinar’ lebih terang di mataku. Begitu pula yang terjadi pada film adaptasinya. Tidak peduli novel atau filmnya lebih dulu, aku akan mengusahakan diri untuk bisa menikmatinya. Dan seperti yang sudah diketahui secara umum, perdebatan buku dan film adaptasinya selalu muncul. Aku seringkali kecewa saat melihat isi film adaptasi itu tidak sesuai ‘dengan imajinasiku’ saat membaca bukunya. Tapi tak jarang juga, aku menikmati filmnya dan kurang suka dengan bukunya. Yang mengejutkan, aku bisa menyukai cerita di buku dan filmnya dan tidak mengacuhkan segala perbedaan yang ada. Makanya, setiap ada kabar buku diadaptasi ke film, aku berusaha berpikir positif dan optimis. Aku juga tidak menyerah untuk mencoba membaca dan menontonnya.

Sepanjang tahun 2014 ini, banyak judul film adaptasi tayang, baik dari dalam dan luar negeri. Ini tentunya sangat menarik buatku. Sehingga aku memacu diri untuk membaca dan menonton filmnya. Lalu aku sadar kebiasaan ini punya semacam pola atau kategori yang terbagi tiga. Satu, aku sudah baca bukunya minimal setahun sebelum filmnya tayang. Dua, aku membaca dan menonton filmnya/menonton film dan membaca bukunya di tahun yang sama. Tiga, aku menonton filmnya minimal setahun sebelum aku akhirnya membaca bukunya. Kemudian aku menjadikan ini sebagai reading challenge yang aku berikan untuk diriku sendiri. Kusebut sebagai ‘self reading challenge’ (semoga nama ini make sense dan artinya sesuai dengan apa yang kumaksud, ya). Nah, berikut adalah laporannya yang disertai pendapat pribadiku. Kalian bisa klik tulisan ‘read’ atau ‘watched’ untuk menuju review post-nya :D

1. Read the Books then Watched the Movies

- Divergent
Read in May 2013 | Watched in March 2014
And I prefer . . the book!

- Marmut Merah Jambu
Read in June 2011 | Watched in May 2014
And I prefer . . the book!

- The Fault in Our Stars
Read in July 2013 | Watched in June 2014
And I prefer . . both!

- The Great Gatsby
Read in August 2012 | Watched in September 2014
And I prefer . . the movie!

- The Hunger Games: Mockingjay
Read in January 2013 | Watched in November 2014 (Part I)
And I prefer . . err, I dunno.

2. Read and Watched Them in Same Year

- Vampire Academy
Watched in February 2014 | Read in February 2014
And I prefer . . the movie!

- You Are the Apple of My Eye
Watched in March 2014 | Read in March 2014
And I prefer . . the movie!

- 3600 Detik
Watched in April 2014 | Read in April 2014
And I prefer . . err, I dunno.

Wednesday, December 17, 2014

Paper Towns - Kota Kertas

John Green
360 Halaman
PT. Gramedia Pustaka Utama, September 2014
Rp. 64.000,-

Saat Margo Roth Spiegelman mengajak Quentin Jacobsen pergi tengah malam––berpakaian seperti ninja dan punya daftar panjang rencana pembalasan––cowok itu mengikutinya. Margo memang suka menyusun rencana rumit, dan sampai sekarang selalu beraksi sendirian. Sedangkan Q, Q senang akhirnya bisa berdekatan dengan gadis yang selama ini hanya bisa dicintainya dari jauh tersebut. Hingga pagi datang dan Margo menghilang lagi.

Gadis yang sejak dulu merupakan teka-teki itu sekarang jadi misteri. Namun, ada beberapa petunjuk. Semuanya untuk Q. Dan cowok itu pun sadar bahwa semakin ia dekat dengan Margo, semakin ia tidak mengenal gadis tersebut.

Cuma ada satu alasan kenapa aku tertarik dengan Paper Towns - Kota Kertas ini, ceritanya diangkat menjadi film layar lebar dan mulai ditayangkan Juni 2015. Tadinya aku mengira akan membaca novel ini tahun depan. Thank God, aku bisa dapetin beberapa minggu lebih cepat. Jadi aku punya waktu sekitar enam bulan untuk ‘melupakan’ isi ceritanya dan fokus ke filmnya nanti. Let’s review it now :D

"Yang indah dari semua ini adalah: dari sini kau tidak bisa melihat karat atau cat yang retak-retak atau apalah, tapi kau tahu tempat apa itu sebenarnya. Kau mengetahui betapa palsunya semua itu. Tempat itu bahkan tak cukup keras untuk tampak terbuat dari plastik. Itu kota kertas." – halaman 69

Quentin ‘Q’ Jacobsen menyukai tetangganya, Margo Roth Spiegelman. Mereka sangat dekat saat masih kecil. Tapi saat mulai bersekolah sampai akhirnya sebentar lagi lulus SMA, mereka seperti tinggal di ‘dunia’ yang berbeda. Margo menjadi salah satu siswa populer dan menjadi pusat perhatian, sedangkan Q hanya siswa biasa saja. Sampai suatu malam, dengan riasan hitam di wajahnya, Margo mengajaknya untuk menyelesaikan sebelas masalah. Mereka berkendara mengelilingi kota dan membalas dendam kepada orang-orang yang menyakiti mereka. Q berharap hubungannya dengan Margo akan berubah setelah perjalanan rahasia mereka itu.

Keesokan harinya, Margo menghilang tanpa kabar. Dia sudah sering melakukan aksi tersebut dan meninggalkan petunjuk yang tidak spesifik, jadi tidak ada yang benar-benar kaget. Orangtuanya tidak mengacuhkannya. Detektif pun menutup penyelidikannya karena secara aturan Margo sudah dewasa. Tapi Q tidak berpikir demikian. Dia menemukan petunjuk yang ditujukan khusus kepada dirinya. Dengan bantuan temannya, Ben, Radar dan Lacey, Q menelaah petunjuk tersebut, mengunjungi tempat-tempat sambil menghilangkan kemungkinan Margo sudah mati. Semakin dalam dia mempelajari petunjuk dan menggabungkannya dengan ingatan orang-orang tentang Margo, Q merasa dia mencari seseorang yang tidak dia kenal sama sekali.

Monday, December 15, 2014

The Chronicles of Audy: 21

Orizuka
308 Halaman
Penerbit Haru, Juli 2014
Rp. 57.000,-

Hai. Namaku Audy.
Umurku masih 22 tahun.
Hidupku tadinya biasa-biasa saja,
sampai aku memutuskan untuk bekerja di rumah 4R.

Aku sempat berhenti, tapi mereka berhasil membujukku untuk kembali setelah memberiku titel baru: "bagian dari keluarga".

Di saat aku merasa semakin akrab dengan mereka,
pada suatu siang,
salah seorang dari mereka mengungkapkan perasaannya kepadaku.

Aku tidak tahu harus bagaimana!

Lalu, seolah itu belum cukup mengagetkan,
terjadi sesuatu yang tidak pernah terpikirkan siapa pun.
stan
Ini, adalah kronik dari kehidupanku yang semakin ribet.

Kronik dari seorang Audy.

Setelah berbulan-bulan menunggu, mempertimbang keuangan, aku akhirnya meminjam The Chronicles of Audy: 21 di Pittimos. Sebenarnya aku ingin membeli dan mengoleksinya. Aku yakin bukunya bagus, berdasarkan buku pertamanya. Tapi buku kedua ini tidak juga muncul di toko buku diskon langgananku dan aku ‘takut’ (atau ‘pelit’) untuk membelinya di toko buku biasa. Aku tidak mau menunggu lagi dan dihantuin rasa penasaran, kuputuskan untuk meminjam saja. Now, let’s review it ;D

"Di luar kendaliku, aku merinding. Rex adalah orang paling serius yang pernah kutemui. Dia tidak pernah bicara kecuali mengenai hal yang menurutnya penting. Kalau dengan tegas mengatakan dia menyukaiku, artinya, dia menyukaiku (walaupun dia butuh belajar teori Plato untuk mengetahui alasannya)." – halaman 86

Atas persetujuan keluarganya, Audy Nagisa kembali tinggal di rumah keluarga Rashad yang terdiri dari Regan, Romeo, Rex dan Rafael, sampai skripsinya selesai. Walaupun keluarga Rashad menganggapnya sebagai ‘bagian dari keluarga’, Audy masih bekerja layaknya pembantu rumah tangga sekaligus pengasuh balita. Selain membersihkan rumah dan memasak makan siang yang bisa dimakan, dia juga harus mengajari nilai-nilai kesopanan kepada Rafael dan menghadapi penyataan rasa suka dari Rex. Audy jadi sering salah tingkah ketika berada di rumah, terutama berdekatan dengan Rex. Missy, teman kuliahnya, malah membuat pikirannya tambah pusing saat menanyakan apakah ada kemungkinan Audy juga menyukai Rex. Sementara itu, ada perkembangan terbaru dari Maura, tunangan Regan yang sudah dua tahun terbaring koma. Kabar itu mau tidak mau mengubah peran dan posisi Audy di keluarga Rashad.

Sunday, December 14, 2014

What I Want Is Just You


[Korean]
Come on baby
Jakku mangseoriji malgo 
Eoseo deureowa naege 
Wol hwa su mok geum to il 
Boyeojulge sinsegye 
Ni mam sok nunmureul meomchwojulge 
Don’t play me 

Naega wonhaneun geon geujeo neoil ppun 
Naega pillyohan geon neoui sarmui ilbu 
Nawa gal ttaekkaji ganeun geoya 
Me and u 

So listen up geu son meomchwo 
Baraman bwa jeoldae geondeuril su eobseo 
Aesseo amureochi anheun cheok 
Dugo bwa neon jamsido mot baegil geol 

Na gateun yeoja heunhaji anha 
Naneun dalla naneun naneun namdalla 

Nal dareun yeojawa bigyohaji mara 
Naneun dalla naneun naneun namdalla 
Naneun naneun 

Whoa ooh whoa ooh whoa 
Neoneun molla neoneun neoneun nal molla 
Neoneun neoneun 
Neoneun neoneun 

Saturday, December 13, 2014

Supernova: Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh

Genre:
Drama
Director:
Rizal Mantovani
Cast:
Herjunot Ali, Raline Shah, Fedi Nuril, Paula Verhoeven, Arifin Putra, dan Hamish Daud


Sepuluh tahun setelah pertemuan mereka di Washington D.C., Ruben dan Dimas memulai proyek ambisius mereka, menulis sebuah fiksi yang dibumbui sains. Tulisan tersebut menceritakan seorang pria sukses yang terpikat dengan wanita yang sudah menikah dan disesuaikan dengan dongeng tentang ksatria, putri dan bintang jatuh. Di saat yang sama, Ferre bertemu dengan Rana dalam sebuah acara wawancara untuk majalah. Ciri dan karateristik mereka sesuai dengan yang ditulis Reuben dan Dimas. Hubungan rahasia dan terlarang Ferre dan Rana berlangsung cukup lama dan serius. Rana mulai berpikir untuk bercerai dari suaminya, Arwin. Sedangkan Ferre mendapatkan tetangga baru yang bernama Diva. Di lain sisi, muncul sebuah website misterius bernama Supernova, yang menjadi wadah keluh-kesah pengunjungnya.



Supernova: Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh ini punya visual yang menakjubkan, twist yang oke banget, pemain yang enak dilihat dan soundtrack yang pas. Sekali melihat aku yakin biaya yang dikeluarkan untuk membuat film ini sangat besar dan butuh waktu yang lama. Tak lupa animasi dan visual effect-nya yang rapi dan mulus. Animasi dongeng ksatria, putri dan bintang jatuh yang dinarasikan oleh Ferre jadi bagian favoritku. Adegan itu mengingatkanku sama film Harry Potter ke 7 part I, di mana Hermione menceritakan dongeng tentang tiga bersaudara yang berhadapan dengan kematian. Selain itu aku optimis Indonesia bisa bikin film lebih keren lagi, kalau mereka berani berinvestasi seperti ini. Kemudian, ada twist after twist. Aku sempet mengira kisah Ferre dan Rana adalah visualisasi dari tulisan Reuben dan Dimas itu. Twist selanjutnya makin bikin kaget sekaligus kagum.  Untuk soundtrack, aku tidak terlalu tau judul dan lirik lagunya. Tapi suara Giring Nidji sudah jadi jaminan, cocok dengan kemewahan filmnya dan membuat wajah-wajah familiar itu lebih enak ditonton.

Friday, December 12, 2014

#JBoyfriend Series by Christian Simamora


#JBoyfriend adalah seri novel karya Christian Simamora dengan ciri khas tokoh utama laki-lakinya yang berawalan dengan huruf J. Novel-novel ini mempunyai formula cerita yang sudah sering ditemui di berbagai novel Indonesia, seperti diam-diam suka sahabat, benci jadi cinta. Tapi ceritanya selalu menarik, gaya bahasanya asyik dan didukung oleh adegan-adegan dewasa yang cukup panas XD

Dari tahun 2010 sampai akhir tahun 2014 ini, sudah ada tujuh novel. Beberapa judul bahkan diterbitkan ulang dengan cover baru dan dilengkapi bonus paper doll. Aku sudah membaca semuanya tapi hanya mempunyai enam novel. Aku tidak pernah tidak tertawa ataupun tersipu-sipu sendiri selama membaca semua serinya. Makanya aku membuat semacam recap/wrap up post ini. Aku ingin kalian yang belum baca, bisa membacanya sesegera mungkin. Tenang saja, tidak perlu membacanya secara berurutan. Aku sendiri mulai dari All You Can Eat yang merupakan seri ke empat. Hanya saja tokoh-tokoh di novel sebelumnya seringkali muncul lagi, paling tidak namanya di-mention. Itu bikin aku penasaran dan akhirnya membaca semua novelnya hehehe :)

***

(JBoyfriend #4)
472 Halaman
GagasMedia, 2013 (cetakan kedua)
Rp. 60.000,-

All You Can Eat menceritakan Sarah, seorang penulis skenario, yang baru saja mendapat pengakuan selingkuh dari pacarnya, Rifat. Di bantu sahabat baiknya, Anye, Sarah mengeluarkan semua barang milik Rifat dari apartemennya. Anye juga memperbolehkan Sarah terbang ke villa keluarganya di Bali untuk memenangkan diri dan mencari inspirasi untuk menulis. Jandro, adik Anye yang lebih muda tujuh tahun, ternyata menjadikan villa tersebut sebagai tempat pelarian juga. Beda dengan Sarah, dalam kisah cintanya, cowok yang pandai memasak ini malah jadi selingkuhan. Dia memilih untuk putus daripada terus-terusan menjadi orang ketiga antara Nuna dan tunangannya. Kesamaan itu lah yang membuat mereka jadi dekat dan menghabiskan waktu bersama. Sarah tidak bisa menampik dia terpesona dengan Jandro yang sudah dewasa dan sukses dengan bisnis keluarga. Jandro juga diam-diam mengagumi teman kakaknya itu yang merupakan cinta pertamanya. Jandro pernah menyatakan cintanya saat masih mengenakan seragam putih biru dan dia ditolak. Apakah jika dia mencobanya lagi, Sarah akan tetap menolaknya?

All You Can Eat ini di ceritakan dalam tiga sudut pandang, dari mata Sarah, Jandro dan Nuna (walaupun cuma sedikit). Untuk sudut pandang milik Sarah dan Jandro lucunya nggak ketulungan dan ehem! sangat dewasa hehehe. Sarah dan Jandro terus-terusan memikirkan bentuk fisik lawannya masing-masing. Deskripsinya itu bikin (aku) gerah banget. Gerahnya lebih-lebih dari nonton adegan *sensor* di series yang tayang di HBO. Jika menonton dalam bentuk audio visual, that’s that. Tapi ketika membaca dalam bentuk tulisan, imajinasi kita bisa sangat liar. Jadi untuk kalian yang belum cukup umur, tunda dulu rasa penasaran kalian atau minta pengawasan orang yang lebih tua. Dan pastikan orang yang mengawasi kalian itu tidak suka mikir yang aneh-aneh (kayak aku :p).

Baca selengkapnya di sini :)

---

(JBoyfriend #1)
430 halaman
GagasMedia, 2013 (cetakan kesembilan, edisi repackege)
Rp. 65.000,-

Pillow Talk menceritakan persahabatan antara Emilia dan Joshua yang sudah terjalin dari kecil. Emi dan Jo, biasa mereka dipanggil, selalu berbagi dan selalu tahu cerita kehidupan masing-masing. Dari hal-hal tidak penting, masalah kerjaan sampai sex life. Hubungan mereka sangat dekat sampai membuat pacar masing-masing cemburu buta. Begitu Dimas, melamar Emi, Jo lah menjadi orang pertama yang ditemuinya. Jo tidak percaya Emi yang sudah lama menganut open-relationship, serius dengan hubungan monogaminya dengan cowok yang lebih tua 15 tahun dan berpikir untuk menikah. Jo ingin melarang Emi tapi dengan itu dia akan membeberkan bahwa selama ini dia memendam perasaan khusus, lebih dari sahabat, terhadap Emi. Tanpa Jo ketahui, Emi juga sempat memendam rasa untuk Jo. Semua itu tetap tersimpan dengan rahasia karena keduanya mengetahui bahwa hubungan sahabat-jadi-pacar membuat Emi trauma. Jadi kesempetan mereka untuk menjalin hubungan lebih jauh sudah tertutup rapat.

Emang sih cerita sahabat-jadi-pacar dalam Pillow Talk ini bukan sesuatu yang baru lagi, tapi dengan balutan humor dan sisi ‘dewasa’, hal itu masih bisa dinikmati. Sayangnya, aku merasa ceritanya terlalu dipanjang-panjangkan. Seperti tokoh yang, bisa dibilang, hanya sekali lewat dibahas habis-habisan atau pergolakan batin Emi dan Jo terlalu didramatisir. Cerita baru mulai terasa bergerak *thank God* mulai halaman 100an. Tapi aku tetap enjoy koq bacanya. Selain cover-nya, aku juga senang dengan isinya yang sesuai dengan harapanku. Deskripsi fisik karakter yang bikin mikir yang ‘aneh-aneh’, bagian-bagian ‘panas’ yang bikin kipas-kipas dan lainnya hehe *dirty mind*. Favorite part? Ketika Emi dan Jo liburan di Bali dong :p

Baca selengkapnya di sini :)

---

(JBoyfriend #2)
514 halaman
GagasMedia, 2012 (cetakan ketiga)
Rp. 57.000,-

Good Fight menceritakan hubungan anjing dan kucing antara Teresia dan Jethro di kantor mereka. Pekerjaan mereka sebagai fashion stylist dan fotographer di sebuah majalah fashion, Mascara dan Manner, membuat mereka sering bertemu tapi komunikasi mereka tidak pernah berjalan baik-baik. Jet selalu punya cara untuk membuat Tere naik darah dan yang diusilin sering kali keabisan akal untuk membalasnya. Suatu hari mereka terjebak di dalam lift berdua. Tere dan Jet mulai membuka rahasia masing-masing yang tak pernah diceritakan ke teman terdekat mereka sekalipun. Mereka pun menemukan satu kesamaan yang mendekatkan mereka, baik Tere dan Jet menjadi selingkuhan orang. Tere dengan Indra, mantan pacarnya yang sudah bertunangan dengan wanita pilihan orangtuanya dan Jet dengan Nadine, pengusaha dan istri seorang pria yang sedang sekarat di Singapura. Permusuhan mereka tiba-tiba hilang yang digantikan dengan ketertarikan satu sama lain.

Good Fight ini ceritanya panjaaaaang dan muter-muter banget tapi untungnya bisa aku nikmatin dan tetep jadi guilty pleasure-ku! Jumlah halamannya yang fantastis, dibandingkan dengan seri J-Boyfriend yang aku baca sebelumnya, bisa dibilang pas karena perjalanan hubungan Tere dan Jet ini juga sama panjangnya. Mulai dari benci-bencian, lalu gencetan senjata, kemudian berusaha menjadi temen, tapi eh malah saling suka dan ditambah konflik mereka sebagai selingkuhan orang. Nggak cuma ribetnya hubungan Tere dan Jet, sedikit love life-nya temen kerja di majalah tersebut juga diceritakan. Tapi kenapa bagian si Indra dan Nadine dikit banget ya? Bukannya mereka yang terlibat langsung dengan konflik ‘selingkuhan’ ini. Kenapa malah Rian dan Dani yang malah punya ruang cerita? 

Baca selengkapnya di sini :)

---

Thursday, December 11, 2014

The Darkest Minds – Pikiran Terkelam

Alexandra Bracken
584 Halaman
Fantasious, September 2014
Rp. 89.900,-

Ketika Ruby terbangun pada ulang tahunnya yang kesepuluh, sesuatu tentang dirinya telah berubah. Sesuatu yang cukup mengkhawatirkan untuk membuat orangtuanya mengunci dirinya di garasi dan menelepon polisi. Sesuatu yang membuat dirinya dikirim ke Thurmond, 'kamp rehabilitasi' milik pemerintah yang kejam.

Dia mungkin telah selamat dari penyakit misterius yang membunuh sebagian besar anak-anak Amerika, tapi dia dan anak-anak lainnya harus berhadapan dengan sesuatu yang jauh lebih buruk: kemampuan menakutkan yang tidak dapat mereka kendalikan. Sekarang, saat berumur enam belas tahun, Ruby termasuk salah satu anak yang memiliki kemampuan paling berbahaya.Dan ketika kebenaran terungkap, Ruby pun berusaha mati-matian untuk meloloskan diri dari Thurmond.

Tapi, ada pihak lain yang bekerja, orang-orang yang tidak akan berhenti untuk menggunakan Ruby dalam perjuangan mereka melawan pemerintah. Ruby akan menghadapi pilihan demi pilihan yang buruk, yang mungkin akan berarti menyerahkan satu-satunya kesempatannya untuk hidup.

Aku sering melihat cover dan fisik bukunya The Darkest Minds – Pikiran Terkelam selama beberapa minggu. Aku tidak benar-benar tertarik untuk membaca, atau sekedar mencari tahu, sampai aku melihat para booktuber memegangnya terus-menerus dan mengeluarkan komentar positif. Tapi sepertinya yang benar-benar membuatku membacanya adalah kabar bahwa ceritanya akan diangkat ke layar lebar hehehe. Typical Dhyn. Now, let’s review it :D

"Tetapi bukan berarti aku tidak ingin, atau tidak perlu, menemukan Slip Kid ini. Keinginanku sama besarnya dengan mereka. Tetapi aku tidak berani bertanya. Aku tidak berani bertanya. Aku tidak sanggup menjerumuskan mereka ke dalam cengkeraman jari-jari tak terlihat yang sepertinya mengubrak-abrik setiap hubungan yang berhasil kubangun." – halaman 168

Sebuah penyakit yang diberi nama Idiopathic Adolescent Acute Neurodegeneration (IAAN) – Degenerasi Saraf Akut Remaja membunuh sebagian besar anak di Amerika. Anak-anak yang tidak terpengaruh dengan penyakit tersebut ternyata mempunyai kemampuan menakutkan yang tidak bisa mereka kendalikan. Dibangunlah sebuah kamp rehabilitasi kejam bernama Thurmond di Virginia. Anak-anak dikelompokan dalam lima warna, Merah (mampu mengendalikan api), Oranye (mampu mengendalikan pikiran), Biru (telekenesis), Kuning (mampu mengendalikan listrik) dan Hijau (genius). Mereka disebut Psi. Banyak keluarga yang menyembunyikan anak mereka, tapi tidak sedikit pula yang menyerahkan anaknya dengan sukarela. Presiden Gray juga memasukan anaknya, Clancy Gray.

Ruby Elizabeth Daly, anak yang baru mencapai usia sepuluh, melakukan sesuatu yang membuat kedua orangtuanya panik dan memanggil Psi Special Forces (PSF) – Pasukan Khusus Psi. Ruby dimasukan ke kamp dan diklasifikasikan sebagai seorang Hijau. Di kamp, Ruby dan anak lainnya hidup dalam aturan yang sangat ketat. Mereka diperlakukan semena-mena dan dipekerjakan secara paksa. Jika ada pelanggaran, PSF menghukum mereka dengan Kendali Tenang/Dengung Statis, gelombang suara yang hanya bisa didengar Psi. Kebanyakan Psi Merah, Oranye dan Kuning dibunuh karena terlalu berbahaya dan sulit dikendalikan. Di tahun ke enam, suara Kendali Tenang/Dengung Statis itu terdengar sedikit berbeda, membuat Ruby kesakitan dan mengalami pendarahan hebat. Seorang dokter bernama Cate Begbie menjelaskan bahwa pihak PSF mengubah gelombangnya untuk menyaring Psi Merah, Oranye dan Kuning yang tidak terdeteksi. Ruby terpengaruh karena dia sebenarnya Oranye.

Cate menawarkan bantuan untuk mengeluarkan Ruby dari Thurmond dan bergabung dalam Liga Anak, sebuah perkumpulan untuk melawan pemerintah dan program kamp ini. Ruby menerimanya dan berhasil keluar bersama Martin, Oranye lainnya. Ruby mempercayai semua ucapan Cate sampai dia masuk ke pikiran partner Cate, Rob, dan menemukan kejanggalan. Dia segera melarikan diri. Dalam perlariannya, Ruby bertemu dengan geng kecil Psi yang terdiri dari Liam ‘Lee’ Stewart (Biru), Charles ‘Chubs’ Carrington Meriwether IV (Biru) dan Suzume ‘Zu’ (Kuning). Mereka berasal dari kamp di wilayah lain. Mereka dalam misi mencari East River, tempat aman untuk Psi yang dipimpin oleh Oranye yang diberi julukan Slip Kid. Slip Kid dipercaya bisa melindungi dan membantu Psi untuk pulang ke keluarga mereka. Ruby ikut serta karena dia ingin meminta Slip Kip mengajarinya mengendalikan kemampuan Oranye-nya. Perjalanan yang diwarnai dengan kemunculan PSF, Liga Anak dan geng Psi lainnya, mendekatkan Ruby dengan ketiga teman barunya. Dia mulai menghargai kemampuannya dan berhenti menganggap dirinya sendiri sebagai ‘monster’.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...